Kunjungi Putin & Zelensky, Jokowi Dikawal 39 Pasukan Elite Khusus

Putra Mahkota Arab Saudi Muhammad bin Salman

Kerajaan Arab Saudi telah mengalami banyak perubahan dan peningkatan di beberapa sektor hiburan d bawah kepemimpinan putra mahkota Arab Saudi Muhammad bin Salman atau yang biasa dipanggil MBS. Bahkan, kini dukungan terhadap perempuan juga semakin terlihat.

Hal itu tercermin dari Visi Arab Saudi di tahun 2030. Dari sektor energi, Arab Saudi bakal membangun pembangkit listrik tenaga angin pertama di negara itu. Tak tanggung-tanggung, pembangkit yang dibangun di wilayah Dumat al-Jandal itu berkapasitas 400 megawatt.

“Dumat al-Jandal adalah ladang angin terbesar di kawasan itu, dan terdiri dari 99 turbin angin, masing-masing dengan kapasitas untuk menghasilkan listrik hingga 70.000 rumah di kerajaan itu,” demikian salah satu visi Arab Saudi di tahun 2030.

Saat ini, proses pengujian pembangkit itu telah rampung. Saat ini energi yang dihasilkan pembangkit telah disambungkan ke jaringan distribusi listrik nasional. Bila nanti beroperasi penuh, pembangkit itu akan menghemat 988 ribu ton karbondioksida per tahun untuk mendukung tujuan mitigasi perubahan iklim Saudi.

Selain itu, pembangkit tersebut juga merupakan simbol lepasnya Saudi dari energi listrik yang mayoritas berbasis tenaga minyak dan gas.

Visi Saudi 2030 sendiri merupakan sebuah gambaran perekonomian baru Arab Saudi di tahun 2030. Dalam visi itu, Raja Salman menginginkan agar ketergantungan negara itu terhadap migas dikurangi dan sektor ekonomi terdiversifikasi.

Di sisi lain, dari segi investasi, Arab Saudi memiliki visi untuk menarik investasi langsung (FDI) di luar minyak dan gas (migas) hingga 100 miliar dolar AS.

Tujuannya adalah mengakhiri ketergantungan kerajaan pada bahan bakar fosi. Target jangka panjang FDI Arab Saudi mencapai 5,7 persen dari produk domestik bruto (PDB) di tahun 2030.

Selain itu, Visi 2030 yang dicetuskan oleh putra mahkota Arab Saudi Muhammad bin Salman juga mendiversifikasikan ekonomi Arab Saudi serta mengembangkan sektor layanan umum seperti kesehatan, pendidikan, infrastruktur, rekreasi dan pariwisata di Arab Saudi.

Sejauh ini, visi 2030 Muhammad bin Salman membawa perubahan drastis di Arab Saudi. Banyak aturan-aturan yang semula dilarang di Arab Saudi kini diperbolehkan oleh putra mahkota Arab Saudi Muhammad bin Salman dengan Visi 2030.

Diantaranya adalah kebebasan-kebebasan yang diberikan kepada para wanita di Arab Saudi yang sebelumnya dilarang dan diharamkan.

Adapun di bidang pariwisata dan hiburan, sang putra mahkora memperbolehkan musik, bioskop, dan kebebasan berpakaian bagi wanita ketika di pantai.

Hal ini ternyata membuahkan hasil dan membuat dunia hiburan di Arab Saudi berkembang pesat dengan Visi 2030 milik putra mahkota Arab Saudi Muhammad bin Salman.

Pada hari Rabu, 2 Februari 2022, Kementerian Perdagangan Kerajaan Arab Saudi mengumumkan bahwa Arab Saudi mengalami jumlah pendaftaran komersial tertinggi di industri hiburan dan seni yang dikeluarkan selama enam tahun terakhir dengan peningkatan 906 persen pada tahun 2021 dibandingkan dengan tahun 2015 lalu.

Menurut sebuah pernyataan, kementerian Arab Saudi mengeluarkan 2.847 register komersial untuk sektor hiburan dan seni selama tahun 2021, menambahkan bahwa hanya 283 register komersial yang diterbitkan pada tahun 2015 di Arab Saudi.

Jumlah total register komersial yang dikeluarkan untuk sektor hiburan dan seni di Kerajaan Arab Saudi kini telah mencapai 11.424.

Meski demikian, Visi 2030 Muhammad bin Salman juga mendapatkan banyak kecaman dari sebagian masyarakat Arab Saudi. Itu karena Kerajaan Arab Saudi dikenal sebagai negara Islam yang kental dan ketat dalam setiap aturan.

Visi 2030 Presiden RI Joko Widodo

Senada dengan Muhammad bin Salman, Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi) juga memiliki visi untuk Tanah Air di tahun 2030. Visi pertama adalah ia ingin Indonesia menjadi mitra strategis bagi Arab Saudi.

“Saya yakin Indonesia dapat menjadi mitra yang strategis dalam upaya mencapai visi 2030 Arab Saudi melalui kerja sama ekonomi yang erat sebagai sesama negara Muslim,” ujar Jokowi kala itu.

Di sisi lain, Jokowi juga ingin ada langkah-langkah fundamental untuk memastikan tercapainya pembangunan hijau di tataran global harus dilakukan. Pertama, mewujudkan enabling environment yang mendorong sinergi antara investasi dan penciptaan lapangan kerja dengan pembangunan hijau. Dia mengungkapkan hal itu dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) P4G – Partnering for Green Growth and Global Goals 2030 di Korea Selatan.

“Indonesia telah menerapkan perencanaan pembangunan rendah karbon yang menjadi bagian tak terpisahkan dari rencana pembangunan jangka menengah nasional. Indonesia juga telah meluncurkan Undang-Undang Cipta Kerja sebagai wujud komitmen Indonesia agar kemajuan ekonomi dan sosial masyarakat tidak merugikan lingkungan,” tegas Jokowi.

Kedua, mendorong inovasi dalam memobilisasi sumber daya pendukung bagi implementasi pertumbuhan hijau. Menurut Kepala Negara, ketersediaan dukungan pendanaan dan transfer teknologi merupakan kunci sukses bagi pembangunan hijau, bagi netralitas karbon. Oleh karena itu, lanjutnya, Indonesia terbuka bagi investasi dan transfer teknologi.

“Indonesia tengah mengembangkan kawasan industri hijau terbesar di dunia, di Kalimantan Utara yang mempunyai potensi besar dalam pengembangan energi terbarukan. Indonesia juga memiliki visi untuk membangun pasar karbon dan akan menjadi pemilik stok karbon terbesar di dunia,” imbuhnya.

Ketiga, Presiden RI memandang setiap negara perlu memperkuat kerja sama konkret yang bisa segera efektif dilaksanakan dan bisa berkelanjutan. Menurutnya, proteksionisme yang berkedok isu lingkungan harus dihindari. Parameter prolingkungan harus jelas, serta dijalankan secara jujur dan transparan.

“Kerja sama dan upaya bersama untuk menyelesaikan masalah bersama menjadi syarat fundamental bagi kesuksesan ekonomi hijau, apalagi di saat dunia dalam masa pemulihan pandemi sekarang ini. Dan saya tegaskan bahwa Indonesia berkomitmen tinggi untuk bersama-sama dunia mewujudkan kehidupan yang lebih berkelanjutan, inklusif, dan berketahanan,”

Dari segi ekonomi, Jokowi optimistis Indonesia akan masuk dalam top ten ekonomi global di tahun 2030.

“Kemajuan industri 4.0 akan menjadikan Indonesia top ten ekonomi global di tahun 2030,” katanya.

“Tahun 2045, satu abad kemerdekaan Indonesia, akan menjadi tahun emas untuk Indonesia. Indonesia emas. ini adalah visi besar Indonesia. Indonesia Emas yang diwujudkan melalui industri 4.0,” sambung Jokowi.

Jokowi memaparkan sejumlah kelebihan Indonesia yang dapat menjadi potensi kekuatan ekonomi dunia. Diantaranya yakni ekonomi digital dan Industri 4.0 Indonesia merupakan tercepat di Asia Tenggara. Indonesia memiliki banyak startup yang beberapa diantaranya telah menjadi unicorn bahkan, decacorn.

“Indonesia memiliki (jumlah) startup sekitar 2.193, kelima terbesar di dunia, Indonesia memiliki 5 unicorn, dan Indonesia bahkan telah memiliki satu decacorn,” kata Jokowi.

Pada 2025 mendatang, kata Jokowi, Industri ekonomi digital tersebut akan berkontribusi pada PDB Indonesia sekitar 133 miliar dolar Amerika Serikat. Oleh karenanya pada 2030 ekonomi Indonesia akan masuk 10 terbesar dunia.

“Didukung 185 juta penduduk yang memiliki akses internet terbesar ke empat di dunia,” tegas dia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.