Viral  

Naik 1.224%, Transasksi Aset Kripto Tembus Rp 859,4 Triliun


Kementerian Perdagangan (Kemendag) melaporkan transaksi aset kripto terus melonjak tajam dari tahun ke tahun. Tercatat, pada sepanjang 2021 trasaksinya meroket hingga 1.224,2% dibandingkan tahun sebelumnya (tahun demi tahun/yoy).

Kepala Biro Pembinaan dan Pengembangan Pasar Kemendag Tirta Karma Senjaya mengungkapkan, pada tahun 2021 transaksi aset kripto mencapai Rp 859,4 triliun. Sementara itu, di tahun 2020 hanya sebesar Rp 64,9 triliun. Kenaikan jumlah transaksi ini seiring dengan melonjaknya pemain bisnis tersebut.

“Saat ini, nilai transaksi aset kripto terus meningkat. Pada tahun 2020 mencatatkan nilai transaksi sebesar Rp 64,9 triliun dan pada tahun 2021 telah mencapai Rp 859,4 triliun atau tumbuh sebesar 1.224,2%. Sedangkan jumlah pelanggan/nasabah yang berinvestasi mengalami peningkatan dimana pada awal tahun 2021 pelanggan terdaftar berjumlah 3,6 Juta dan pada akhir Desember 2021 tercatat sejumlah 11,2 Juta pelanggan,” ujar Tirta kepada Pemasar.com, Rabu (12/1/2022).

Menurut dia, pada tahun 2021 rata-rata kenaikan nilai transaksi aset kripto setiap bulan sebesar 16,2%. Diharapkan pada tahun ini terjadi pertumbuhan di atas 16% dengan mempertimbangkan bertambahnya calon pedagang fisik aset kripto di Indonesia.

Sejauh ini, lanjut Tirta, mereka sedang dalam tahap pendaftaran pada Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kemendag. Termasuk, juga para pemain atau investor aset kripto juga terus melonjak.

“Ditambah dengan proyeksi membaiknya ekonomi Indonesia seiring degan terkendalinya kondisi pandemi COVID-19. Sehingga, industri ini diharapkan akan terus bertumbuh,” ujarnya.

Di sisi lain, kata Tirta, untuk menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat dalam berinvestasi pada transaksi aset kripto, Bappebti bakal segera meresmikan bursa aset kripto. Dia bilang saat ini prosesnya tengah dalam pelengkapan administrasi dari perusahaan yang mengajukan diri sebagai bursa aset kripto.

“Selanjutnya, penerbitan persetujuan dari Kemendag atau Bappebti diharapkan dapat segera diselesaikan dalam waktu dekat. Mari kita tunggu saja perkembangan selanjutnya,” pungkasnya.

Sebagai informasi, mayoritas investor aset kripto merupakan kaum milenial dengan rentang usia 25 hingga 34 tahun. Sementara itu, menurut data internal Tokocrypto, secara keseluruhan, 66% investor aset kripto di Indonesia berusia 18 hingga 34 tahun, yang mana 35% berusia 18 hingga 24 tahun, dan 31% berusia 25 hingga 34 tahun.

Di sisi lain, penipuan di dunia transaksi aset kripto turut mengalami lonjakan. Laporan terbaru dari firma riset, Chainalysis mengungkapkan bahwa penipuan di dunia kirpto telah menghasilkan lebih dari US$ 7,7 miliar sepanjang tahun 2021.

Secara keseluruhan, penipuan transaksi aset kripto tersebut naik 81% dibandingkan tahun 2020 lalu. Bentuk penipuan paling umum adalah peretasan akun dan penipuan proyek aset kripto yang melarikan diri dengan uang investor.

Redaktur: Eko Adiwaluyo



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Copyright © 2022 Suara-Pembaruan.com News Agregator