Entertainment

Berlatar Budaya, 5 Film Ini Refleksikan Cara Hadapi Konflik Keluarga

472
×

Berlatar Budaya, 5 Film Ini Refleksikan Cara Hadapi Konflik Keluarga

Sebarkan artikel ini



Tak hanya menjadi hiburan, film kerap jadi refleksi bagaimana sebuah keluarga mampu menghadapi konflik. Latar budaya yang kental pun jadi “bumbu” penting dalam film.

Keluarga mungkin jadi “rumah” untuk kembali pulang. Di satu sisi, keluarga juga bisa menjelma jadi sumber masalah.

Perbedaan pendapat hingga kultur, membuat sebuah keluarga harus berjuang untuk tetap bertahan dan harmonis.

Baca Juga: Dari Film The Godfather Kita Belajar Ini, Ada yang Pernah Nonton?

Rekomendasi Film tentang Keluarga dan Budaya Indonesia

Melalui 5 film ini, kita bisa melihat bagaimana sebuah keluarga mampu menghadapi konflik, yang mana dibungkus dengan latar belakang kebudayaan di Indonesia.

1. Ngeri-Ngeri Sedap (2022): Rindu Sang Anak Rantau

Seperti sebuah rutinitas, Pak Domu (Arswendy Nasution) menghabiskan malam dengan bersenda gurau bersama teman-temannya di lapo dekat Danau Toba.
Sambil asyik menikmati tuak, pria paruh baya yang berternak babi itu seketika terdiam. Matanya menatap ke arah pintu masuk lapo.

Di ujung sana, Mak Domu (Tika Panggabean) sudah siap menjemputnya untuk pulang ke rumah. Diiringi ledekan dari teman-temannya, Pak Domu tersenyum sambil berjalan mengikuti sang istri.

Dalam perjalanan menuju rumah, Mak Domu mencurahkan isi hatinya. Ia rindu ketiga anak laki-lakinya yang merantau dan tak kunjung pulang ke kampung halaman.

Padahal, sebentar lagi sang nenek akan mengadakan sebuah pesta adat Batak.

Film Ngeri-Ngeri Sedap yang Mengandung Budaya Batak – Image: IMBd

Namun, Domu (Boris Bokir) sang anak pertama justru merasa berat untuk kembali ke kampung halaman karena cintanya dengan wanita Sunda terhalang restu oleh ayahnya.

Begitu juga dengan Gabe (Lolox). Anak kedua dari empat bersaudara ini enggan pulang karena sibuk berkarir sebagai pelawak di TV nasional, meski dirinya adalah seorang sarjana hukum.

Sahat (Indra Jegel) si anak bungsu pun memilih mengabdi sebagai petani di Yogyakarta dan tinggal dengan Pak Pomo.

Pak Domu dan Mak Domu yang dilematis akhirnya pura-pura cerai agar ketiga putra mereka bisa kembali ke kampung halaman.

Sarma (Gita Bhebhita), sebagai satu-satunya anak perempuan yang tidak merantau, akhirnya panik dan membujuk tiga saudara laki-lakinya untuk pulang.

Sesampainya di kampung halaman, mi gomak buatan Mak Domu langsung menyambut hangat sang anak-anak rantau. Bahkan, Pak Domu dan keluarga pun secara utuh bisa menghadiri pesta yang digelar dengan meriah.

Sayangnya, Mak Domu yang masih rindu dengan kebersamaan keluarganya dan Pak Domu yang terus menentang pilihan anak-anaknya, justru menuntun mereka pada konflik baru.

Empat bersaudara itu pun harus bekerja sama agar keluarganya tetap utuh dan harmonis.

Sutradara: Bene Dion Rajagukguk
Produksi: Imajinari & Visionari Film Fund
Dapat ditonton di: Netflix

Yuk, cek 4 film lainnya di halaman selanjutnya!





Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *