Duka Istri Awak KRI Nanggala 402, Ditinggal Pergi Suami saat Baru 2 Bulan Menikah

  • Whatsapp
Duka Istri Awak KRI Nanggala 402, Ditinggal Pergi Suami saat Baru 2 Bulan Menikah


Duka dan air mata masih menyelimuti keluarga awal kapal KRI Nanggala-402 yang gugur di perairan utara Bali. Tak terkecuali duka yang dirasakan oleh keluarga awak yang merupakan warga Kabupaten Banyuwangi,  Serda Ede Pandu Yudha Kusuma dan Sertu (Mes) Dedi Hari Susilo Serda Ede Pandu Yudha Kusuma. Salah satu anggota keluarga yang masih berduka ialah istri awak KRI Nanggala 402, yakni Mega Dian Pratiwi istri Serda Pandu.

Ya, pastinya mendengar kabar yang begitu mengejutkan menimpa orang tersayang akan sangat begitu menyayat hati. Terlebih, harus berpisah dengan suami untuk selama-lamanya.

Duka Istri Awak KRI Nanggala 402 yang Ditinggal Sang Suami

(dok Humas Pemkab Banyuwangi)

Mega dan almarhum diketahui merupakan pasangan yang belum lama ini menikah. Usia pernikahan mereka masih seumur jagung, baru sekitar 2 bulan menikah.

Masa-masa dan momen indah menjadi pengantin baru rasanya sudah pupus bagi Mega. Kini ia harus merelakan kepergian sang suami yang gugur saat menjalankan tugas.

Perempuan yang berprofesi sebagai bidan ini menangis haru tatkala Bupati Banyuwangi datang menghampirinya. Tangisannya pecah kala menceritakan pesan terakhir dari sang suami yang menjadi operator senjata di KRI Nanggala-402 tersebut.

Artikel Terkait: Pesan Awak KRI Nanggala 402: “Kalau Suamimu Berangkat Tugas, Anggap Ia Sudah Mati”

Pesan Terakhir Sang Suami

Baru 2 Bulan Menikah, Istri Awak KRI Nanggala 402 Harus Relakan Suami Pergi untuk Selamanya

Sang suami mengirim pesan terakhir pada Rabu, 21 April 2021. Tepatnya pukul 02.00 WIB dini hari ia menerima pesan yang dikirim melalui ponselnya.

“Mas Pandu pamit berlayar, minta doa supaya lancar. Setelah itu ponselnya tidak bisa dihubungi,” tutur Mega dikutip dari rilis Humas Pemkab Banyuwangi.

Setelah menerima pesan tersebut, ponsel sang suami tak bisa dihubungi. Tak lama, ia pun mendapatkan kabar duka bahwa kapal yang mengabarkan kapal selam yang tempat suaminya bertugas hilang kontak di perairan utara Pulau Bali.

“Suami saya sudah tenang…..”

istri-awak-kri-nanggala

Apalah daya kita manusia saat Tuhan sudah menentukan takdir seseorang. Begitu pula yang kiranya terlintas dalam benak Mega.

Cinta yang baru bersemi harus terpisahkan oleh maut. Rasa sedihnya membuncah, namun ia yakin bahwa sang suami sudah tenang di sisi Sang Maha Kuasa.

“Suami saya sudah tenang di sisi Allah, Bu,” ujar Mega sambil menangis seraya memegang pundak Bupati Ipuk erat.

Suasana berkabung pun begitu terasa. Sang Bupati mencoba menenangkan juga memberi doa serta dukungan pada Mega.

“Aamiin…aamiin. Insha Allah Mas Pandu syahid, syahid, syahid. Sabar, ikhlas ya Mbak,” jawab Ipuk.

Perbincangan dari hati ke hati pun dilakukan untuk saling menguatkan. Sebab, tak hanya Mega yang merasa kehilangan sosok sang suami. Warga Banyuwangi bahkan seluruh Indonesia pun merasa berduka akan kehilangan salah satu putra terbaiknya.

Artikel Terkait: Viral Curhatan Hati Istri ABK KRI Nanggala 402, “Papa Sabar Ya, Sebentar Lagi Kapal Ketemu”

Istri Awak KRI Nanggala 402 dan Keluarga Korban Lainnya Menggelar Doa Bersama

Sejak KRI Nanggala-402 dinyatakan hilang kontak pada Rabu (21/04), anggota keluarga para awak KRI saling mendoakan satu sama lain. Tak terkecuali keluarga Pandu.

Sang ibu mertua, yakni Yayak Dwi Ernawati mengungkapkan harapan dan keyakinannya pada menantunya itu. Ia masih begitu berharap bahwa Pandu bisa ditemukan dan pulang ke rumah.

“Saya masih punya keyakinan kuat bahwa Kapal Nanggala akan ditemukan dan anak saya bisa pulang berkumpul bersama keluarga,” ujar Erna.

Sosok Pandu di Mata Keluarga

Baru 2 Bulan Menikah, Istri Awak KRI Nanggala 402 Harus Relakan Suami Pergi untuk Selamanya

Lebih lanjut, orangtua Mega mengatakan bahwa sosok Pandu merupakan menantu yang bersahaja. Ia anak yang baik dan bertanggung jawab pada keluarganya. Ia kerap meminta doa setiap kali akan berlayar.

“Pandu selalu meminta doa saya sebelum berangkat. Mami, doakan Pandu mau berangkat,” kata Erna.

Tugas yang diemban Pandu memang krusial. Ia pun sering pergi berlayar, bahkan selang tiga hari setelah pernikahannya.

Tiap kali hendak berlayar Pandu memang kerap meminta doa keluarga. Tiga minggu sebelum kapal dinyatakan hilang kontak, ia telah berada di Surabaya untuk bersiap berlayar.

“Senin lalu sekitar pukul 08.00 WIB ia pamit mau berangkat berlayar. Ia juga telepon saya untuk meminta doa. Kami sangat dekat. Hingga saat ini kami masih yakin Pandu akan kembali berkumpul dengan keluarga,” kata Erna.

Artikel Terkait: Baru Berusia 18 Hari, Anak Korban KRI Nanggala 402 Ini Menjadi Yatim

Kita doakan saja ya Parents agar istri awak KRI Nanggala-402 beserta seluruh keluarga lainnya bisa tabah menghadapi ujian ini. 

****

Baca Juga:

Curahan Hati Anak Awak KRI Nanggala-402, “Papa Lagi Apa di Dalam Laut Sana?”

Seolah Firasat, Balita Ini Mengunci Ayahnya di Kamar Sebelum Bertugas di KRI Nanggala-402

Mengenang Letkol Heri Oktavian Komandan KRI Nanggala 402, Ayah Dua Anak Perempuan

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *