H Phinera Wijaya, Wakil Rakyat Yang Merakyat Bicara Silat

  • Whatsapp

SUARA-PEMBARUAN.com Repost Beritasenator.com Tentang sosok H.Phinera Wijaya. Wakil rakyat yang merakyat. Ia juga aktif dalam urusan Pencaksilat.

Bacaan Lainnya

Salah satu pucuk pimpinan partai berlambang pohon beringin, merupakan Ketua Umum IPSI Jawa Barat.

Kang Icak, nama panggilannya, demikian fight untuk kemajuan, Pencak Silat di Tanah Air.

Pencaksilat adalah jati diri dan warisan leluhur budaya bangsa Indonesia, untuk itu perlu dijaga dan dilestarikan keberadaannya. Agar, tidak diakui oleh negara lain.

Terlebih usai ditetapkannya, pencaksilat secara resmi oleh UNESCO, pada 12 Desember 2019 lalu.

Silat melalui sidang khusus “Intergovernmental committe for safeguarding of the intangible culture heritage (IHG) di Bogota, Colombia.”

Menetapkan pencaksilat adalah warisan harta tak benda milik bangsa Indonesia.

Untuk jelasnya, Majalah MATRA mewawancarai khusus di kantor Kosgoro 57, jalan Rebana no 2, Bandung Jawa Barat.

Simak, petikan lengkap dari pria yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua Kosgoro57 Jabar di majalah MATRA edisi Desember 2021.

Obrolan tak hanya mengenai keberadaan beladiri tradisi pencaksilat dapat terus eksis di tanah air khususnya di provinsi Jawa Barat.

Karena beliau selain Ketua IPSI juga pembina di kosgoro57. Tentang dirinya dalam menoreh sejarah kosgoro57.

Cerita unik, kenapa Kosgoro itu bisa ada 57.

Pria yang sudah tiga kali menjabat anggota Dewan di Jawa Barat, sangat humble dan terbuka.

Wawancara sepertinya akan terus berlanjut, karena sosok kang Icak, terus mengajak siapa saja yang merasa terpanggil ikut berperan serta dalam menjaga dan melestarikan Pencak Silat.

BACA JUGA: Wawancara Kang Icak di Majalah MATRA edisi Desember 2021, Klik ini

Masih dalam rangkaian pembicaraan tentang Silat, majalah eksekutif edisi Januari 2022 juga akan memuat obrolan bersama Yusuf Munawar, Sekjen PDK Kosgoro 1957 Jawa Barat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *