Bertemu Dubes Ceko, Gubernur DIY Diskusikan Kerja Sama Pengembangan Konektivitas dan Sister City

  • Whatsapp
Bertemu Dubes Ceko, Gubernur DIY Diskusikan Kerja Sama Pengembangan Konektivitas dan Sister City


Suara-Pembaruan.com – Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Ceko untuk Republik Indonesia, Jaroslav Doleček, dengan didampingi istri, beraudiensi dengan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Pertemuan yang digelar di Gedhong Wilis, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Jumat (26/03) siang ini membahas seputar potensi kerjasama yang bisa dilakukan dengan Republik Ceko.

Jaroslav Doleček saat ditemui usai audiensi mengatakan selama diskusi dilakukan, banyak dibahas seputar pengembangan transportasi, konektivitas, dan kelistrikan. Termasuk di dalamnya adalah kerja sama sister city dua wilayah.

“We talked about potential program like tranSr sportation, and also connectivity, and about electricity, we also have purpose about boutique tourist, I mean that we could establish sister province cooperation, a mutual benefit between Czech and Yogyakarta Province,” ujarnya.

Adapun Jaroslav juga mengatakan bahwa kerja sama yang dilakukan, harus memberikan keuntungan yang sama besar bagi kedua belah pihak. Ia bertutur bahwa Sri Sultan terkesan dan senang dengan rencana kerja sama yang mungkin dilakukan kedua belah pihak. “He impressed and very happy,” jelasnya.

Sementara, Kepala DPPM DIY, Agus Priyono, yang mendampingi sang duta besar, mengutarakan bahwa kunjungan ini utamanya membahas soal konektivitas.

“Konektivitas di era Presiden Jokowi ini kan besar sekali ya, dibangun tak hanya sepetak, baik itu di Jawa maupun di luar Jawa. Sebut Manado, Sulawesi, di Kalimantan juga ada. Ini untuk memudahkan konektivitas, tak hanya untuk kepentingan transportasi saja namun juga sumber daya alam. Kebetulan Republik Ceko juga memiliki kelebihan di bidang teknologi perkeratapian, termasuk untuk nanti maintenance, sparepart, baik itu di Jawa  maupun luar Jawa,” tukas Agus.

Selanjutnya, hal lain yang dibahas adalah pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Ngarsa Dalem menawarkan agar Ceko bisa investasi kerja sama di Jogja melalui KEK. “Ini kan sedang dikembangkan kawasan aerotropolis, ini kesempatan besar bagi Ceko untuk menanamkan modal,” ujarnya.

“Lainnya, lanjut Agus, tentang sister province. His excellency akan cari provinsi di Ceko yang mirip Jogja, yang sekiranya kedua belah pihak bisa kerja sama, jadi bisa benar-benar bermanfaat kedua belah pihak. Ada juga nanti namanya pusat informasi pariwisata Ceko dan Eropa di Yogyakarta. Ini yang akan kita lihat update-nya, perkembangannya seperti apa,” tukas Agus.

Agus menambahkan bahwa potensi kerja sama yang akan dilakukan masih terus dicari. “Mana yang kira-kiranya silver step yang bisa diimplementasikan, jadi sifatnya masih diusahakan. Sebetulnya proyek Ceko di Jogja sudah cukup lama, misalnya Kulon Progo, Ceko ada di sana juga, jadi mana kira-kira dari sekian banyak yang bisa dikerjasamakan,” tukas Agus.

Adapun Jaroslav, menurut Agus, juga memberikan kesan yang baik terhadap penanganan Covid-19 di DIY. “Menurut beliau, Jogja itu hebat. Tadi dijelaskan Ngarsa Dalem, ini kerja kita bersama, kesadaran masyarakat memberlakukan protokol kesehatan. Mungkin akan ada exchange bagaimana untuk mengatasi pandemi, itu susah kayanya di Ceko, meningkatkan kesadaran masyarakat yang berasal dari family, teman-temannya, bukan dari pimpinannya,” katanya.

Agus melanjutkan, bahwa Jaroslav sempat kagum dengan orang Indonesia semuanya mengenakan masker. “Berbeda dengan yang beliau lihat di Praha, di negaranya, karena di sana kenaikan kasus di Ceko juga cukup tinggi yakni 8.000 per hari dengan penduduk 9 juta jiwa, bayangkan,” tukasnya. Dalam pandangan Jaroslav, dengan penduduk sekitar 3,6 juta jiwa, DIY dinilai mampu menekan laju penambahan kasus Covid-19.

Di samping itu, seusai bertemu dengan Gubernur DIY di Kompleks Kepatihan, Jaroslav dan istri selanjutnya berkunjung ke Keraton Yogyakarta dan tiba pukul 11.45 WIB. Jaroslav disambut oleh putri Gubernur DIY GKR Condrokirono dan menantu Gubernur DIY, KPH Purbodiningrat.

“Tadi dijelaskan sejarah keraton, menerangkan beberapa bangunan di keraton seperti Bangsal Srimanganti, Bangsal Kencana, Museum HB IX, Museum Batik,” jelas GKR Condrokirono, yang juga menjabat sebagai Penghageng Kawedanan Hageng Panitrapura Keraton Yogyakarta ini.

Adapun menurut penuturan GKR Condrokirono, Jaroslav juga sangat terkesan dengan budaya Jawa. “Senang banget beliau karena kebudayaan Jogja masih terpelihara. Tadi juga sempat mengobrol menanyakan tentang latar belakang dan pengalaman pendidikan putra Gubernur DIY yang semuanya memiliki pengalaman hidup dan studi di luar negeri. Tujuannya kunjungan ini murni sebagai lawatan wisata,” tutup GKR Condrokirono.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *