Baju Adatnya Disorot karena Dipakai Jokowi, Ini 7 Fakta Kabupaten Tanah Bumbu

  • Whatsapp
Baju Adatnya Disorot karena Dipakai Jokowi, Ini 7 Fakta Kabupaten Tanah Bumbu


Baru-baru ini, nama Tanah Bumbu menjadi perhatian warganet. Sebab, baju adatnya yang terbilang simpel tapi unik dikenakan oleh Presiden Joko Widodo saat menyampaikan pidato di upacara peringatan Hari Kelahiran Pancasila. 

Bacaan Lainnya

Beberapa di antara Parents mungkin sedikit asing dengan nama daerah ini. Memang, kabupaten tersebut tidak seterkenal kota lainnya yang ada di Pulau Kalimantan. Meski begitu, ada banyak tradisi, kebudayaaan, dan kekayaan alam yang cukup melimpah di sana, lo. 

Nah, bagi Anda yang penasaran dengan daerah yang satu ini, yuk, langsung saja simak ulasannya yang telah kami rangkum dari berbagai sumber sebagai berikut!

Artikel terkait: Tak Hanya Elegan, 6 Pakaian Adat Jawa Tengah Lambang Kekayaan Khazanah Budaya

Fakta Menarik Kabupaten Tanah Bumbu yang Jarang Diketahui

1. Tanah Bumbu Punya Kekayaan Alam Melimpah

Sumber Foto: DetikTravel

Mengutip laman Liputan 6, kabupaten seluas 5,066,96 kilometer persegi itu merupakan penghasil batu bara terbesar di Kalimantan Selatan, lo. Bahkan, pertambangan yang dimiliki juga cukup besar. Meski begitu, memang masyarakat di sana kini sudah beralih dan fokus kepada sektor pertanian, terutama padi. 

Di wilayah tersebut juga terdapat puluhan pelabuhan khusus untuk keperluan pengapalan batubara, biji besi, serta sawit. 

Selain itu, di daerah sana juga terkenal akan perkebunan karet dan kelapa sawitnya. Per tahun 2017, Tanah Bumbu mampu menghasilkan 20,898 ton karet mentah dan sekitar 1,3 juta ton tandan buah kelapa sawit. Luar biasa, ya!

2. Suku dan Kebudayaan

Baju Adatnya Disorot karena Dipakai Jokowi, Ini 7 Fakta Kabupaten Tanah Bumbu

Rumah adat tanah bumbu. Sumber Foto: Wikiwand

Saat ini, kabupaten Tanah Bumbu memiliki total sepuluh kecamatan yang di dalamnya juga ada sepuluh suku bangsa, yakni:

  • Suku banjar
  • Dayak Bukit
  • Suku Bugis
  • Mandar
  • Suku Jawa
  • Bali
  • Suku Sunda
  • Suku Tionghoa-Indonesia
  • Batak
  • Suku Sasak

Rumah adat di kabupaten tersebut bernama Rumah Balai Bini. Kabupaten ini juga memiliki tiga lagu daerah yang di antaranya berjudul ‘Tanah Bumbu’, ‘Mahadang Ading’, dan ‘Baikat Janji’. 

3. Baju Adatnya Penuh Makna

tanah bumbu

Sumber Foto: Dok. Sekretariat Kabinet

Nah, salah satu yang paling menarik perhatian dari kabupaten ini adalah baju adatnya, yang juga sempat dipakai oleh Presiden Jokowi beberapa hari lalu dalam rangka perayaan Hari Lahir Pancasila.

Baju adat Tanah Bumbu Bugis Pagatan ini dibuat dari kain tenun yang digunakan sebagai sarung dan penutup kepala. Keduanya punya simbol tersendiri. Kain tenun yang digunakan sebagai sarung pada laki-laki, menjadi simbol kerja keras masyarakat sana. Sedangkan untuk penutup kepala sendiri, memiliki makna kewibawaan seseorang.

Bagian dalam baju adat disebut teluk balana, memiliki arti rohani atau keagamaan. Bagian luarnya yang bernama cekak musang tanpa kancing bermakna sebagai bentuk penghormatan dari beragam perbedaan. 

Di dada kiri bagian baju, diletakkan bunga emas. Bukan sekadar hiasan, bunga emas tersebut dikenal sebagai simbol pemimpin bijaksana. 

4. Kue Ipau Adalah Makanan Khasnya

tanah bumbu

Sumber foto: Cookpad

Setiap daerah punya makanan khas masing-masing, tak terkecuali Tanah Bumbu. Makanan khas daerah ini cukup unik, bisa dibilang sebagai perpaduan masakan barat dan lokal. Namanya kue ipau, kerap disebut sebagai lasagna tradisional khas Nusantara. 

Kue ipau ini berasal dari Batu Licin, ibu kota Tanah Bumbu. Bahan utamanya adalah tepung dan telur. Di dalamnya, ada juga sayuran dan daging seperti wortel, bawang putih, serbuk kari, serta daging ayam. 

Artikel terkait: Mengenal Ngaben, Upacara Kematian Adat Bali yang Penuh Makna Filosofis

5. Tradisi Mappanretasi

tanah bumbu

Sumber foto: Triptrus.com

Daerah yang satu ini juga punya tradasi atau kegiatan adat khas, disebut pesta laut atau Mappanretasi. Ini merupakan upacara adat Suku Bugis. Merupakan acara tahunan yang berlangsung di Pantai Pagatan Tanah Bumbu selama tiga minggu di bulan April. 

Mappanretasi sendiri berasal dari bahasa Bugis ma’ppanre yang punya arti memberi makan, serta kata tasi yang berarti laut. Jadi, secara harfiah, Mappanretasi memiliki makna sebagai ritual memberi makan laut. 

Bukan tanpa alasan. Ritual ini dilakukan sebagai rasa syukur warga atas hasil laut yang melimbah. Biasanya, tradisi ini kerap dilakukan oleh para nelayan yang tinggal di pesisir pantai.

Caranya, dengan melarung sesajen berupa oisang, nasi ketan, ayam panggang, hingga ayam bewarna hitam. Sesajen tersebut dibawa menggunakan kapal nelayan hias dan dipersembahkan ke laut lepas. 

6. Destinasi Wisata Gua Liang Bangkai di Tanah Bumbu

Baju Adatnya Disorot karena Dipakai Jokowi, Ini 7 Fakta Kabupaten Tanah Bumbu

Sumber Foto: Banjarhits.com

Salah satu destinasi wisata yang menarik perhatian di Tanah Bambu adalah Gua Liang Bangkai. Dinamakan Gua Liang Bangkai karena saat memasuki gua, pengunjung akan mencium aroma seperti bau bangkai tak sedap. Bau ini berasal dari kelalawar yang mati di dalamnya, bercampur dengan aroma kotoran yang dikeluarkan oleh binatang tersebut.

Meski punya aroma yang tidak enak, tetapi gua yang terletak di Gunung Meratus tersebut dikelilingi oleh lingkungan dan pemandangan sekitar yang cenderung asri. Gua ini juga merupakan salah satu peninggalkan purba atau tertua di Indonesia. 

Menariknya, gua yang berusia sekitar 3000 tahun ini juga memiliki total tujuh gua lain di dalamnya. Maka, selain disebut Gua Liang Bangkai, gua ini juga kerap dijuluki sebagai Gua Tujuh Pintu. 

Selain Gua Liang Bangkai, daerah ini juga punya destinasi wisata menarik lain seperti pantai pagatan, serta dua makam bersejarah dari tokoh-tokoh penting agama dan daerah. 

7. Moto Tanah Bumbu

Baju Adatnya Disorot karena Dipakai Jokowi, Ini 7 Fakta Kabupaten Tanah Bumbu

Sumber Foto: apahabar.com

Kabupaten Tanah Bumbu merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan. Setelah pemekaran terjadi, daerah ini memiliki moto yang berbunyi ‘Bumi Bersujud’. Memiliki arti bahwa daerah ini identik dengan kebersihan alamnya, damai, jujur, dan mereka bersyukur akan hal itu. 

Nama Bumi Bersujud sendiri juga digunakan lantaran berkaitan dengan istilah Manajemen Ilahiyah di sana, yakni kehidupan masyarakat yang bernuansa agamis dan selalu mengungkap rasa syukur kepada Pencipta di lingkungan kerja hingga perkantoran. 

Artikel terkait: Beraneka Ragam, Ini 25 Tarian Tradisional dari Berbagai Provinsi di Indonesia

Nah, itulah beberapa fakta yang jarang diketahui dari kabupaten Tanah Bumbu yang menarik perhatian karena pakaian adatnya. Parents bisa mengenalkan tentang daerah ini beserta kebudayaannya kepada si kecil untuk menambah ilmu pengetahuannya juga. Semoga bermanfaat, ya!

***

Baca juga:

Tari Pendet: Sejarah, Makna, dan Perkembangannya

Ramalan Jodoh Berdasarkan Primbon Jawa, Seberapa Cocok Anda dan Pasangan?

5 Fakta Unik Tari Mandau, Tarian Perang Menggunakan Senjata Tajam

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *