Enggak Cuma Negara, Kamu Juga Bisa Kena Middle Income Trap! Ini Penyebabnya



Anda pernah mendengar istilah perangkap pendapatan menengah enggak? Istilah ini sempat booming tahun 2019 lalu, karena presiden Joko Widodo optimis kalau Indonesia bakal keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah di tahun 2045.

Ternyata, enggak cuma negara aja nih yang bisa kena perangkap pendapatan menengahkondisi finansial kita juga bisa lho! Istilah perangkap pendapatan menengah ini adalah kondisi yang menggambarkan keuangan stagnan di level menengah.

Baca juga: Mengenal Istilah Dividend Trap, Benarkah Merugikan? Begini Penjelasannya

 

Hal yang Bisa Bikin Kita Kena Middle Income Trap

Kalau dilihat dari kondisi keuangan pribadi, sebenarnya apa aja sih yang bisa bikin kita kena perangkap pendapatan menengah?

1. Gaya Hidup Tinggi Banget

Kalau kata perencana keuangan OneShildt M. Andoko, dilansir dari Bisnis.comorang-orang yang terkena dampak perangkap pendapatan menengah biasanya ikut-ikut tren gaya hidup tanpa mikirin keuangan masa depannya.

Ibarat kata nih, gaya hidupnya tinggi banget. Gengsi dan lingkungan yang sosialita bisa jadi penyebabnya, lho.

Ini bukan masalah jumlah pendapatan seseorang. Soalnya, mau tinggi atau rendah pendapatan yang dimiliki, kalau gaya hidupnya juga enggak bisa dikendalikan, bisa jadi keadaan keuangannya malah susah meningkat. Menurut Andoko, hal itu merupakan paradoks keuangan.

Buat sebagian orang, pakai barang bermerekliburan ke luar negeri, sering nongkrong di tempat menyukaimemang bisa bikin senang sih.

Namun, kalau kondisi finansial kamu masih belum stabil, apalagi masa depan masih panjang, mending dikurang-kurangi atau bahkan dihindari dulu ya hedonnya. Biar kamu enggak kena perangkap pendapatan menengah di umur yang masih muda.

Penyebab Middle Income Trap ilustrasi Suara-Pembaruan.com – Image:Canva

2. Enggak Punya Tujuan Keuangan

Pernah nyasar dan terjebak di jalan yang di situ-situ aja? Enggak enak kan rasanya?

Nah, gitu juga kalau kamu kena perangkap pendapatan menengah. Ibarat lagi di jalan, dimana mesti tahu arah dan tujuannya, kamu juga harus punya tujuan keuangan biar enggak kejebak di pendapatan menengah.

Perencanaan atau tujuan keuangan yang baik juga bakal melindungi kamu dari keinginan sesaat atau perilaku konsumtif.

Langkah pertama, kamu bisa tinjauan dulu kondisi keuangan kamu. Setelah itu, coba kategorikan mana yang jadi kebutuhan dan keinginan. Jangan lupa, selalu prioritaskan kebutuhan dulu ya.

Sarannya, kamu juga bisa nih bagi-bagi pendapatan kamu jadi beberapa persen. Misalnya, 20 persen buat investasi, 35 persen buat cicilan, dan 45 persen sisanya bisa kamu atur buat kebutuhan lainnya.

Perangkap pendapatan menengah memang suka enggak terasa kalau kamu masih terus konsumtif. Hayookalau kamu merasa masih konsumtif, bisa jadi kamu sudah mulai kena jebakan pendapatan menengah nih.

Baca juga: Dibilang Hedon? Ini Gejala Kamu Konsumtif dan Cara Mengatasinya

Mau cerita atau artikel kamu dipublikasi di Suara-Pembaruan.com?

Yuk, tulis aja pengalaman kamu terkait investasi, wirausaha, keuangan, hingga lifestyle di Suara-Pembaruan.com dengan klik “Mulai Menulis”.

Gabung juga yuk di komunitas Telegram kami! Klik di sini untuk bergabung.





Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.