Fenomena Bubble Burst Makin Kencang, Ini Daftar Terbaru Startup yang Lakukan PHK


Buat Be-emers pegiat memulaipasti sudah tahu kabar tentang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang dilakukan oleh Shopee. Kabar badai PHK Shopee itu sudah dikonfirmasi oleh CEO Shopee, Chris Feng.

Eitstenang saja, Be-emers. Meskipun ada PHK massal untuk sebagian pegawainya di Amerika Latin dan Asia Tenggara termasuk Indonesia, Shopee menegaskan akan tetap lanjut beroperasi seperti biasa. Mereka menjanjikan layanan untuk mitra, pedagang, dan konsumen tidak terganggu.

Baca juga: Banyak Startup Officer yang PHK, Benarkah Scan Fenomena Bubble Burst?

 

Startup Indonesia yang Terdampak Bubble Burst

PHK yang dilakukan Shopee tak lepas dari fenomena gelembung meletus memulai di dunia ini. Yah, kira-kira memulai mana saja yang terdampak gelembung meletus memulai di Indonesia?

Berikut ini adalah daftar memulai yang melakukan PHK di Indonesia:

1. Shopee

Shopee dikabarkan akan melakukan PHK skala besar di beberapa pasar utama, termasuk Indonesia. Kabar ini seiring dengan badai PHK yang tengah dihadapi dunia startup secara global.

Keputusan untuk melaksanakan kebijakan PHK, menurut beberapa sumber telah diumumkan kepada karyawan dalam pertemuan town hall secara global.

Dalam memo internal yang dikutip oleh The Straits Times pada Selasa (14/6/2022), CEO Shopee Chris Feng, menyatakan bahwa pihaknya “membuat beberapa penyesuaian untuk mengoptimalkan operasi kami di segmen dan pasar tertentu,”

 

2. Pahamify

Memulai pendidikan asal Indonesia, Pahamify, juga memutuskan melakukan PHK pada karyawannya.

CEO Pahamify, Syarif Rousyan Fikri, menjelaskan pihaknya perlu beradaptasi di tengah situasi ekonomi makro terkini, caranya dengan mengoptimalkan proses bisnis internal. Sayangnya, optimalisasi itu menyebabkan pahamify harus mengambil keputusan PHK karyawan.

Kendati demikian, pihak Pahamify tidak menyebut jumlah karyawan yang terpengaruh. Namun Syarif mengatakan jumlah karyawan yang di PHK lebih kecil daripada rumor yang beredar di media sosial.

Baca juga: Fenomena Bubble Burst Startup Bikin Takut Generasi Milenial dan Z

 

3. SiCepat

Badai Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terjadi di perusahaan logistik SiCepat. Manajemen perusahaan mengakui adanya perombakan sumber daya manusia (SDM) yang berdampak kepada banyak pegawai.

Dari berbagai sumber, Chief Marketing Corporate Communication Officer SiCepat Ekspres, Wiwin Dewi Herawati pada Rabu (16/3/2022) membernarkan kabar tersebut. Wiwin mengatakan ada 361 karyawan SiCepat yang terkena PHK.

Kebijakan tersebut diambil setelah evaluasi rutin yang dilakukan oleh perusahaan. Evaluasi ini dilakukan sebanyak dua kali dalam setahun. Tujuannya untuk meningkatkan kualitas kinerja karyawan SiCepat di tengah sengitnya kompetisi bisnis logistik.

 

4. TaniHub

Pada awal Maret 2022, TaniHub menghentikan semua layanan bisnis ke konsumen (B2C). Hal tersebut menyebabkan TaniHub harus menghentikan operasional gudang di Bandung dan Bali.

TaniHub mengatakan keputusan tersebut diambil dengan pertimbangan untuk mempertajam fokus dan meningkatkan pertumbuhan melalui kegiatan segmen bisnis ke bisnis (B2B).

Selain itu, TaniHub pun mengakui dengan adanya penghentian operasional warehouse di Bandung dan Bali mengakibatkan adanya PHK bagi sejumlah pekerja TaniHub.

 

5. Zenius

Platform edu-tech Zenius mengakui memutuskan melakukan PHK. Kebijakan ini berdampak pada 200 karyawan Zenius. Menurut beberapa sumber, pihak Zenius beralasan mengambil langkah itu karena perusahaan terdampak kondisi makro ekonomi terburuk yang terjadi dalam beberapa dekade.

Zenius memastikan karyawan yang terdampak akan mendapatkan hak pesangon sesuai dengan peraturan dan undang-undang yang berlaku di Indonesia.

 

6. LinkAja

Head of Corporate Secretary Group LinkAja Reka Sadewo mengatakan LinkAja melakukan perubahan signifikan terkait dokus dan tujuan bisnis. Perubahan itu pada akhirnya membuat LinkAja melakukan re-organisasi SDM untuk kebutuhan fokus bisnis. Akibatnya sejumlah karyawan mengalami PHK.

7. ID JD

Kabar tidak menyenangkan datang dari sejumlah memulai dan perusahaan teknologi di Tanah Air, salah satunya perdagangan elektronik JD.ID yang melakukan pemutusan hubungan kerja atau PHK terhadap sejumlah karyawannya.

Director of General Management JD.ID Jenie Simon mengungkapkan bahwa keputusan memberhentikan sejumlah karyawan merupakan bagian dari restrukturisasi perusahaan.

“JD.ID juga melakukan pengambilan keputusan seperti tindakan restrukturisasi, yang mana di dalamnya terdapat juga pengurangan jumlah karyawan,” jelas Jenie, dalam keterangannya, Kamis (26/5/2022) dikutip dari Bisnis.com.

Editor: Rachma Amalia





Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.