Holding Industri Pertahanan Terapkan Teknologi Industri 4.0

  • Whatsapp
Holding Industri Pertahanan Terapkan Teknologi Industri 4.0


Bacaan Lainnya

Jakarta, Bumntrack.co.id – Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 2021 menjadi ruang bersama BUMN Industri Pertahanan untuk memantapkan langkah akselerasi mewujudkan Holding BUMN Industri Pertahanan. Tagline Selaraskan, Integrasikan, Akselerasi, Pastikan (SIAP) menjadi bekal Industri Pertahanan untuk melakukannya. PT Len Industri (Persero) ditunjuk sebagai induk Holding BUMN Industri Pertahanan mengingat trend pertahanan perang masa depan berbasis network centric warfare C5ISR, serta kemampuan mengintegrasikan teknologi dari tiap matra pertahanan, dan pengalaman Len Industri menjadi Induk Holding anak perusahaannya.

“Holding BUMN dapat mempercepat kemandirian Industri Pertahanan dengan menyelaraskan peta jalan startegis pengembangan dan pembangunan BUMN industri pertahanan dengan pemerintah serta pengguna, merubah paradigma belanja pertahanan menjadi investasi pertahanan, mengintegrasikan sinergi rantai pasok dalam Industri Pertahanan dalam meningkatkan kandungan lokal, mengangkat keunggulan solusi berbasis dual use of tehcnology serta memaksimalkan peluang menjadi bagian dari global supply chain industri pertahanan kelas dunia,” kata Direktur Utama PT Len Industri (Persero), Bobby Rasyidin di Bandung, Kamis (20/05).

Indonesia saat ini membutuhkan kesiapan Alat Peralatan Pertahanan dan Keamanan (Alpalhankam) menuju 100 persen essential force di 2024. Di sisi lain, Industri pertahanan sedang menghadapi berbagai problematika seperti terbatasnya dukungan fiskal dari pemerintah, terbatasnya permintaan jangka panjang, terbatasnya sinergi dan penyelarasan antar BUMN, hingga minimnya biaya riset dan pengembangan.

“Holding Industri Pertahanan menerapkan Teknologi Industri 4.0. Investasi digitalisasi proses bisnis akan menghasilkan efisiensi produksi yang meningkatkan jaminan pelayanan kepada user dalam pemenuhan kualitas dan ketepatan waktu order,” tambahnya.

Menurutnya, digitalisasi proses bisnis untuk operational excellence diantaranya Human Capital Management System, Otomatisasi Proses Produksi (Smaft Factory), Penerapan Artificial Intelligence, Integrasi SAP dan Manajemen Supplier dan e-Proc.

BUMN yang tergabung di dalam Holding Industri Pertahanan antara lain PT Len Industri (Persero) yang fokus pada C5ISR Platform beserta MRO dan solusi integrasi 3 matra (interoperability) melalui Network Centric Warfare. PT Pindad (Persero) dengan fokus pada platform matra darat, MRO dan penyediaan senjata serta munisi, PT Dirgantara Indonesia (Persero) dengan fokus pada platform matra udara dan MRO, PT Pal Indonesia (Persero) dengan fokus pengembangan matra laut dan MRO, serta PT DAHANA (Persero) dengan fokus pada pengembangan produk energetic material (bahan peledak) untuk seluruh matra pertahanan.

Langkah-langkah strategis untuk mewujudkan Holding BUMN Industri Pertahanan ini terus melaju. Selain persiapan memenuhi kebutuhan eksternal, upaya pembentukan soliditas internal juga terus dilakukan.

“Sejak 1 Juli 2020, Core Values AKHLAK menjadi identitas dan perekat budaya kerja BUMN yang menjadi dasar pembentukan karakter SDM di lingkungan BUMN, termasuk juga di BUMN Industri Pertahanan. Hal ini didukung dengan penerapan praktek tata Kelola perusahaan yang lebih baik (GCG),” pungkas Bobby Rasyidin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *