Pemkot Tangerang Optimis Wilayahnya sebagai Kota Layak Anak (KLA)

  • Whatsapp
Pemkot Tangerang Optimis Wilayahnya sebagai Kota Layak Anak (KLA)


Suara-Pembaruan.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang ingin mewujudkan wilayahnya sebagai Kota Layak Anak atau KLA. Dalam pelaksanaan penilaian KLA tahun ini, Kota Tangerang, optimis bisa mewujudkan Kota Tangerang sebagai Kota Layak Anak dengan meningkatkan fasilitas-fasilitas penunjangnya.

Bacaan Lainnya

Hal ini disampaikan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Tangerang, Djatmiko yang merasa optimis mewujudkan wilayahnya sebagai kota layak anak. Kota Tangerang sebelumnya juga pernah meraih KLA peringkat Pratama pada 2017, 2018, dan Madya pada tahun 2019.

“Untuk meraih sebagai kota layak anak (KLA) bukan sekedar meraih predikat juara, tapi bagaimana menciptakan generasi muda terutama anak-anak lebih optimis menatap masa depan,” kata Jatmiko dalam keterangannya Senin, 22 Maret 2021.

Djatmiko mengatakan saat ini DP3AP2KB Kota Tangerang sedang melaksanakan persiapan dan evaluasi dalam mewujudkan sebagai KLA. Kegiatan ini dilakukan agar persiapan menuju KLA mendapatkan hasil yang maksimal. Untuk itu kegiatan tersebut juga melibatkan perwakilan dari DP3AP2KB Provinsi Banten dan juga beberapa OPD di lingkup Pemerintahan Kota Tangerang.

“Dari hasil kajian, kami harus melakukan koordinasi lebih intens dengan OPD terkait. Karena KLA ini, tidak bisa diwujudkan oleh DP3AP2KB saja, pasti melibatkan stakeholder terkait. Nanti, kami akan kumpulkan para kepala OPD, untuk terus meningkatkan kekurangannya,” katanya.

Dalam pelaksanaan penilaian KLA tahun ini, DP3AP2KB Kota Tangerang, optimis bisa mewujudkan Kota Tangerang sebagai Kota Layak Anak dengan meningkatkan fasilitas-fasilitas penunjangnya. Kota Tangerang sebelumnya juga pernah meraih KLA peringkat Pratama pada 2017, 2018, dan Madya pada tahun 2019.

Sementara terkait kasus kekerasan kepada anak dan perempuan, Djatmiko menjelaskan telah membuat berbagai program lainnya untuk meminimalisir kekerasan yang bisa dilakukan atau diterima oleh anak dan perempuan. Yaitu program perlindungan anak terpadu berbasis masyarakat (PATBM) bersama RT dan RW setempat.

“Berbagai parenting, sosialisasi, perlindungan anak terpadu berbasis masyarakat (PATBM) yang melibatkan perangkat RT dan RW juga telah kami buat. Namun tetap saja, ujung tombak dari permasalahan ini adalah kembali ke rumah dan orang tua masing-masing,” kata dia.

Sementara itu Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah mengatakan bahwa menjadi tugas bersama dalam penanganan kasus perempuan dan anak.

Pemkot Tangerang telah memiliki skenario penanganan kasus perempuan dan anak baik dalam pencegahan atau tindakan pasca kejadian.

“Melalui klinik Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) dan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) yang disediakan oleh Pemkot Tangerang saya berharap dapat menjadi salah satu solusi kebutuhan permasalahan sosial ini,” kata dia. (red/pen)



Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *