12 Hal Ini Bisa Memicu Jantung Berdebar, Kapan Harus Waspada?

  • Whatsapp
12 Hal Ini Bisa Memicu Jantung Berdebar, Kapan Harus Waspada?


Apakah jantung Anda tiba-tiba berdetak cepat, berdegup keras, seperti ada yang menggelitik atau ada detak yang terlewati? Semua sensasi-sensasi ini disebut dengan jantung berdebar.

Bacaan Lainnya

Kemunculannya dapat dipicu oleh adanya stres, aktivitas fisik yang tidak biasa, obat-obatan, atau kondisi medis tertentu.

Bagi sebagian besar individu, kondisi ini memang bisa terjadi sesekali saja. Sedangkan pada sebagian lainnya, bisa dirasakan setiap hari dan kadang begitu kuat hingga terasa seperti serangan jantung. 

Gejala Jantung Berdebar

Tiap orang merasakan gejala jantung berbeda dengan cara yang berbeda-beda. Umumnya bisa terasa seperti:

  • Menggilitik dalam frekuensi yang cepat (fluttering)
  • Berdenyut (throbbing)
  • Terbolak balik (flip-flopping)
  • Ada detak yang terlewati (skipping beat)
  • Berdebar terlalu cepat (pounding)

Sensasi ini kadang tidak hanya terasa di dada, tetapi juga di leher atau tenggorokan. Dan, dapat terjadi saat seseorang sedang aktif maupun saat istirahat.

Artikel terkait: Morning surge, penyebab serangan jantung sering terjadi di pagi hari, ini gejalanya

Penyebab Jantung Berdebar

Rasa debaran ini dapat tiba-tiba muncul dan menghilang begitu saja. Sebagian individu merasakan ini ketika akan tertidur, atau ketika berdiri setelah membungkuk. Namun, penyebab sesungguhnya seringkali tidak ditemukan. 

Beberapa hal berikut diketahui dapat memicu jantung berdebar:

1. Respon emosi yang kuat seperti stres, kecemasan atau serangan panik.

2.  Depresi.

3. Aktivitas fisik berat yang memicu dehidrasi.

4. Konsumsi kafein, nikotin, coklat atau alkohol yang berlebihan.

5. Perubahan hormon akibat menstruasi, kehamilan atau menopause.

6. Kadar kalium darah rendah.

7. Kadar gula darah rendah.

8. Demam.

9. Obat-obatan, seperti cocaine, amphetamine, pil diet, obat asma, obat jantung digoxin, beberapa antibiotik dan obat flu yang mengandung pseudoephedrine atau phenylephrine.

Pada kasus yang jarang, jantung berdebar disebabkan oleh kondisi medis berikut yang memerlukan pengobatan:

10. Kelainan jantung seperti aritmia, kelainan jantung bawaan, riwayat serangan jantung atau operasi jantung.

11. Anemia berat.

12. Hipertiroid, di mana kelenjar tiroid terlalu aktif. 

Diagnosis Jantung Berdebar

Bisa hilang dan timbul, kondisi ini juga seringkali, sudah tidak ada ketika individu berkunjung ke dokter. Salah satu informasi yang paling berguna adalah bagaimana riwayat kemunculan jantung berdebar, seberapa sering frekuensinya, dan kapan. 

Coba jawab beberapa pertanyaan ini sebelum menemui dokter:

  • Ketika mengalami jantung berdebar, hitung jumlah detak jantung Anda per menit. Normalnya, jantung berdetak sebanyak 60-100 kali per menit. 
  • Apakah irama jantung cenderung cepat atau lambat? Teratur atau tidak teratur?
  • Saat mengalami jantung berdebar, apakah terdapat rasa melayang, pusing, sulit bernapas, atau nyeri dada?
  • Apakah kejadiannya berkaitan dengan aktivitas tertentu yang kerap dilakukan?
  • Apakah jantung berdebar cenderung muncul dan menghilang secara tiba-tiba atau perlahan-lahan?

Pemeriksaan fisik dapat memberi petunjuk akan tanda-tanda jantung berdebar. Adanya bunyi jantung yang tidak normal dapat menunjukkan kelainan pada katup jantung. Bila dicurigai disebabkan oleh aritmia atau penyakit jantung lain, pemeriksaan berikut akan dilakukan:

Rekam jantung atau elektrokardiogram (EKG)

Ini adalah pemeriksaan standar untuk mengevaluasi jantung berdebar. Pemeriksaan dapat dilakukan saat istirahat atau saat beraktivitas (stress EKG/uji treadmill), khususnya bila jantung berdebar disertai nyeri dada. Pemeriksaan ini umumnya hanya menunjukkan aktivitas listrik dan irama jantung dalam waktu singkat sehingga kadang tidak ditemukan kelainan. 

Holter monitoring

Pemeriksaan ini digunakan untuk mendeteksi jantung berdebar yang tidak ditemukan pada EKG biasa. Ini adalah alat portabel untuk merekam EKG secara kontinu, biasanya dalam waktu 24-72 jam.

Perekaman EKG serial

Bila jantung berdebar tidak ditemukan pada Holter monitor atau kejadiannya jarang terjadi (<1 kali seminggu), dokter mungkin menyarankan perekaman EKG secara serial (event recorder). Ini adalah alat EKG portabel untuk memonitor aktivitas jantung dalam waktu mingguan hingga bulanan. Anda perlu memakainya sepanjang hari, namun hanya perlu menekan tombol untuk merekam aktivitas jantung ketika mengalami jantung berdebar.

Echocardiogram

Ini adalah ultrasonografi (USG) jantung, yang dapat menunjukkan aliran darah dan fungsi pompa jantung.

Pemeriksaan darah mungkin diperlukan bila dokter curiga jantung berdebar disebabkan oleh gangguan tiroid, anemia, kadar kalium yang rendah, atau kondisi lain yang dapat memicu.

Cara Pengobatan yang Bisa Dilakukan

jantung berdebar

Cara terbaik untuk mengatasinya adalah menghindari pemicunya. Mulailah dengan hal-hal sederhana terlebih dulu:

  • Berhenti merokok.
  • Kurangi atau berhenti mengonsumsi kafein dan alkohol
  • Hindari minuman berenergi dan obat-obatan flu yang mengandung pseudoephedrine atau phenylephrine
  • Hindari obat-obat terlarang seperti cocaine dan amphetamine
  • Konsumsi makanan sehat bergizi seimbang dengan teratur
  • Cukup minum
  • Cukup tidur, yakni 7-8 jam per hari

Selain itu, diperlukan cara-cara untuk mengelola stres dan kecemasan karena kedua hal ini diketahui menjadi dua pemicu utama mengapa timbul debaran pada jantung. Untuk mencegah, lakukan meditasi, latihan pernapasan dalam, relaksasi, berolahraga ringan, yoga, atau tai chi. 

Bila menyerang, coba hentikan dengan salah satu manuver berikut:

  • Manuver Valsalva. Jepit lubang hidup dan tutup mulut kemudian coba keluarkan napas kuat-kuat melalui hidung.
  • Kencangkan otot perut dan dubur kemudian mengejan seolah-olah akan buang air besar. Ini adalah cara lain untuk melakukan manuver Valsava.
  • Cipratkan air dingin pada wajah atau renam wajah di wastafel atau mangkok besar berisi air dingin. 

Ketiga cara ini bertujuan untuk menstimulasi saraf vagus, yang membantu mengendalikan laju jantung. Bila cara ini tidak berefek dan gejala menetap, segera cari pertolongan medis. 

Bila diperlukan, dokter akan meresepkan obat-obatan dari golongan beta-blocker yang berefek melambatkan laju jantung dan mengontrol aliran sinyal yang mengatur detak jantung. Pada kasus yang lebih berat, kadang diperlukan prosedur medis yang disebut ablasi. Prosedur ini dapat mengontrol jantung berdebar yang disebabkan oleh kesalahan sinyal listrik di dalam jantung.

Artikel terkait: Tanda awal serangan jantung, tubuh akan merasakan 9 hal ini

Kapan Harus Waspada?

Umumnya kondisi ini memang hanya berlangsung selama beberapa detik umumnya tidak perlu diobati. Akan tetapi, bila Anda memiliki riwayat penyakit jantung atau jantung berdebar sering muncul dan semakin memburuk, segera kunjungi dokter. 

Pertolongan medis darurat diperlukan jika disertai dengan beberapa kondisi di bawah ini:

  • Sesak napas
  • Rasa melayang
  • Nyeri dada
  • Pingsan
  • Keringat yang berlebihan
  • Nyeri atau rasa tertekan pada dada
  • Nyeri pada lengan, leher, dada, rahang bawah, atau punggung atas
  • Laju jantung saat istirahat lebih dari 100 kali per menit

Adanya gejala-gejala di atas menandakan masalah jantung yang serius dan dapat berbahaya. Untuk itu, tidak selamanya kondisi jantung berdebar bisa dibiarkan. 

Baca juga:

4 Masalah Gigi Ini Sering Dialami Si Kecil, Ini yang Perlu Parents Perhatikan

Wajib tahu! Ini bisa Parents lakukan untuk mengurangi risiko penyakit jantung kongenital pada anak

Gejala, Penyebab dan Pengobatan Penyakit Jantung yang Perlu Diketahui

 

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *