Pop CultureTECHNOLOGY

Penelitian: Setengah Populasi Jomblo Pakai ChatGPT saat Chat dengan ‘Incaran’, Catfish Berbasis AI?

1855
×

Penelitian: Setengah Populasi Jomblo Pakai ChatGPT saat Chat dengan ‘Incaran’, Catfish Berbasis AI?

Sebarkan artikel ini


Jomblo lebih tertarik pakai ChatGPT buat goda lawan jenis?

Sebuah penelitian berdasarkan hasil survei menunjukkan bahwa jomblo yang menggunakan ChatGPT untuk menipu calon pasangan mereka.

Penelitian tersebut mengungkapkan jika para wanita dan pria jomblo di Inggris menggunakan Kecerdasan buatan (AI) untuk membantu proses kencan on line mereka.

Hasil dari penelitian berdasarkan survei dari Kaspersky

Survei yang dilakukan oleh Kaspersky ini merupakan penelitian terbaru dengan judul ‘Date or DAIte?’ yang menujukkan, ada setidaknya 75% dari para lajang cenderung menggunakan ChatGPT agar bisa meningkatkan obrolan keterampilan mereka.

Hal tersebut bertujuan agar kemampuan mengobrol mereka lebih terasah lagi selama proses kencan online berlangsung. Terutama saat bertukar pesan secara online.

Di antara 75% responden ada sebanyak 52% wanita jomblo yang tertarik untuk menggunakan ChatGPT, agar bisa menambah jumlah orang yang bisa diajak mengobrol di platform kencan on line.

Sementara itu, ada sekitar 54% pria jomblo yang akan menggunakan teknologi AI tersebut supaya bisa terlihat lebih pintar dan easy going saat main aplikasi kencan online.

Apa dampak yang bisa ditimbulkan dari fenomena Penangkapan ikan AI?

Masalahnya hasil survei tersebut menimbulkan keresahan baru yang berkaitan dengan memancing berbasis AI.

Mungkin fenomena tersebut terlihat tidak berbahayanamun hal ini dapat dilihat sebagai “topeng” yang digunakan untuk menutupi diri sendiri demi memikat orang lain.

“Menggunakan AI seperti ChatGPT untuk menciptakan saluran obrolan menarik mungkin tampak tidak berbahaya, tetapi mereka yang menggunakan aplikasi kencan harus menyadari bahwa tidak semua orang akan menggunakannya dengan itikad baik. Beberapa mungkin menggunakannya untuk menipu, dan seperti yang telah kita lihat dengan foto dokter, orang dapat dengan mudah berpura-pura menjadi sesuatu yang bukan dirinya dan memikat orang lain ke dalam skenario yang tidak baik,” kata Principal Security Researcher Global Research and Analysis Team David Emm, Kaspersky.

Membiarkan uss tahu pikiran Anda!

Gambar oleh Priscilla Du Preez/Unsplash





Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *