Pemkab Probolinggo Pelatihan Manajemen Bisnis UMKM 8 Kecamatan

  • Whatsapp
Pemkab Probolinggo Pelatihan Manajemen Bisnis UMKM 8 Kecamatan


Suara-Pembaruan.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo, Jawa Timur, melalui Dinas Koperasi dan Usaha Mikro memberikan pelatihan manajemen bisnis kepada pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Pelatihan ini diikuti oleh UMKM dari delapan kecamatan bertujuan meningkatkan sumber daya manusia pelaku usaha setempat.

Bacaan Lainnya

Hal ini diutarakan oleh Kasi Pengembangan Kewirausahaan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo Supami, Jumat, 9 April 2021.

“Pelatihan yang dihadiri narasumber Ketua Forum UKM Jawa Timur Nico Trisno Prahoro diikuti oleh UMKM dari delapan kecamatan yakni Kecamatan Tongas, Lumbang, Sukapura, Wonomerto, Sumberasih, Sumber, Kuripan dan Bantaran,” katanya.

Menurutnya kegiatan itu bertujuan untuk membekali pelaku usaha tentang sumber daya manusia (SDM) dalam mengembangkan usahanya, memberikan informasi-informasi terkait dengan informasi bisnis dan manajemen kewirausahaan, menghadapi persaingan bisnis dengan kompetitor serta pemasaran.

“Selain itu membangun merek atau branding. Secara sederhana konsumen akan lebih memilih merk produk yang sudah mereka ketahui atau dipercayai sebelumnya,” tuturnya.

Selain itu, lanjut dia, membangun hubungan yang harmonis dengan konsumen dan mengetahui apa yang menjadi keinginan konsumen, serta salah satu ilmu pemasaran yaitu riset pemasaran yang berperan untuk mengetahui keinginan konsumen serta perilaku konsumen serta menjaga pertumbuhan usaha dalam jangka waktu panjang.

Sementara itu Kepala Bidang Usaha Mikro Kecil dan Menengah Zulkarnain mengatakan branding merupakan pemberian nama, merek logo, slogan atau hal lainnya pada identitas produk yang dijual sehingga menjadi berbeda dengan produk lainnya karena dengan adanya brand maka konsumen akan dapat memilih produk mana yang akan mereka konsumsi.

“Branding merupakan suatu hal yang penting yang harus dibangun oleh UMKM atau oleh sebuah bisnis di era globalisasi atau milenial pada saat ini,” katanya.

Menurutnya branding sendiri bukan hanya sekadar merek atau produk yang dikenal tetapi image perusahaan secara keseluruhan atau bagaimana masyarakat merasa bahwa perusahaan merupakan yang terbaik.

“Di samping branding tersebut, yang lebih penting lagi pelaku usaha harus memikirkan bagaimana caranya memasarkan produk, apalagi pada masa pandemi, sehingga harus pintar memilih memasarkan produk secara daring maupun luring,” ujarnya.

Ia menjelaskan UMKM akan sulit berkembang jika pelaku usaha tidak mengetahui bagaimana caranya memasarkan suatu produk, sehingga strategi pemasaran bagi bisnis sangat penting karena bermanfaat untuk mengkomunikasikan tentang informasi produk yang dihasilkan kepada konsumen, mulai dari kelebihannya, fitur serta berbagai informasi detail tentang produk.

“Pemasaran juga bermanfaat untuk menghadapi persaingan bisnis. Misalnya saja strategi harga, strategi produk dan strategi promosi yang akan menjadi senjata ampuh demi memenangkan persaingan,” katanya. (red/pen)



Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *