Nangkap Artis Nia & Suaminya Pintu Masuk Menangkap Siapa Pengedarnya

  • Whatsapp

Catatan Tengah: Dr Anang Iskandar SH, MH 

Tugas penyidik yang urgens adalah menangkap penjual narkotika dimana Nia dan suaminya beli narkotika.

Saya angkat jempol kepada penyidik narkotika yang menangkap artis Nia dan suaminya.

Kenapa?

Bacaan Lainnya

Karena dengan ketangkapnya kedua tersangka tersebut, berarti penyidik telah menemukan pintu masuk untuk menangkap pedagang narkotika yang menghancurkan masa depan anak bangsa.

Dengan barang bukti di bawah satu gram sabu, dan ditemukan alat hisap, penyidik tinggal menanyakan tujuan kepemilikan narkotikanya kepada Nia dan suaminya.

Bila jawabannya untuk dikonsumsi maka nia dan suaminya masuk katagori melakukan kejahatan penyalahgunaan narkotika.

Demikian pula, bila asal narkotikanya dari membeli kemudian dijual lagi maka Nia dan suaminya tergolong sebagai pengedar bila asal narkotikanya dari membeli untuk dikonsumsi, Nia dan suami sebagai penyalah guna.

Kalau tergolong sebagai penyalah guna?

Maka menjadi kewajiban penyidik untuk mengetahui taraf ketergantungannya melalui assesmen secara terpadu agar hakim ketika menjatuhkan lamanya hukuman memahami kondisi taraf ketergantungan penyalah gunanya.

Dalam proses assesmen meskipun jumlah barang bukti yang dimiliki oleh Nia dan Ardi di bawah 1 gram sabu dan keduanya mengaku tujuan membeli narkotika untuk dikonsumsi.

Kalau team assesmen mendapatkan bukti lain?

Jika Nia dan Ardi sebagai turut serta mengedarkan atau menjadi anggota sindikat narkotika baik nasional maupun internasional. Maka, Nia dan Ardi dapat dituntut sebagai pengedar dan dijatuhi hukuman penjara minimum 4 tahun penjara maksimum hukuman pasal yang dituntutkan.

Penyidik polri bekerja sama dengan penyidik BNN mempunyai waktu penangkapan 6 hari, yaitu 3 × 24 jam dan dapat diperpanjang sekali, sebagai waktu untuk menentukan apakah Nia dan Ardi tergolong penyalah guna atau pengedar.

Kalau tergolong pengedar, Nia dan Ardi memenuhi syarat ditahan kalau tergolong penyalah guna tidak memenuhi sarat ditahan.

Menjadi kewajiban penyidik narkotika dalam perkara yang menimpa Nia dan suaminya untuk menangkap siapa yang menjual atau yang mengedarkan narkotika atau menelusuri asal narkotikanya.

Penyidik tidak boleh bangga hanya menangkap penyalah guna saja.

Kenapa?

Karena orang tua penyalah guna dan penyalah gua sendiri juga diwajibkan UU untuk melaporkan diri untuk mendapatkan penyembuhan melalui proses rehabilitasi dan penyalah guna tidak dituntut pidana bila memenuhi kewajiban melapor ke IPWL.

Penangkapan terhadap penyalah guna sebagai upaya terakhir bila orang tua penyalah guna yang belum dewasa dan penyalah guna tidak laksanakan kewajiban hukum untuk melakukan wajib lapor guna mendapatkan penyembuhan.

Tugas penyidik narkotika adalah memberantas kejahatan peredaran atau perdagangan gelap narkotika dan menjamin penyalah gunanya mendapatkan upaya rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial (pasal 4: tujuan UU).

Konstruksi UU narkotika dalam memperlakukan bahwa kejahatan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika diancam secara pidana, namun penjatuhan sanksinya berupa rehabilitasi dan upaya paksanya juga berupa rehabilitasi (pasal 13 PP 25/2011).

Pelaku kejahatan penyalahgunaan narkotika disebut penyalah guna diatur dan diancam hanya dalam satu pasal dalam yaitu pasal 127/1 dengan ancaman pidana maksimum 4 tahun penjara,

Apa arti penyalah guna diatur hanya dalam satu pasal dan diancam pidana maksimum 4 tahun penjara ?

Artinya penyalah guna tidak memenuhi sarat ditahan, tidak dapat dituntut dengan pasal lain.

Sesuai tujuan UU narkotika, penyalah guna dijamin mendapatkan upaya rehabilitasi, yaitu dijamin ditempatkan di rumah sakit atau lembagai rehabilitasi selama proses pemeriksaan dan dijamin UU narkotika dijatuhi hukuman rehabilitasi.

Dari penjelasan singkat kabid humas polda metro dan sambil menunggu kerja penyidik untuk membuktikan Nia dan suaminya, apakah nia dan suaminya termasuk penyalah guna atau pengedar yang sudah jelas adalah perkara nia dan suaminya layak dibawa kepengadilan.

Kalau hanya dapat dibuktikan sebagai penyalah guna maka berkasnya layak dituntut dengan pasal tunggal yaitu pasal 127/1, tanpa upaya penahanan.

Kalau dapat dibuktikan sebagai pengedar atau menjadi anggota sindikat narkotika maka berkasnya dituntut dengan pasal 112 dan 114.

Salam anti penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. Rehabilitasi penyalah gunanya dan penjarakan pengedarnya.

 

Penulis adalah Komisaris Jenderal Polisi Dr. Anang Iskandar, S.H., M.H.  Seorang Purnawirawan perwira tinggi Polri, mantan Kepala Badan Reserse Kriminal Polri dan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN).  Aktivis anti narkoba yang  berpengalaman dalam bidang reserse.  Penulis buku kelahiran 18 Mei 1958. 

klik juga:  Aktivis: Kasus Ardi Bakrie dan Nia Ramadhani Harus Masuk Pengadilan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *