Hotline Redaksi: 0817-21-7070 (WA/Telegram)
Headline

Kolaborasi UMKoe dan UNS Berdayakan Masyarakat Pesisir Oesapa melalui Program KOSABANGSA 2026

×

Kolaborasi UMKoe dan UNS Berdayakan Masyarakat Pesisir Oesapa melalui Program KOSABANGSA 2026

Sebarkan artikel ini
Kolaborasi UMKoe dan UNS Berdayakan Masyarakat Pesisir Oesapa melalui Program KOSABANGSA 2026

Suara-Pembaruan.com — Kolaborasi UMKoe dan UNS Berdayakan Masyarakat Pesisir Oesapa melalui Program KOSABANGSA 2026

Artikel Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat — Program KOSABANGSA 2026

  • Penulis: Nurdiyah Lestari, Susy Herawaty, Budi Kurniawan, Heru Sasongko, Joko Riyanto, dan Cicilia Dyah Sulistyaningrum

OESAPA, KUPANG — Kolaborasi antara dosen Universitas Muhammadiyah Kupang (UMKoe) dan Universitas Sebelas Maret (UNS) melalui Program Kolaborasi Sosial Membangun Masyarakat (KOSABANGSA) menjadi salah satu upaya perguruan tinggi untuk mendorong pemberdayaan masyarakat pesisir di Kelurahan Oesapa, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Program ini mengusung tema “Pemberdayaan Kelompok Pesisir melalui Teknologi Rantai Dingin dan Frozen Food untuk Mengurangi Kemiskinan Ekstrem”. Pelaksanaannya melibatkan dua kelompok masyarakat sebagai mitra sasaran, yaitu Kelompok Usaha Bersama (KUB) Kuda Laut dan Industri Rumah Tangga (IRT) Anugerah.

Kedua mitra tersebut memiliki potensi untuk mengembangkan usaha berbasis hasil perikanan. Pengembangan ini diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah sumber daya lokal sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan masyarakat pesisir.

Ketua Pelaksana Program KOSABANGSA, Dr. Nurdiyah Lestari, M.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan ini diarahkan untuk mengoptimalkan potensi sumber daya perikanan lokal melalui penerapan teknologi pengolahan, peningkatan kualitas produk, penguatan manajemen usaha, dan pemanfaatan pemasaran digital.

Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini juga melibatkan tim pendamping dari UNS.

Kolaborasi UMKoe dan UNS menunjukkan pentingnya sinergi antarperguruan tinggi dalam menerapkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Melalui program KOSABANGSA, dosen tidak hanya menjalankan peran akademik, tetapi juga berkontribusi secara langsung dalam memperkuat kapasitas masyarakat dan mengembangkan usaha produktif berbasis potensi lokal.

Dukungan pemerintah juga diperlukan untuk memastikan keberlanjutan program pemberdayaan.

Perguruan tinggi berperan menyediakan pendampingan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi, sedangkan pemerintah mendukung melalui kebijakan dan program pengembangan usaha masyarakat yang selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Di sisi lain, kelompok usaha menjadi penggerak utama penerapan inovasi di lapangan.

Pelatihan Pengolahan dan Peningkatan Mutu Produk Perikanan

Kegiatan diawali dengan sosialisasi program kepada masyarakat dan mitra sasaran. Selanjutnya, tim pelaksana menyelenggarakan pelatihan dan pendampingan yang mencakup Good Handling Practices (GHP), Good Manufacturing Practices (GMP), serta digitalisasi pemasaran.

Materi GHP menekankan pentingnya penanganan bahan baku perikanan secara tepat untuk menjaga kesegaran dan mutu produk. Sementara itu, GMP memberikan pemahaman mengenai proses produksi pangan yang baik, mulai dari kebersihan bahan baku, sanitasi peralatan, kebersihan lingkungan produksi, hingga pengemasan produk.

Penerapan prinsip-prinsip tersebut diharapkan dapat membantu mitra menghasilkan produk olahan ikan yang lebih higienis, berkualitas, dan berdaya saing. Dengan demikian, hasil tangkapan ikan tidak hanya dipasarkan sebagai bahan mentah, tetapi juga dapat diolah menjadi produk pangan bernilai tambah.

Teknologi Rantai Dingin dan Inovasi Frozen Food

Salah satu fokus utama program KOSABANGSA adalah pengenalan teknologi rantai dingin (cold chain) dan pengembangan produk pangan beku (frozen food).

Teknologi rantai dingin berperan penting dalam menjaga suhu bahan baku dan produk perikanan agar kualitasnya tetap terpelihara selama proses penanganan, penyimpanan, dan distribusi.

Sebagai bentuk penerapan teknologi, KUB Kuda Laut memperoleh bantuan berupa mesin pembuat es berdaya 1.500 watt dengan kapasitas produksi 100 kilogram es per jam. Untuk menunjang keberlangsungan produksi, kelompok ini juga dilengkapi dengan mesin pembeku (freezer) untuk menyimpan es yang telah diproduksi. Fasilitas tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan es bagi anggota kelompok sekaligus membuka peluang untuk memasok kebutuhan kelompok nelayan lainnya.

Selain itu, KUB Kuda Laut memperoleh fasilitas penyimpanan dingin (cold storage) yang dapat dimanfaatkan untuk membawa dan menjaga ketersediaan es saat melaut. Dengan tersedianya es, hasil tangkapan ikan dapat segera didinginkan sehingga kesegaran dan mutunya lebih terjaga.

Melalui pemanfaatan teknologi tersebut, KUB Kuda Laut diharapkan mampu mengelola bahan baku ikan secara lebih baik, mengurangi risiko penurunan mutu, dan memperluas peluang pemasaran produk perikanan.

Sementara itu, penerapan teknologi frozen food pada IRT Anugerah menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan nilai ekonomi hasil perikanan. Produk olahan berbahan dasar ikan yang dikemas dengan baik dan disimpan sesuai standar keamanan pangan dapat menjadi alternatif usaha yang menjanjikan bagi masyarakat pesisir.

Dalam pelatihan, tim memperkenalkan pengolahan ikan tuna menjadi dimsum ikan sebagai salah satu bentuk diversifikasi produk. Inovasi ini menunjukkan bahwa komoditas perikanan lokal dapat dikembangkan menjadi produk yang praktis, menarik bagi konsumen, dan berpotensi menjangkau segmen pasar yang lebih luas.

Meski demikian, pengembangan usaha IRT Anugerah tetap memerlukan pendampingan berkelanjutan dari perguruan tinggi. Pendampingan tersebut mencakup konsistensi mutu, keamanan pangan, pengelolaan biaya produksi, serta evaluasi penerimaan konsumen agar produk dapat berkembang secara berkelanjutan.

Digitalisasi Pemasaran untuk Memperluas Jangkauan Pasar

Selain meningkatkan keterampilan produksi, program KOSABANGSA memberikan perhatian pada aspek pemasaran. Digitalisasi pemasaran diperkenalkan sebagai sarana bagi mitra untuk memanfaatkan teknologi informasi dalam mempromosikan produk, membangun identitas usaha, dan menjangkau konsumen secara lebih luas.

Melalui pemasaran digital, KUB Kuda Laut dan IRT Anugerah diharapkan dapat memanfaatkan media sosial serta berbagai saluran komunikasi digital untuk menampilkan produk, menyampaikan informasi harga, menerima pesanan, dan membangun hubungan dengan pelanggan.

Penguatan pemasaran perlu disertai dengan pencatatan keuangan sederhana, perhitungan harga pokok produksi, pengelolaan persediaan, dan evaluasi penjualan. Langkah ini penting agar peningkatan kapasitas produksi dapat diikuti dengan pengelolaan usaha yang lebih terarah dan profesional.

Dengan mengintegrasikan keterampilan pengolahan, pengendalian mutu, teknologi rantai dingin, dan pemasaran digital, kedua mitra diharapkan memiliki fondasi yang lebih kuat untuk mengembangkan usaha berbasis hasil perikanan.

Mendorong Ekonomi Pesisir yang Inklusif dan Berkelanjutan

Program KOSABANGSA di Oesapa tidak hanya berorientasi pada pelatihan teknis, tetapi juga pada penguatan kapasitas masyarakat agar mampu mengembangkan usaha secara mandiri.

Keterlibatan KUB Kuda Laut dan IRT Anugerah menjadi bagian penting dari pendekatan pemberdayaan yang menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama pembangunan ekonomi lokal.

Untuk menjaga keberlanjutan program, diperlukan pendampingan lanjutan yang mencakup penguatan jejaring pemasaran, peningkatan kapasitas kelembagaan kelompok, serta evaluasi perkembangan usaha.

Sejumlah indikator, seperti konsistensi produksi, kualitas produk, perkembangan penjualan, perluasan pasar, dan perubahan pendapatan, dapat digunakan untuk menilai manfaat program secara bertahap.

Pemanfaatan sumber daya perikanan secara bertanggung jawab juga menjadi bagian penting dalam mewujudkan ekonomi biru (blue economy).

Konsep ini menekankan pembangunan ekonomi yang mengoptimalkan potensi laut dengan tetap memperhatikan kelestarian ekosistem dan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Program ini turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 1, yaitu Tanpa Kemiskinan, dan Tujuan 8, yaitu Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi.

Selain itu, program ini sejalan dengan Asta Cita Pemerintah Republik Indonesia, terutama dalam upaya mengentaskan kemiskinan, mengurangi kesenjangan ekonomi, dan memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis potensi lokal.

Perguruan Tinggi Hadir Memberikan Dampak Nyata

Program KOSABANGSA yang didukung oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), menjadi wujud pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.

Kolaborasi dosen UMKoe dan UNS ini mempertemukan pengetahuan akademik dengan kebutuhan nyata masyarakat pesisir melalui pelatihan, penerapan teknologi, dan pendampingan usaha produktif.

Bagi masyarakat Oesapa, kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat kemampuan mengolah hasil perikanan, meningkatkan kualitas produk, memperluas pemasaran, dan membangun usaha yang lebih berdaya saing.

Melalui sinergi antara UMKoe, UNS, pemerintah, dan kelompok usaha, potensi perikanan Oesapa diharapkan dapat berkembang menjadi kekuatan ekonomi lokal yang memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat pesisir Kota Kupang.

KLik juga: https://www.hariankami.com/kami-indonesia/23617833004/artikel-kegiatan-pengabdian-kepada-masyarakat-program-kosabangsa-2026?page=all