Berminat Investasi Obligasi? Kenali Dulu Jenis-jenisnya



Di antara jenis aset investasi lainnya, obligasi juga bisa nih jadi pilihan kamu. Eits, sebelum kamu mulai berinvestasi, baiknya kenali dulu nih jenis-jenis obligasi.

Obligasi biasa dikenal juga dengan sebutan surat utang. Sama seperti saham, surat utang merupakan suatu efek yang dicatatkan di Bursa Efek.

Berbeda dengan saham, obligasi merupakan salah satu instrumen investasi yang memberikan imbal hasil tetap. Ada dua pihak yang dapat menerbitkan surat utang tersebut, yaitu pemerintah dan korporasi.

Baca juga: Ini 4 Fakta Menarik tentang Obligasi! Salah Satunya Mudah Dibeli Lewat Fintech Lho!

 

Jenis-Jenis Obligasi Berdasarkan Penerbitnya

Obligasi punya beberapa jenis dengan keunggulan dan risiko masing-masing. Untuk itu, sebelum memilih untuk berinvestasi dan membeli obligasi, ada baiknya kenali dulu jenis-jenisnya.

Berikut jenis-jenis obligasi yang perlu Be-emers ketahui berdasarkan penerbitnya:

1. Obligasi Pemerintah (Treasury Bond)

Sesuai namanya, obligasi ini tentunya diterbitkan oleh pemerintah, baik dari Kementerian Keuangan maupun Pemerintah Pusat. Obligasi yang diterbitan oleh pemerintah juga dikenal dengan istilah Treasury Bond.

Di Indonesia, dikutip dari laman resmi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pemerintah Republik Indonesia mengeluarkan obligasi dalam bentuk Surat Utang Negara (SUN) yang bertujuan untuk membiayai APBN.

Sama halnya dengan SUN, pemerintah juga menerbitkan dua jenis obligasi lain untuk menunjang APBN seperti Obligasi Ritel Indonesia (ORI) dan Obligasi Syariah.

Obligasi Pemerintah untuk Mendukung Pembangunan Nasional Ilustrasi Suara-Pembaruan.com – Image: Canva

ORI diterbitkan dalam nilai nominal yang lebih kecil agar dapat dibeli secara ritel. Sedangkan Obligasi Syariah atau Obligasi Sukuk merupakan alternatif obligasi yang bisa dipilih dengan berlandaskan prinsip syariah.

Obligasi diterbitkan dengan kupon tetap (Fixed Rate), kupon variable (Variable Rate), dan syariah. Dilansir dari laman Infovesta, selain Surat Utang Negara (SUN), obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah sendiri juga terdiri dari beberapa jenis lainnya seperti Obligasi Rekap yang bertujuan untuk Program Rekapitalisasi Perbankan.

Surat utang atau obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah juga dinilai sebagai jenis obligasi yang cukup aman karena dilindungi oleh undang-undang, yaitu UU NO. 24 Tahun 2002 Tentang Surat Utang Negara. UU tersebut menyatakan bahwa pemerintah menjamin pembayaran bunga dan pokoknya sesuai dengan masa berlakunya.

 

2. Obligasi Korporasi

Tak hanya pemerintah, pihak perusahaan atau korporasi pun juga bisa menerbitkan obligasi. Dalam hal ini, tak hanya korporasi swasta, tetapi juga BUMN.

Sama halnya dengan obligasi yang diterbitkan pemerintah, obligasi korporasi diterbitkan dengan kupon tetap, variabel, dan syariah.

Meski begitu, obligasi korporasi cenderung memiliki tingkat risiko yang lebih tinggi dibandingkan dengan pemerintah. Mengapa?

Obligasi Korporasi Ilustrasi Suara-Pembaruan.com - Image: Canva

Obligasi Korporasi Ilustrasi Suara-Pembaruan.com – Image: Canva

Hal ini terjadi karena risiko yang ada bergantung dari sejumlah faktor seperti jenis serta kondisi perusahaan dan kondisi pasar. Apabila kinerja keuangan perusahaan yang menerbitkan obligasi sedang kurang baik, maka risiko obligasi itu juga tinggi.

Risiko yang dimaksud adalah risiko gagal bayar atau dengan kata lain, penerbit obligasi berpotensi tidak mampu mengembalikan uang yang telah dibayarkan oleh pembeli obligasi. Bisa boncos deh kalau sampai gagal bayar.

Risiko obligasi juga tercermin dari tingkat kupon. Semakin tinggi besaran kupon, semakin tinggi pula risikonya.

Jadi, kalau teman-teman mendapatkan tawaran membeli obligasi dengan kupon tinggi dan sangat menggiurkan, maka lebih baik berhati-hati karena risiko gagal bayarnya juga akan semakin tinggi.

Baca juga: Ini Alasan Kamu Perlu Berinvestasi di Obligasi

 

3. Obligasi Pemerintah Daerah (Municipal Bond)

Municipal Bond merupakan obligasi uyang diterbitkan oleh pemerintah daerah. Jika Treasury Bond diterbitkan untuk mendukung pembangunan negara, obligasi daerah ditujukan untuk membiayai pengembangan fasilitas umum di suau daerah nih, Be-emers.

Obligasi Pemerintah Daerah Ilustrasi Suara-Pembaruan.com - Image: Canva

Obligasi Pemerintah Daerah untuk Mendukung Pembangunan Daerah Ilustrasi Suara-Pembaruan.com – Image: Canva

Biasanya sih, pemegang obligasi ini akan dibebaskan dari pajak. Mirip dengan tresury bond, obligasi pemerintah daerah juga lebih minim risiko dibanding obligasi yang diterbitkan oleh perusahaan.

4. Obligasi Luar Negeri

Enggak hanya di dalam negeri, obligasi juga bisa diterbitkan oleh negara asing, lho! Nah, jenis obligasi yang diterbitikan negara lain biasa disebut juga dengan Foreign Bond.

Foreign Bond Ilustrasi Suara-Pembaruan.com - Image: Canva

Foreign Bond Ilustrasi Suara-Pembaruan.com – Image: Canva

Jenis obligasi ini memiliki tingkat risiko yang cukup tinggi nih, Be-emers. Soalnya, Foreign Bond rentan dengan kondisi mata uang asing hingga risiko gagal bayar dari negara yang menerbitkannya.

Nah, kira-kira jenis obligasi apa nih yang cocok dengan profil risiko kamu, Be-emers?

Tulis aja pengalaman kamu terkait investasi, wirausaha, keuangan, hingga lifestyle di Suara-Pembaruan.com dengan klik “Mulai Menulis”.

Gabung juga yuk di komunitas Telegram kami! Klik di sini untuk bergabung.





Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.