Kemhub Jadikan Bogor Kota Percontohan Subsidi Angkutan Massal BTS

  • Whatsapp
Kemhub Jadikan Bogor Kota Percontohan Subsidi Angkutan Massal BTS


Suara-Pembaruan.com – Kementerian Perhubungan (Kemhub) akan menetapkan Bogor sebagai kota percontohan penerapan program subsidi layanan angkutan massal melalui skema Buy The Service (BTS) di kawasan Jabodetabek.

“Kita meliihat Kota Bogor akan menjadi percontohan berikutnya (implementasi BTS) dan saya harapkan Wali Kota Bogor Bima Arya yang sejak lama meminta ini diprogramkan di sana, insyallah kita bisa jalankan,” ucap Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Rabu (28/4).

Melalui program BTS dari Kemhub ini, Budi mengungkapkan pihaknya sudah mengakomodir lebih dari 1 juta perjalanan masyarakat. Walaupun pada 2 Desember 2020 lalu dibatasi 50%, tapi layanan BTS sudah mencapai 1,5 juta.

Hal tersebut membuktikan bahwa program subsidi angkutan massal ini penting dan bisa dilakukan tidak saja di lima kota seperti Medan, Palembang, Yogyakarta, Surakarta, dan Denpasar, tetapi juga di kota-kota lain.

“Kita memperhatikan, Indonesia memiliki kawasan aglomerasi. Jabodetabek adalah satu yang paling besar dengan penduduk lebih dari 33 juta. Pergerakannya kalau kita catat, mencapai 8 juta per hari dan tentu hal ini bisa menjadi upaya shifting (pergeseran) dari penggunaan angkutan pribadi ke angkutan umum apabila kita memberikan layanan-layanan yang lebih baik, nyaman, dan aman,” terangnya.

Pasalnya, kenyamanan dan keamanan bagi masyarakat ini menjadi manfaat atau keunggulan lain dari BTS. Terlebih bila dikaitkan dengan kemacetan atau polusi udara. Dari sisi ekonomi, dengan adanya BTS atau bus dengan skema BTS masyarakat pasti akan merasakan biaya transportasi yang lebih murah.

Karena itu, Menhub Budi menekankan agar upaya-upaya tersebut dapat dijalankann secara saksama dengan pembahasan yang matang.

Lebih lanjut, Budi menuturkan, berdasarkan pada pembangunan jangka menengah, BTS juga akan dikembangkan di wilayah Jabodetabek lain. Ia berharap, apa yang dilakukan di Bogor ini betul-betul dapat dikerjakan secara baik dan cermat dengan melibatkan para stakeholder.

“Saya yakin, ini insyallah bisa membantu agar pengembangan angkutan modern yang massal menjadi lebih baik sehingga coverage layanan di kotanya juga lebih baik,” tutupnya.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *