Alasan Rasa Kopi Bisa Berbeda di Setiap Daerah

  • Whatsapp
Alasan Rasa Kopi Bisa Berbeda di Setiap Daerah


Karakter rasa kopi masing-masing daerah di Indonesia berbeda-beda dan mempunyai rasa yang unik, seperti kopi Arabika dari Medan atau Kopi robusta dari Lampung. Ternyata ini ada kaitanya dengan tanah. Kok bisa?

Bacaan Lainnya

banner 300250

Photo by Oliver Guhr on Unsplash

Meskipun hanya ada dua jenis, yakni kopi arabica dan robusta, namun rasa dan aroma kopi akan berbeda jika ditanam di tanah dan daerah yang berbeda. Perbedaan itulah yang membuat citarasa kopi di setiap daerah memiliki kekhasannya sendiri.

Hal tersebut dipertegas oleh Head of Kopi Kenangan Mikael Jasin, tekstur tanah untuk menanam pohon kopi sangat memengaruhi cita rasa. Karena namanya produk alam, jadi kalau tanahnya enggak sehat, berarti produk enggak bagus. “Sama seperti di rumah, kalau ada tanaman enggak bagus, enggak dirawat maka bisa mati,” katanya saat Coffee Class Webinar.

Begitu juga dengan kopi, kalau tanah vulkanik dekat gunung berapi, misalnya daerah Banjarnegara, Flores dan Sumatera Utara, maka rasanya lebih unik. Juga di Indonesia Timur, menurut Miki, tanahnya cenderung kering dan jarang hujan, maka cita rasa kopi cenderung mirip cokelat. 

Berbeda dengan Sumatera Utara punya curah hujan tinggi, cita rasa biji kopi juga berbeda. “Jadi meski 1 negara tapi kondisi iklim beda, maka rasa beda,” pungkasnya.

Maka tak jarang biji kopi ini jadi unggulan di masyarakat. Hampir semua di kedai kopi, biji asal Sumatera Utara, Flores atau Banjarnegara diblend menjadi satu.

Selain itu, saat penyeduhan juga ternyata bisa berpengaruh dalam cita rasa kopi. Sylvia Feransia, barista coffee shop Spotten sempat mengatakan, bahwa setiap air memiliki kandungan kimia seperti karbonat, kalsium, magnesium hingga mineral, demikian juga dengan biji kopi. Sehingga ketika air bercampur dengan kopi maka akan terjadi proses kimia yang membuat rasa berubah.

“Soalnya 98 persen dari kopi itu kan adalah air jadi kita harus cermat dalam memilih air untuk menyeduh kopi,’ ucap Sylvia Feransia. “Setiap jenis kopi juga mempengaruhi jenis air yang dipakai. Terkadang ada jenis air yang cocok untuk kopi A namun tidak cocok untuk kopi B.”

Alhasil, kata dia, itulah yang membuat setiap penyeduh kopi sangat memperhatikan jenis air yang dipakai. Jadi ketika Anda merasakan kopi yang memiliki rasa yang berbeda di coffe shop, bukan hanya dari tanah kopi itu ditanam, juga pemakaian air yang digunakan oleh penyeduh.

Alhasil, kata dia itulah yang membuat setiap coffee shop sangat memperhatikan jenis air yang dipakai. Biasanya coffee shop akan memakai air tanah yang sudah memalui filter. Dengan begitu coffee shop bisa mengatur kandungan yang ada di dalam air yang mereka gunakan.

“Kalau coffee shop itu pakai filter water. Biasanya mereka konsultasi sama orang filter airnya. Mereka juga menyesuaikan cocok enggak buat bikin kopi, semua harus dikaitin lagi. Tapi setiap coffee shop jenis airnya berbeda karena kandungan PH setiap daerah pun berbeda,” terangnya.



Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *