Ekonomi

China ingin Perluas Kerja Sama dengan Indonesia di Beberapa Pasar Utama

65
×

China ingin Perluas Kerja Sama dengan Indonesia di Beberapa Pasar Utama

Sebarkan artikel ini


China bersedia memperluas dan memperkuat kerja sama dengan Indonesia di industri-industri berkembang seperti ekonomi digital, fotovoltaik, dan kendaraan yang memanfaatkan energi baru, kata Presiden Xi Jinping pada hari Selasa (17/10).

China juga bersedia meningkatkan impor produk pertanian dan perikanan Indonesia, kata Xi dalam pertemuan dengan Presiden Indonesia Joko Widodo di sela-sela Forum Inisiatif Sabuk dan Jalan (BRI) China, menurut media pemerintah China CCTV.

Xi mengatakan kedua belah pihak harus memperdalam integrasi rantai industri dan rantai pasokan, dan bersama-sama mempromosikan pembangunan “koridor ekonomi komprehensif regional.”

Pada bulan Oktober, Jokowi meresmikan kereta berkecepatan tinggi senilai $7,3 miliar yang menghubungkan Jakarta dengan Bandung.

Jalur kereta itu, salah satu proyek infrastruktur andalan presiden dan bagian dari Inisiatif Sabuk dan Jalan China, sebelumnya menghadapi berbagai permasalahan mulai dari pengadaan lahan, penundaan terkait pandemi, dan biaya yang membengkak.

Pertemuan bilateral Presiden Joko Widodo dengan Perdana Menteri China Li Qiang di Diaoyutai State House, Beijing, 17 Oktober 2023. (Twitter/@jokowi)

Xi menyebut kereta berkecepatan tinggi tersebut sebagai “simbol keberhasilan signifikan” kerja sama China-Indonesia dalam mengembangkan BRI, dalam pembicaraannya dengan Jokowi, yang telah melakukan perjalanan ke China selama beberapa bulan terakhir.

Jokowi mengatakan Indonesia menganggap China sebagai mitra strategis yang penting dalam pembangunan dan konstruksi ekonomi nasional, dan “berharap untuk lebih memperkuat komunikasi dan kerja sama dengan China,” lapor media pemerintah China.

Xi mengatakan kedua belah pihak harus bekerja sama secara erat untuk menjaga sentralitas Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN), mempromosikan regionalisme terbuka, dan menunjukkan tanggung jawab negara-negara berkembang utama. [uh/ab]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *