Kementerian PUPR BPPW Bengkulu Salurkan Air Bersih Korban Banjir

  • Whatsapp
Kementerian PUPR BPPW Bengkulu Salurkan Air Bersih Korban Banjir


Suara-Pembaruan.com – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Bengkulu sejak beberapa hari terakhir ini menyalurkan air bersih untuk warga yang menjadi korban banjir di sejumlah wilayah di Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu.

Bacaan Lainnya

Hal ini diungkapkan oleh Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mukomuko Juni Kurniadiana dalam keterangan di Mukomuko, Minggu, 23 Mei 2021.

Pihaknya menyebutkan pihak BPPW menyalurkan sekitar tiga mobil tangki air bersih sebesar 12 meter kubik air atau sebanyak 12.000 liter air bersih per hari kepada korban banjir di Desa Pondok Batu, Kecamatan Kota Mukomuko.

“Setiap hari pihak BPPW menurunkan tiga mobil tangki untuk menyalurkan air bersih untuk korban banjir di daerah ini. Satu mobil tangki berisi sebanyak empat meter kubik air bersih,” katanya.

Ia menyatakan sampai sekarang sebanyak tiga mobil tangki dari BPPW Wilayah Bengkulu yang terendam banjir dari luapan Sungai Selagan. Pihak BPPW masih menyalurkan air bersih ke pemukiman penduduk di Desa Pondok Batu di daerah ini.

“Pihak Kementerian PUPR melalui BPPW Bengkulu menyalurkan air bersih sampai warga tidak lagi kesulitan mendapatkan air bersih karena sumur gali milik warga di wilayah ini terendam banjir dari luapan Sungai Selagan,” katanya.

Ia mengatakan pihak balai menyiapkan sebanyak delapan tempat penampungan air yang diletakkan di beberapa titik pemukiman padat penduduk yang menjadi korban banjir di wilayah ini.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mukomuko bersama dengan relawan menguras sumur warga terdampak banjir di sejumlah wilayah daerah ini karena kondisi banjir yang sudah surut. Ada sekitar enam pompa yang digunakan untuk menguras sumur warga.

“Kita menguras sumur warga terdampak menggunakan enam mesin pompa yang dipinjamkan dari Balai Wilayah Sungai Sumatera VII,” ujarnya.

Banjir yang terjadi di wilayah ini, yakni Desa Pondok Batu, Tranbandep, Desa Tanah Harapan dan Desa Pondok Kopi selain merendam jalan dan rumah warga di wilayah ini, termasuk merendam sumur warga di wilayah ini, demikian Juni Kurniadana. (red/pen)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *