Dinas Perdagangan Buka Layanan Konsultasi UMKM Yang Ingin Ekspor

  • Whatsapp
Dinas Perdagangan Buka Layanan Konsultasi UMKM Yang Ingin Ekspor


SuaraPemerintahDinas Perdagangan (Disdag) Kota Balikpapan membuka kesempatan bagi UMKM yang ingin mengirim produknya hingga ke luar negeri. Upaya yang dilakukan Disdag adalah dengan membuka layanan konsultasi dan pembinaan bagi UMKM di Kota Beriman.

Bacaan Lainnya

Kepala Disdag Balikpapan Arzaedi Rachman mengatakan, sampai saat ini sudah ada delapan UMKM yang dibina dan berpotensi melakukan ekspor. Walau secara keseluruhan masih ada yang sambil jalan atau berproses.

Sampai sekarang sudah ada tiga UMKM yang sudah berhasil ekspor. Selain itu, ada juga satu yang masih dalam proses perizinan. “Kami siap membantu. Silakan berkoordinasi dengan kami, tidak ada pungutan dan semua gratis,” terang Arzaedi Rabu (2/6/21).

Ia mempersilakan pelaku UMKM yang ingin ekspor untuk datang ke Dinas Perdagangan. Selama pihaknya membuka konsultasi, ia berharap, UMKM yang memiliki kemampuan menjual produk ekspor harus patut mencoba.

“Jangan yang ada di benak, ekspor ini susah perizinannya. Harusnya dicoba dulu saja,” katanya. Arzaedi menyebutkan, jika melihat dari tiga UMKM yang sudah menjalankan ekspor lebih dulu. Maka bisa terlihat proses perizinan sangat mudah.

Apalagi urusan dari pemerintah pusat sudah serba online. Misalnya yang sudah mulai ekspor seperti kepiting Kampung Timur dan Kopi Nusantara atau Delkoff. Dia menambahkan, rencananya segera menyusul lagi produk Balikpapan siap ekspor adalah Salakilo yang akan mengekspor komoditi merica ke Belanda.

“Bagi mereka yang mampu ekspor dan ada target buyer di luar, kenapa tidak coba,” sebutnya. Dia menambahkan, Disdag akan membantu berkonsultasi dan menyambungkan UMKM dengan Kementerian Perdagangan.

Tentu nantinya sesuai target negara tujuan ekspor masing-masing produk. Setelah itu, UMKM bisa berkonsultasi langsung dengan pemerintah pusat.

Arzaedi menegaskan, sejauh ini tidak ada batasan kategori produk bagi UMKM. “Produk apa aja bisa, contoh sambal Salakilo yang mulai di cari di Timur Tengah,” tuturnya. Walau ada potensi memang saat ini Salakilo masih dalam proses persiapan ekspor yang lebih serius.

Terbukanya jalur ekspor yang dimudahkan oleh kementerian, Disdag Balikpapan mendorong UMKM agar bisa memanfaatkan kesempatan tersebut. Sehingga produk buatan Kota Minyak juga mampu beredar dan dinikmati oleh berbagai orang mancanegara.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *