Masih Terpaku Pada Satu Instrumen Investasi? Yuk, Ubah Pola Investasi Perlahan-Lahan

Bagi investor pemula, banyaknya instrumen investasi yang ada terkadang membuat bingung. Harus mempelajari satu per satu keunggulan dan kekurangannya, mempelajari cara kerja, dan istilah-istilah yang ada.

Memilih instrumen investasi yang tepat pun kadang terasa susah. Ada yang harus melalui proses panjang coba-cobaada yang baru mencoba satu dan langsung merasa cocok.

Seringkali investor pemula terjebak pada kondisi kedua tersebut, baru coba-coba pada satu instrumen investasi tapi langsung merasa cocok sehingga tidak mau mengeksplorasi lebih jauh.

Padahal ketika kita hanya terpaku pada satu instrumen investasi saja, resikonya akan lebih besar. Memang sebagai investor pemula ada rasa ketakutan untuk sekaligus mencoba banyak investasi.

Dana yang terbatas juga biasanya menjadi kendala untuk melakukan investasi di beberapa instrumen sekaligus. Bukan berarti kamu harus langsung membeli sekaligus banyak instrumen investasi.

Pelan-pelan saja, yang penting rencanakan dan lakukan riset terhadap instrumen-instrumen investasi yang ada.

Memang kenapa, sih, terpaku pada satu instrumen investasi memiliki resiko yang lebih tinggi?

  1. Instrumen Investasi Pasti Mengalami Pasang Surut

    Masa pasang surut atau untung rugi adalah hal yang lumrah dalam berinvestasi. Di instrumen investasi apapun pasti ada masa pasang surut.

    Masa ini dipengaruhi banyak sekali faktor, terkadang yang tidak diduga juga seperti pandemi. Nah, ketika salah satu instrumen investasimu terdampak saat masa ini kamu masih memiliki instrumen investasi lain.

    Bagaimana jika instrumen investasi lain ikut terdampak juga? Kemungkinan seperti ini bisa saja terjadi. Jangan panik, kalkulasikan kerugian yang terjadi dan buat rencana keluar. Setidaknya kamu masih memiliki instrumen investasi lain sebagai penopang.

  2. Jika Memilih Instrumen yang Fluktuatif, Kamu Perlu Back Up

    Jika kamu hanya memiliki satu instrumen investasi, terlebih yang sifatnya fluktuatif seperti saham kamu perlu back up.

    Misalkan saham yang menjadi investasimu satu-satunya sedang mengalami masa surut entah sampai kapan, kamu masih punya profit dari instrumen lain yang berbeda.

    Triknya kamu harus memilih instrumen yang jauh berbeda. Misalkan instrumen pilihan pertama risiko tinggi pengembalian tinggimaka instrumen pilihan kedua lebih baik yang mana jangka panjang dan resiko rendah.

  3. Anda tidak tahu mana yang paling cocok

    Hanya terpaku pada satu instrumen investasi saja membuatmu terlalu fokus hingga tidak tahu mana yang paling sesuai dengan keadaan finansial dan rencana jangka panjang.

    Akibatnya kamu tidak mengeksplorasi instrumen investasi lain, padahal mungkin saja instrumen investasi lain lebih menjanjikan untukmu.

    Jika sudah mencoba lebih dari satu instrumen investasi dan merasa cocok dengan instrumen tertentu, kamu bisa memutuskan untuk focus pada instrumen tersebut.

Nah, untuk kamu investor pemula tidak perlu terburu-buru. Rencanakan dahulu sambil mengumpulkan dana untuk investasi di beberapa instrumen.

Ingin membagikan pengalamanmu explore instrumen investasi dan menemukan yang sesuai juga? Yuk, mulai tulis pengalamanmu seputar investasi, wirausaha, keuangan, lifestyle, ataupun entertainment di Suara-Pembaruan.com dengan klik “Mulai Menulis”.

Submit artikelnya, kumpulkan poinnya, dan dapatkan hadiahnya!

Gabung juga yuk di komunitas Telegram kami! Klik di sini untuk bergabung.





Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.