Saham  

Mengenal Sekilas Sejarah hingga Fungsi Pasar Modal



Kabar dari Tujuan Masyarakat Budaya berhasil membuat heboh perekonomian Batavia di tahun 1892. Perusahaan perkebunan itu melakukan penjualan 400 saham senilai 500 gulden per sahamnya.

Melihat hal itu, Pemerintah Kolonial Belanda melalui Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC), yang sedang membangun perkebunan secara besar-besaran di Hindia Belanda, kemudian mulai menawarkan perusahaan perkebunan itu kepada para kalangan elit Belanda dan Eropa untuk mengumpulkan pendanaan.

Atas dasar itu, pemerintah negara kincir angin akhirnya memutuskan untuk mendirikan cabang Pialang Saham Amsterdam (Bursa Efek Amsterdam) di Batavia pada 14 Desember 1912.

VOC Ilustrasi Suara-Pembaruan.com – Image: Canva

Pasar modal pertama di bumi Hindia Belanda itu kemudian dinamai Asosiasi Perdagangan Efek. Para “kumpeni” pun berbahagia. Mereka bersulang karena cabang dari pasar modalnya berhasil melesat kuat kala itu.

Sekilas kisah tentang pasar modal pertama di nusantara itu tercatat rapi dalam buku Effectenginds yang diterbitkan Vereneging voor Effectenhandel tahun 1939.

Sempat vakum dari 1914 akibat perang dunia I dan II serta adanya program nasionalisasi perusahaan Belanda di tahun 1956, pasar modal kembali diresmikan di era Orba dan berjalan di bawah Badan Pelaksanaan Pasar Modal (Bapepam).

Saat itu, PT Semen Cibinong menjadi emiten pertama yang melantai di pasar modal yang kini kita kenal dengan Bursa Efek Indonesia.

Capital market atau pasar modal, dilansir dari laman Bursa Efek Indonesia (BEI), adalah pasar untuk berbagai instrumen keuangan jangka panjang yang bisa diperjualbelikan, baik itu berupa surat utang (obligasi), ekuiti (saham), reksa dana, derivatif, dan sebagainya.

Sementara itu, menurut UU Pasar Modal No.8 Tahun 1995, pasar modal didefinisikan sebagai kegiatan yang bersangkutan dengan penawaran umum dan perdagangan efek, perusahaan publik yang berkaitan dengan efek yang diterbitkannya, serta lembaga dan profesi yang berkaitan dengan efek.

Baca Juga: Jenis-Jenis Pasar Modal: Mengenal Apa itu Pasar Primer dan Sekunder

 

Peran, Fungsi, dan Manfaat Pasar Modal di Indonesia

Peran pasar modal bagi perekonomian negara sangatlah penting. Sebab, pasar modal berfungsi sebagai sarana bagi pendanaan usaha dan sarana bagi institusi untuk mendapatkan dana dari investor.

Sebagai sarana pendanaan bagi institusi, pasar modal memfasilitasi berbagai sarana dan prasarana untuk kegiatan jual beli instrumen keuangan dan kegiatan terkait lainnya.

Pasar modal juga memberikan kesempatan bagi para pemodal atau investor untuk memperoleh imbalan (kembali) sesuai dengan karakteristik dari jenis instrumen pasar modal yang dipilih. Selain itu, di Indonesia, pasar modal pun berfungsi sebagai sarana pemerataan pendapatan dan memperbesar pemasukan pajak bagi pemerintah.

Hadirnya pasar modal tentunya membawa manfaat bagi perekonomian seperti menyediakan sumber pembiayaan jangka panjang di dunia usaha dan memungkinkan penyebaran kepemilikan perusahaan bisa sampai pada lapisan masyarakat.

Tak hanya itu, adanya pasar modal tentu akan menjadi leading indikator ekonomi suatu negara. Jadi, bisa dikatakan, jika pasar modal berkembang pesat, maka bisa dipastikan bahwa perekonomian negara juga akan berkembang pula.

Baca Juga: Ini 4 Siklus dalam Pasar Saham yang Wajib Kamu Ketahui





Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.