Mastel: Rencana Penguatan SDM Digital Nasional, Perlu Terintergrasi dan Terkoordinasi

  • Whatsapp


Jakarta, Selular.ID – Keterampilan dan kepemimpinan sumber daya manusia (SDM) di bidang digital diyakini menjadi kunci keberhasilan transformasi digital, yang saat ini semakin terakselerasi.

Bacaan Lainnya

Kendati demikian di Indonesia sendiri tengah dalam perjalanan menuju penyiapan SDM digital, yang tak dipungkiri juga gencar dilakukan belakangan ini.

Ketua Aplikasi/Platform Nasional (Platformatika) Mastel, Djarot Subiantoro menuturkan di Indonesia sendiri sudah banyak roadmap, peta okupansi untuk kembangkan SDM, rencana pengembangan dan lain sebagainya,  namu yang menjadi tantangan ialah soal bagaimana penerapan dari eksekusi perencanaan tersebut yang perlu diperhatikan.

“Dan saat ini banyak perusahaan bidang TIK lokal kesulitan menemumkan kompetensi yang tepat di area digital, akibatnya tak sedikit dari mereka melakukan relokasi ke negara lain, bahkan banyak unicorn kita mengelar pengembangan produk di India, Singapura dan lain sebagainya,” terang Djarot.

Kemudian Djarot juga meceritakan, untuk urusan pengembangan SDM digital India merupakan salah satu negara bisa dibilang sukses, sekaligus bisa menjadi percontohan.

“kita harus mengakui salah satu negara sukses membangun SDM digital adalah india. Seperti yang kita ketahui CEO perusahan teknologi top global saat ini dipimpin oleh oleh SDM dari India, sebut saja seperti Twitter, IBM, Alphabet, Microsoft,” lanjutnya.

Kunci sukses India membenahi SDM manusianya di bidang digital ada pada strateginya, yang menurut Djarot yang pernah berkunjung langsung ke India menyaksikan langsung rencana pengembanganya, yang dinilai sangat terintergrasi dan terkoordinasi dengan baik.

“Pada 2002, India memiliki strategi pengembangan SDM agar dapat bersaing di pasar global. Mereka memiliki empat pilar, pertama itu SDM, infrastruktur fisik, kebijakan dan hukum, dan lalu pemanfaatan,” cerita Djarot.

Dari setiap pilar memiliki masing-masing tahapan, dan dilakukan dengan selaras, mulai dari pengembangan bidang SDM misal persiapkan SDM untuk bersaing di pasar global, pengembanganya melalui SDM di kota maupun pedesaan.

“Dibidang infrastruktur fisik, dalam kebijakan awalnya memang mereka banyak import, lalu  ada task force TIK nasional, dan kemudian mendorong ekspor. Di situ pasar modal dibukanan, dan mulai pemanfaatan industri,” paparnya.

Sedangkan di Indonesia sendiri, menurut Djarot juga memiliki pilar-pilar perencanaan serupa.

“namun yang perlu kita perhatikan ialah harus dilakukan secara terintergrasi dan terkoordinasi, mungkin diperlukan CIO nasional untuk mengorkestrasikan empat hal ini,” tandasnya.

Sekedar tambahan, pemerintah tengah melakukan akselerasi pengembangan SDM digital hingga 2024. Ditargetkan sekitar 12,5 juta penduduk per tahun atau 50 juta penduduk Indonesia yang akan terliterasi secara digital hingga 2024.

Lalu Kualitas sumber daya manusia (SDM) kelas menengah dan transformasi digital juga menjadi rencana dalam visi pemerintah Indonesia Maju 2045, dalam hal ini pemerintah Indonesia akan melaluinya dengan empat pilar.

Empat pilar itu, yaitu (1) Pembangunan Manusia serta Penguasaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, (2) Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan, (3) Pemerataan Pembangunan, serta (4) Pemantapan Ketahanan Nasional dan Tata Kelola Kepemerintahan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *