Belanja Online Populer di Kalangan Masyarakat, Bagaimana Dampaknya?

Perkembangan teknologi semakin pesat memunculkan beragam fenomena yang telah menjadi budaya yang berkembang di masyarakat. Bahkan, hal itu menjadi popular dan tidak dapat dihindari, baik dari kalangan anak-anak, remaja, dewasa dan orang tua.

Budaya yang sedang populer ini menjadi favorit masyarakat di zaman sekarang ini dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih. Belanja on line pun saat ini berkembang di Indonesia.

Hal ini menjadi semakin pesat dengan adanya pandemi yang masih berlangsung saat ini. Pembatasan akses masyarakat menjadikan masyarakat untuk hidup dengan pemenuhan akan kebutuhannya melalui belanja on linekarena kemudahan yang dapat diakses di rumah saja.

Kemunculan berbagai aplikasi yang menawarkan adanya toko, pasar, atau pusat perbelanjaan yang dilakukan secara on line memunculkan adanya kebiasaan masyarakat untuk belanja. Hal ini didukung dengan adanya berbagai penawaran, promo, dan pilihan produk yang beraneka ragam.

Sehingga, hal itu menjadi keunggulan tersendiri yang mana hal tersebut belum tentu didapatkan oleh masyarakat ketika berbelanja secara langsung atau datang ke tempatnya. Selain itu, belanja on line menjadi kelebihan tersendiri, yang mana dapat meminimalisir pengeluaran karena kita dimudahkan tanpa harus mengeluarkan uang transport, parkir, bensin, dan lain sebagainya.

Sedangkan lewat belanja on line, transaksi hanya perlu pengeluaran ongkos kirim (ongkir) saja. Bahkan, promo gratis ongkir menjadi pilihan masyarakat untuk belanja on line.

Baca Juga: Mengenal Istilah IDR saat Belanja Online

Dampak Belanja Online

Fenomena belanja on line yang populer di kalangan mayarakat memberikan dampak tersendiri, baik berdampak positif dan negatif. Belanja on line yang dilakukan masyarakat dapat memberikan pertumbuhan yang positif dalam pertumbuhan ekonomi dengan meningkatnya iklim yang kondusif bagi penyedia jasa seperti pasar pemangku kepentingan maupun jasa pengiriman barang.

Namun di sisi lain, budaya belanja on line juga dapat berdampak negatif jika tidak dikendalikan dengan baik. Mulai dari terjadinya perilaku yang konsumtif, hingga terjadinya utang di mana-mana.

Selain itu, belanja online juga bisa berdampak pada munculnya sikap anti sosial karena kebutuhan yang sudah terpenuhi dan dapat dilakukan dengan mudah. Bahkan ada kasus, ketika anak kecil yang diberikan akses handphonemembuat orangtua harus kehilangan uang karena berbelanja sebanyak-banyaknnya tanpa sepengetahuannya, bahkan sampai terjadi penipuan.

Oleh karena itu, sebagai masyarakat yang cerdas harus dapat memanfaatkan dengan baik adanya kemajuan teknologi. Kemudahan dalam belanja on line juga dapat dilakukan dengan baik oleh masyarakat.

Jadi, kebutuhan untuk berbelanja on line yang cerdas dan selektif dengan menetukan skala prioritas kebutuhan pada masyarakat.

Baca Juga: Belanja Online Emang Gampang, Tapi Gampang Pula Bikin Keuangan Kalian Bermasalah





Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.