Connect with us

Published

on


Suara-Pembaruan.com – Pemerintah menyiapkan pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) super mikro yang bisa digunakan oleh para alumni kartu pra kerja untuk berwirausaha. Para lulusan dari kartu pra kerja bisa ditawarkan untuk kredit usaha rakyat super mikro yang besarnya di bawah Rp10 juta.

Hal ini disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat Sosialisasi Penguatan Wirausaha Alumni Program Kartu Prakerja melalui Pembiayaan KUR di Jakarta, Kamis, 8 April 2021.

“Para lulusan dari kartu pra kerja bisa ditawarkan untuk kredit usaha rakyat super mikro yang besarnya di bawah Rp10 juta,” katanya.

Airlangga mengatakan berdasarkan survei dari Manajemen Pelaksana Program (PMO) kartu pra kerja, permodalan menjadi tantangan utama bagi para wirausahawan dan pinjaman melalui KUR bisa menjadi solusi permodalan. Karenanya pada 2021, pemerintah meningkatkan anggaran KUR menjadi Rp253 triliun.

“KUR tahun lalu melebihi target 104 persen atau dari Rp190 triliun tercapai Rp198 triliun dan tahun ini ditingkatkan menjadi Rp253 triliun,” ujar Airlangga.

Pemerintah, kata dia, juga akan mendorong agar subsidi bunga KUR sebesar 3 persen tidak hanya berhenti hingga Juni melainkan diperpanjang hingga Desember 2021.

“Pemerintah juga sudah me-review program KUR ini yang semula bebas jaminan atau bebas agunan yang besarnya kurang dari Rp50 juta sedang di-review untuk bebas agunan sampai Rp100 juta,” ungkapnya.

Melalui KUR, pemerintah berharap para alumni kartu pra kerja dapat mengembangkan usahanya dan dapat nantinya bisa mengakses program pembiayaan yang lebih besar seperti KUR mikro, KUR kecil, hingga KUR TKI. KUR ini adalah pinjaman bukan dalam bentuk bansos.

KUR adalah pinjaman bukan bansos, jadi mesti dibayar yang sekarang bunganya disubsidi 3 persen dan kami berharap bahwa dengan semakin banyaknya modal kerja, para alumni akan menjadi pengusaha tangguh,” ujarnya.

Adapun berdasarkan survei dari PMO kartu pra kerja, sebanyak 17 persen penerima insentif kartu pra kerja atau 387.234 alumni menjadi wirausaha. Anggaran yang disiapkan untuk pembiayaan KUR super mikro sebanyak 16,5 persen dari total KUR atau mencapai Rp41,8 triliun. (red/pen)



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Suara Pemerintah

KKP Ciptakan dan Kembangkan Inovasi Kincir Air Tambak Hemat Energi

Published

on

By


Suara-Pembaruan.com – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo, Jawa Timur, menciptakan dan mengembangkan inovasi kincir air tambak hemat energi berbahan baku lokal dan ramah lingkungan. Inovasi teknologi kincir air hemat energi dari bahan lokal yang ada di sekitar.

Hal ini dikatakan oleh Kepala Badan Riset dan SDM KKP Sjarief Widjaja dalam rilis di Jakarta, Senin, 12 April 2021. Pihaknya menyatakan, inovasi tersebut untuk mendukung tiga program terobosan KKP pada Tahun 2021-2024.

Ketiga terobosan tersebut, ujar dia, pertama adalah peningkatan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dari sumber daya alam perikanan tangkap untuk peningkatan kesejahteraan nelayan.

Kedua, lanjutnya, adalah pengembangan perikanan budidaya untuk peningkatan ekspor. Sedangkan ketiga adalah pembangunan kampung-kampung perikanan berbasis kearifan lokal.

“Inovasi kincir tambak Politeknik KP SIdoarjo khususnya mendukung poin kedua dan ketiga,” katanya.

Ia memaparkan, kincir air merupakan salah satu sarana budidaya perikanan yang memiliki peran sangat penting dalam menciptakan kondisi agar terjadi keseimbangan ekosistem perairan tambak.

Kincir air, masih menurut dia, berperan dalam menyuplai oksigen perairan tambak dan membantu dalam proses pemupukan dan pencampuran karakteristik air tambak lapisan atas dan bawah. Pengoperasian kincir air juga membantu dalam membersihkan kotoran-kotoran yang ada di dasar tambak sehingga menstabilkan kualitas air.

“Pentingnya penggunaan kincir air dalam budidaya ikan dan udang, terutama yang dilakukan secara intensif ternyata membawa permasalahan tersendiri. Kincir air yang ada dipasaran harganya relatif mahal dan biaya operasional dan perawatannya besar,” ucapnya.

Melihat kondisi ini Politeknik KP Sidoarjo membuat inovasi teknologi kincir air hemat energi dari bahan lokal yang ada di sekitar, sehingga apabila ada kerusakan maka perawatannya ringan dan suku cadangnya mudah didapat.

Menurut Direktur Politeknik KP Sidoarjo Muhammad Hery Riyadi Alauddin, kincir yang dikembangkan tersebut tingkat kandungan komponen dalam negerinya di atas 50 persen.

“Kontruksi kincir air ini memiliki penggerak motor listrik dengan komsumsi daya 0,5 HP 1 phase, di mana gear dan rantai sebagai transmisi daya mampu mereduksi putaran mesin dari 1400 rpm menjadi 110 rpm,” paparnya.

Selain itu, ujar dia, upaya pengembangan terus dilakukan dengan menggandeng pihak lain.

Sebelumnya, pada 3 Maret 2021, Politeknik KP Sidoarjo menandatangani kerja sama berupa nota kesepahaman dengan PT. Barata Indonesia (Persero) pada Pameran Nasional Bangga Buatan Indonesia di The Mandalika Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Rencananya kincir air tersebut akan digunakan untuk mendukung program perikanan budidaya secara nasional, terutama budidaya udang.

Selain itu, menurut Hery Riyadi, kincir air tambak hemat energi ini telah didaftarkan di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia melalui Sentra Hak Kekayaan Intelektual KKP untuk mendapatkan paten. Kincir ini juga sedang diproses untuk mendapatkan Sertifikasi Standar Nasional Indonesia dari Badan Sertifikasi Nasional. (red/pen)



Continue Reading

Suara Pemerintah

Tingkatkan Kualitas, Setjen DPD RI Sosialisasi SOP dan Pedoman Standar Pelayanan

Published

on

By


SuaraPemerintah.id – Sekretariat Jenderal (Setjen) DPD RI melakukan sosialisasi SOP (Standar Operasional Prosedur) dan pedoman standar pelayanan guna memberikan kepastian, meningkatkan kualitas dan kinerja pelayanan publik sehingga mendapatkan kepercayaan Anggota DPD RI dan masyarakat.

Hal ini mengemuka pada kegiatan kegiatan brainstorming penyusunan sosialisasi SOP makro dan pedoman standar pelayanan serta penyusunan SOP mikro di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (12/4).

Dalam kegiatan tersebut, Kepala Bagian Organisasi dan Ketatalaksanaan Sekretariat Jenderal DPD RI Andika Prima Sari mengatakan pelaksanaan reformasi birokrasi pada area penataan tata laksana bertujuan untuk memberikan acuan bagi kementerian/lembaga dan pemerintah daerah untuk membangun dan menata tata laksana atau bisnis proses.

“Kegiatan ini dalam rangka memberikan dasar yang kuat bagi penyusunan standar SOP, termasuk standar pelayanannya, yang lebih sederhana, efisien, efektif, produktif, dan akuntabel,” jelasnya.

Prinsip penyusunan SOP yang dimaksud adalah yang mengandung kemudahan dan kejelasan, efisiensi dan efektifitas, keselarasan, keterukuran, dinamis, berorientasi pada pengguna atau pihak yang dilayani, kepatuhan hukum, dan kepastian hukum.

Pada kesempatan pertemuan tersebut, Kepala Subbagian Ketatalaksanaan Sekretariat Jenderal DPD  RI Bangun Kuntoro Harjo mengatakan manfaat SOP adalah sebagai standarisasi cara yang dilakukan aparatur dalam menyelesaikan pekerjaan yang menjadi tugasnya.

“Selain itu manfaatnya adalah meningkatkan akuntabilitas pelaksanaan tugas, memastikan pelaksanaan tugas penyelenggaraan pemerintahan dapat berlangsung dalam berbagai situasi dan menjamin konsistensi pelayanan kepada masyarakat, baik dari sisi mutu, waktu, dan prosedur,” katanya.

Lebih lanjut Bangun memaparkan standar pelayanan di tiap unit pelayanan merupakan jaminan dan kepastian, baik bagi penyelenggara dalam memberikan, maupun bagi masyarakat dalam menerima pelayanan.

“Saat ini telah disusun Peraturan Sekretaris Jenderal Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2020 tentang SOP Makro Sekretariat Jenderal DPD RI yang menjadi dasar didalam penyusunan SOP Mikro dan SOP Teknis,” terangnya.

Sedangkan narasumber lain, Managing Director Cognoscenti Consulting Group, Martinus Tukiran menyatakan sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan pasal 7 ayat 2 huruf h, Pejabat Pemerintahan berkewajiban untuk menyusun SOP pembuatan keputusan/tindakan.

Martinus berpendapat SOP Makro merupakan SOP yang merupakan integrasi dari beberapa SOP mikro yang membentuk serangkaian aktivitas dalam SOP tersebut.

Contohnya adalah SOP Pengelolaan Surat yang merupakan integrasi dari SOP Penanganan Surat Masuk, SOP Pemberian Tanggapan terhadap Surat Masuk, dan SOP Pengiriman Surat. Sedangkan SOP Mikro adalah SOP yang berdasarkan cakupan dan besaran aktivitasnya merupakan bagian dari sebuah SOP makro.

“Jadi SOP mikro lebih bersifat teknis dan sektoral, mengatur unit kerja masing-masing secara mandiri. Contohnya SOP Penyiapan Bahan Penyusunan Pedoman merupakan bagian dari SOP Penyusunan Pedoman,” jelasnya.



Continue Reading

Suara Kabinet

Bantah Spekulasi TMII Akan Dikelola Keluarga Jokowi, Moeldoko Tegaskan: Itu Pemikiran Primitif

Published

on

By


Suara-Pembaruan.comKepala Staf Kepresidenan Dr. Moeldoko membantah spekulasi keluarga Presiden Joko Widodo akan mengelola Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

“Itu pemikiran primitif,” tegasnya saat menggelar konferensi pers di Gedung Bina Graha Jakarta, Jumat (9/4). Sebab Kepala Negara tidak pernah berencana membuat yayasan baru untuk mengelola TMII.

Melaui penjelasan ini, Moeldoko berharap tak ada lagi informasi simpang siur terkait pengelolaan TMII. “Jangan lagi ada pandangan seperti itu. Pak Presiden sama sekali gak berpikir seperti itu,” ujarnya.

Rencananya pemerintah akan mempercayakan BUMN Pariwisata untuk mengelola TMII ke depannya.Terkait hal tersebut pemerintah telah membentuk tim transisi yang akan merancang pengelolaan TMII sebagai kawasan pelestarian dan pengembangan budaya bangsa.Tim ini diberi waktu tiga bulan untuk memperbaiki pengelolaan TMII.

Saat ini Pemerintah pun telah melakukan pendampingan dan melihat lebih dalam tata kelola ‘miniatur Indonesia’ itu. Beberapa pihak yang terlibat adalah Faktultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) hingga Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Dari situ, kata Moeldoko, setidaknya ada tiga hal yang menjadi assessment, di antaranya TMII perlu dikelola dengan pendekatan swasta, kerja sama dengan Pemerintah, atau Badan Layanan Umum (BLU).

BPKP pun telah mengaudit perkembangan TMII dan meminta Kementerian Sekretaris Negara untuk menangai persoalan yang ada. “Seiring dengan perkembangan wisata yang semakin baik, TMII harus jadi tempat dengan nilai ekonomi, sosial budaya, dan beragam nilai lainnya,” imbuh Moeldoko.

Pengambilalihan TMII oleh Negara berlandaskan perlunya ada perbaikan dalam hal pengelolaan. Terlebih, selama ini Pemerintah melihat adanya kerugian dari waktu ke waktu yang dialami Yayasan Harapan Kita. Nilainya, kata Moeldoko, mencapai Rp40 miliar hingga Rp50 miliar per tahun.

Menteri Sekretaris Negara Pratikno juga sudah menegaskan pernyataan serupa. Pratikno bilang, Dengan dikelola oleh BUMN, menurut Pratikno, TMII berada di tangan yang tepat agar dapat memberikan kontribusi pada kas negara.



Continue Reading

Headline

Headline5 jam ago

Skill Langka yang Paling Dicari oleh Perusahaan Ternama di 2021 | Suara-Pembaruan.com

unsplash.com Sudah serba daring, banyak orang yang kini mulai terjun ke dunia bisnis. Banyaknya kegiatan yang beralih dari sistem offline...

Headline9 jam ago

Rahasia Membuat Kue Lamington yang Gurih dan Manisnya Pas | Suara-Pembaruan.com

www.instagram.com Pernah dengar istilah Lamington, dong? Kue ini beberapa tahun lalu sempat diadopsi salah satu selebriti yang membuka usaha oleh-oleh...

Headline1 hari ago

Tips Tampil Stylish dengan Belted Cullotes yang Kekinian | Suara-Pembaruan.com

www.marieclaire.com Tampil dengan jeans setiap hari mungkin akan membuat pemakai setianya bosan. Bagaimana kalau sesekali kamu mencoba belted cullotes yang tak...

Headline1 hari ago

Cara Membuat Chicken Schnitzel dengan Salad Sebagai Menu Makan Siang Baru | Suara-Pembaruan.com

unsplash.com Bingung mau bekal makan siang apa buat besok? Coba sisihkan nasi dan tempemu sejenak. Coba panganan ala Barat bernama...

Headline2 hari ago

Cara Menarik Tampilan Fashion yang Kontroversial

Dobel demin adalah tampilan fashion yang cukup kontroversial. Pasalnya penampilan ini terkenal memecah belah secara agresif masuk dan keluar dari...

Headline3 hari ago

Tempat Berburu Kerajinan Tangan di Yogyakarta

Tak hanya dianugerahi pesona alam, Daerah Istimewa Yogyakarta atau yang akrab disebut Jogja juga menyimpan banyak potensi karya kerajinan tangan...

Headline3 hari ago

Menciptakan Cinta Abadi, Menurut Orang Yunani Kuno

Semua orang ingin menemukan jenis cinta yang bertahan lama. Faktanya, orang Yunani Kuno mengidentifikasi delapan jenis cinta yang berbeda. Dan,...

Headline3 hari ago

NU Care Gelar Khitanan dan Operasi Katarak Gratis Hasil Donasi Konsumen Alfamart

Suara-Pembaruan.com, Mustafa, seorang pemuda berusia 24 tahun menunggu bapaknya yang sedang menjalani operasi katarak di klinik Asshomadiyah Medicare Centre, Kelurahan...

Headline3 hari ago

Bagaimana Jenggot Pria Bisa Mengubah Gaya

Fakta tak terbantahkan bahwa jenggot membuat pria lebih menarik. Apalagi, banyak pria yang disurvei menjawab bahwa mereka merasa lebih tampan...

Headline4 hari ago

Terobosan Digital, Solusi Jitu UMKM Go Global

Pandemi Covid 19 ternyata juga membawa dampak positif bagi UMKM Indonesia. Bagaimana tidak, melalui sentuhan teknologi digital dan komunikasi mampu...

Trending

Copyright © 2021 Suara-Pembaruan.com | Kerjasama dan kolaborasi silahkan email: pimpinanmedia@gmail.com. Hotline 0817-21-7070