Ini Alasan Orang Bertahan Dalam Hubungan Tak Sehat

  • Whatsapp
Ini Alasan Orang Bertahan Dalam Hubungan Tak Sehat


Menjalin hubungan romantis pasti mengalami pasang surut perasaan. Ada rasa bahagia dan nyaman, atau esoknya mungkin bisa didera rasa pilu dan cemburu. Tetapi jika keadaan percintaan sudah sangat beracun dan berbahaya, adalah bijaksana untuk melepaskannya. Namun meninggalkan pasangan terkadang lebih mudah diucapkan daripada dilakukan.

Bacaan Lainnya

Photo:Pexels.com

Perlu disadari, sudah banyak kasus terjadi bahwa mempertahankan hubungan tidak sehat akan meracuni mental, membuat letih hati dan pikiran. Tetapi juga tidak sedikit orang tetap bertahan meski kondisi hubungan mereka sudah lama berjalan tidak seiring dan tidak harmonis.

Mengapa mereka tetap mempertahankannya walau harus menderita? Jika  ditinjau dari faktor psikologis, ini beberapa alasannya, dilansir dari Bright Side.

Takut Kesepian

Menurut sebuah penelitian, rasa takut sendirian dapat membuat orang bertahan dalam hubungan yang rusak. Ini karenakan alasan sederhana bahwa lebih baik memiliki pasangan yang tidak sempurna daripada menjadi lajang.

Mereka menganggap perpisahan itu mengerikan dan menyakitkan untuk waktu yang lama. Mereka juga tak ingin dihantui anggapan yang menilai bahwa orang dewasa yang melajang adalah hal negatif.

Berharap Berubah

Meski sebelumnya sudah banyak kasus terkait hubungan tidak sehat hanya menimbulkan banyak masalah dan kerugian, namun bagi orang yang tetap menjalaninya, hal itu seolah tidak dihiraukannya. 

Banyak orang berada dalam hubungan tidak sehat karena mereka mencintai pasangannya dan berharap suatu saat hubungan itu akan membaik atau dapat diselamatkan. 

Mereka juga mungkin berasumsi bahwa perilaku tidak sehat pasangannya adalah akibat dari keadaan yang sulit dan tidak disengaja, sehingga mereka berharap bisa mengubahnya menjadi pasangan yang lebih baik. Namun kenyataannya, kondisi tersebut seringkali menjadi lebih buruk dari waktu ke waktu dan jalinan hubungan mereka semakin rusak.

Harga Diri Rendah

Studi juga menunjukkan bahwa orang yang memiliki harga diri rendah cenderung tetap berada dalam hubungan tidak sehat. Meski orang itu sering mengalami pelecehan, dikecewakan dan diperlakukan tidak baik oleh pasangannya, namun mereka sudah jatuh ke dalam perangkap untuk menerima pasangan apa adanya.

Padahal sikap itu hanya akan membuat harga dirinya semakin rendah dinilai orang yang mengetahui hubugan mereka. Mungkin mereka menyadari itu, tetapi tidak memedulikannya.

Takut Ditolak

Mereka bertahan berada dalam hubungan tidak sehat karena mereka takut ke depannya tidak akan mendapat orang lain sebagai pengganti pasangannya.

Mereka takut nantinya akan mengalami penolakan dari orang yang disukainya. Orang yang takut ditolak bisa mengalami kesulitan mengekspresikan diri, mengekspresikan pikiran, dan membela diri. Jadi terpaksa mereka melekat pada pasangan saat ini, walau banyak beban mental dan kesengsaraan yang dialami. 

Gaslighting

Ada orang yang jadi merasa bersalah setelah mendapatkan situasi atau konfrontasi yang tidak menyenangkan dari pasangannya. Dia mendapat perlakuan manipulasi dari pasangannya yang ingin terlihat berkuasa dan selalu mengontrol.  Ini umumnya dikenal sebagai gaslighting.

Perilaku ini sering berkembang secara bertahap, sehingga menyulitkan seseorang untuk menyadari hal itu terjadi. Merasakan kecemasan, kebingungan, dan ketidakmampuan untuk memercayai diri sendiri dalam suatu hubungan adalah tanda-tanda orang mengalami gaslighting.

Pelaku gaslighting cenderung pintar memanipulasi sebuah kebohongan menjadi suatu pembenaran. Dia juga tahu sensitivitas dan kelemahan pasangannya, dan dia ahli menggunakan kedua hal tersebut untuk menjatuhkan pasangannya agar selalu merasa bersalah.



Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *