Gelar Pasar Murah, Pengunjung Diminta Disiplin Protokol Kesehatan

  • Whatsapp
Gelar Pasar Murah, Pengunjung Diminta Disiplin Protokol Kesehatan


Suara-Pembaruan.com – Menjelang Idulfitri 1442 Hijriah/ 2021, Pemerintah Kabupaten Magelang menggelar Operasi Pasar dan Pasar Murah. Pengunjung yang datang diminta disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi (Disdagkop) UKM Kabupaten Magelang, Basirul Hakim menjelaskan, kegiatan tersebut bertujuan menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok masyarakat, dan membantu masyarakat memperoleh barang kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

Harga kebutuhan pokok masyarakat yang ditawarkan dalam kegiatan Pasar Murah ini di antaranya beras Rp42.500/pack lima kg, telur Rp20.000/kg, minyak goreng Rp13.400/liter, bawang merah Rp25.000/kg, bawang putih Rp20.000/kg, serta gula pasir Rp12.200/kg.

“Tujuannya untuk membantu masyarakat yang kurang mampu di masa pandemi ini supaya bisa memperoleh barang kebutuhan pokok dengan harga yang lebih murah daripada harga di pasaran. Karena barang tersebut langsung dari distributor,” jelas Basirul saat memantau kegiatan pasar murah di halaman Kantor Disdagkop UKM Kabupaten Magelang, Selasa (4/5/2021).

Ditambahkan, Pasar Murah diselenggarakan selama tiga hari pada 4-6 Mei 2021, pukul 09.00-12.00 WIB. Untuk menghindari penumoukan massa, Pasar Murah dibuka di tiga lokasi, yakni halaman Disdagkop UKM, GOR Gemilang Kompleks Setda Magelang, serta halaman Kantor Korpri depan Lapangan drh Soepardi Kota Mungkid.

Untuk mengantisipasi terjadinya penularan Covid-19 dalam kerumunan masyarakat, Basirul berpesan agar masyarakat yang akan membeli kebutuhan pokok di pasar murah ini harus disiplin menerapkan protokol kesehatan. Antara lain menjaga jarak, mengenakan masker, mencuci tangan, kemudian juga disediakan thermogun oleh petugas.

“Namun hari ini kita lihat masih agak lengang, tidak terjadi kerumunan dan menumpuk-numpuk,” ujar Basirul.

Terkait pemantauan Operasi Pasar di lapangan, Basirul mengatakan stok barang kebutuhan pokok masyarakat masih relatif aman. Operasi Pasar selama ini dilaksanakan di lima kecamatan, yakni Mertoyudan, Borobudur, Kaliangkrik, Candimulyo, dan Ngluwar.

“Biasanya kami melakukan operasi pasar di 21 kecamatan karena keterbatasan anggaran (refocusing) maka operasi pasar dilaksanakan di lima kecamatan saja untuk tahun ini,” pungkas Basirul.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *