Headline

Menelusuri Tradisi Baju Baru Saat Lebaran, Sudah Ada Sejak Abad 16

130
×

Menelusuri Tradisi Baju Baru Saat Lebaran, Sudah Ada Sejak Abad 16

Sebarkan artikel ini
Menelusuri Tradisi Baju Baru Saat Lebaran, Sudah Ada Sejak Abad 16


Kita tahu, hari raya Idul Fitri di Indonesia identik dengan baju baru. Menjelang lebaran, pusat perbelanjaan dan toko-toko mulai sesak oleh pengunjung yang berburu baju. Nah, di bawah ini kami mencoba menelusuri sejak kapan sih tradisi baju baru saat lebaran di Indonesia dimulai. Simak penjelasannya di bawah ini ya!

Tradisi Baju Baru Saat Lebaran, Sudah Ada di Indonesia Sejak Abad 16

Sumber: Shutterstock

Tak terasa ya Parents, lebaran telah tiba. Apakah Anda termasuk orang yang merayakan Idul Fitri dengan baju baru? Pernahkah Anda berpikir sejak kapan tradisi baju lebaran dimulai di Indonesia?  

Ternyata tradisi baju lebaran di Indonesia sudah dimulai sejak abad ke-16 tepatnya pada tahun 1596 pada masa Kesultanan Banten. Kala itu, menjelang Idul Fitri, mayoritas umat muslim di bawah Kesultanan Banten merayakan hari lebaran dengan memakai baju baru. 

Namun, hanya orang-orang dari anggota keluarga kerajaan yang membeli baju baru saat lebaran. Sedangkan, warga biasa memakai baju hasil menjahit sendiri. 

Mengutip Historia, kebiasaan membeli baju baru pada abad ke-16 dapat ditelusuri dari buku Sejarah Nasional Indonesia karya Marwati Djoened Poesponegoro dan Nugroho Notosusanto. Tak hanya ditemukan di Kesultanan Banten saja, hal serupa juga ditemukan di wilayah Kerajaan Mataram Baru, Yogyakarta. 

Masyarakat Yogyakarta kala itu berbondong-bondong mencari baju baru, baik dengan membeli atau menjahit baju sendiri. 

Baca juga: 10 Ide Hampers Lebaran yang Anti Mainstream

Menelusuri Tradisi Baju Baru saat Lebaran Pada Masa Kolonial

tradisi baju baru

Tradisi memakai baju baru ternyata berlanjut hingga ke masa kolonial. Saat VOC datang ke Indonesia yang kala itu masih bernama Hindia Belanda, masyarakat setempat tercatat sudah memiliki kebiasaan memakai pakaian baru saat perayaan Idul Fitri. Bukan hanya itu saja, ada pula makanan khas yang dihidangkan khusus saat lebaran dan kebiasaan saling berkunjung ke rumah saudara. 

“Di mana-mana perayaan pesta ini disertai hidangan makan khusus, saling bertandang yang dilakukan oleh kaum kerabat dan kenalan, pembelian pakaian baru, serta berbagai bentuk hiburan yang menggembirakan.”

Demikian yang tertulis dalam “Nasihat-Nasihat Snouck Hurgronje Semasa Kepegawaiannya kepada Pemerintah Hindia Belanda 1889–1936 Jilid IV” seperti dikutip dari Historia. 

Buku yang ditulis oleh Snouck Hurgronje, Penasihat Urusan Pribumi untuk Pemerintah Kolonial itu juga memuat tentang kebiasaan masyarakat setempat yang menggelar acara hiburan pada saat hari raya Idul Fitri. Ternyata tak beda jauh dengan tradisi lebaran pada masa sekarang ya Parents?

Dalam buku berjudul “Islam di Hindia Belanda”, Snouck Hurgronje juga mengatakan bahwa kebiasaan pribumi yang memakai baju baru di kala lebaran mengingatkannya pada tradisi orang Eropa ketika tahun baru. 

Baca juga: 13 Ide Hadiah Lebaran untuk Keluarga dan Sahabat, Sederhana tapi Berkesan!

Hukum Memakai Baju Baru Saat Lebaran menurut Islam

tradisi baju baru

Sumber: iStockphoto

Meski telah menjadi tradisi, namun menurut Islam, membeli baju baru saat lebaran pada dasarnya bukanlah suatu keharusan. Seperti diriwayatkan oleh Bukhari dalam sebuah hadits berikut ini:

“Umar mengambil sebuah jubah sutra yang dijual di pasar, ia mengambilnya dan membawanya kepada Rasulullah SAW dan berkata : “Wahai Rasulullah, belilah jubah ini serta berhiaslah dengan jubah ini di hari raya dan penyambutan”. Rasulullah berkata kepada Umar: “Sesungguhnya jubah ini adalah pakaian orang yang tidak mendapat bagian”.” (HR. Al Bukhari)

Lewat hadits tersebut, ulama menafsirkan bahwa membeli pakai baru di hari raya bukanlah suatu kewajiban. Namun, berhias diri lebih dianjurkan. Abu Al-Hasan dalam Hasyiah As-Sindi ala An-Nasa’i menjelaskan kebiasaan para salaf atau orang-orang terdahulu menjelang lebaran:

“Dari hadis ini diketahui, bahwa berhias di hari raya termasuk kebiasaan yang sudah ada di kalangan para sahabat, dan Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam juga tidak mengingkarinya.”

Dari hadits tersebut, dapat disimpulkan bahwa membeli pakaian baru untuk menyambut hari raya Idul Fitri bukanlah kewajiban apalagi tradisi dalam Islam. Namun, umat muslim dianjurkan untuk berhias diri ketika lebaran seperti yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW. 

Nah, Parents, itu tadi penjelasan mengenai tradisi baju baru saat lebaran. Jadi, apakah Anda membeli baju baru untuk lebaran tahun ini? Kalaupun tidak, jangan berkecil hati ya. Sebab, yang terpenting adalah tampil bersih dan wangi di hari lebaran.

Baca juga:

11 Tradisi Lebaran yang Masih Tetap Terjaga Kelestariannya

20 Ide Dekorasi Lebaran, Membuat Suasana Hari Raya Lebih Terasa

Lebaran Sebentar Lagi, Coba 8 Resep Kue Unik untuk Suguhan di Hari Raya

 

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ada 3 Jenis Hubungan, Anda Berada di Mana?
Headline

Ada tiga jenis hubungan, dan masing-masing mempengaruhi bagaimana kita mencintai satu sama lain dan diri kita sendiri: hubungan tradisional, hubungan sadar, dan hubungan transenden.  Photo by Alan Quirvan on Unsplash…