Opini  

Penerapan Kenaikan Tarif Ojek Online, Bagaimana Dampaknya?


Perkembangan industri digital memunculkan inovasi hadirnya ojek on line yang muncul di tengah masyarakat Indonesia. Kemudahan akan akses transportasi dengan pemanfaatan digitalisasi menjadikan jasa transportasi ini masif dikonsumsi oleh masyarakat kini.

Hal ini menjadikan perkembangan ojek on line berkembang pesat seiring waktu dengan menyusur ke berbagai daerah di Indonesia. Bahkan, sering terjadi problema antara ojek on line atau ojek offline/ojek pangkalan hingga moda transportasi lainnya.

Di Indonesia sendiri, ojek on line berkembang pesat seperti adanya Grab dan Gojek yang bersaing dalam mendapatkan konsumen. Hingga konsumen pun bisa memilih mana yang memberikan harga paling murah.

Baca Juga: Ternyata, Gojek dan Grab Punya Program untuk Memberdayakan UMKM Lho!

Oleh karena itu, berbagai fasilitas iklan hingga promosi dan voucher tarif dalam menarik konsumen. Hingga keberadaan ojek on line yang mulai digemari oleh masyarakat dengan akses yang mudah dan cepat sampai tujuan.

Perkembangan ojek on line ini, sampai kepada pemerintah yang menetapkan kebijakan akan kenaikan tarif.

Khususnya, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dengan mengeluarkan keputusan Menteri Perhubungan No. KP 564 Tahun 2022 pada 4 Agustus 2022 terkait dengan kenaikan tarif ojek on line dengan pembagian tarif sesuai dengan zona pembagiannya antara lain:

  • Zona I meliputi Sumatra, Jawa, serta Bali
  • Zona II adalah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi, dan
  • Zona III wilayah Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara dan sekitarnya, Maluku serta Papua.

Hal ini dalam setiap zona memiliki kenaikan yang bervariasi sesuai dengan keadaan atau minat akan jasa ojek on line yang berlaku di wilayah tersebut. Kenaikan tarif ojek on line ini mendapatkan pro dan kontra di tengah masyarakat.

Di samping itu, penetapan tarif ojek on line ini masih belum berlaku. Sebab, emerintah masih meninjau kembali untuk penetapa tarif ini dikarenakan banyak pemangku kepentingan lainnya, khususnya masyarakat sebagai pengguna ojek on line ini.

Pada dasarnnya, kenaikan tarif ojek ini dapat memberikan dampak yang baik, khsusnya bagi peningkatan pelayanan ojek di samping pengguna ojek online seperti sopir yang menggunakan jasa tersebut.

Di lain hal, kenaikan tarif menjadikan kebimbangan tersendiri karena tarif yang naik, bisa saja konsumen akan berpindah menggunakan moda transportasi lainnya. Oleh karena itu, perlu dirumuskan dengan baik terkait dengan penetapaan tarif ojek on line ini.

Kenaikan tarif ojek on line dapat berdampak secara tidak langsung bagi perkembangan moda ojek atau transportasi offline dikarenakan masyarakat yang mulai beralih kembali ke ojek pangkalan. Bahkan, kenaikan tarif bisa membuat adanya permainan harga, dimana ojek pangkalan turut menyamakan kenaikan tarif dengan ojek on line.

Hal ini juga perlu ditinjau dengan baik di lapangan terkait dengan kesenjangan antara ojek on line dan ojek pangkalan yang ada di masyarakat. Pemerintah semakin dilema dalam penetapan tarif ojek on line.

Hal itu bisa terlihat dari pemerintah yang menggundur waktu yang sesuai dalam penetapan tarif ojek on line ini. Sehingga, bentuk sosialisasi penting antar semua elemen masyarakat yang terlibat di dalamnya.

Pemberitaan akan kenaikan tarif ojek on line ini, membuat konsumen pengguna jasa ojek on line sebagian besar kecewa, karena pastinya pengeluaran akan transportasi semakin meningkat.

Bisa saja konsumen memililih menggunakan moda atau jasa transportasi lainnya atau menambah perilaku konsutif mereka dengan cara membeli atau mengambil kredit motor/mobil, sehingga akan mengurangi biaya tarif atau sebaliknya.

Hal tersebut menjadi pilihan yang terbaik dalam pengambilan langkah yang dipilih oleh masyarakat dalam memutuskan apakah menggunakan jasa ojek on line atau tidak. Bahkan, bisa saja akan memunculkan kenaikan harga makanan dan lainnya sebagai pengguna jasa antar makanan bagi pedagang atau usaha makanan.

Oleh karena itu, penetapan tarif kenaikan ojek on linehendaknya perlu dikaji lebih lagi dengan kolaborasi antar seluruh komponen pemangku yang terlibat dalam moda transportasi tersebut.

Baca Juga: Apa Itu Ride Hailing? Ini Aturan, Keuntungan dan Cara Memulai Bisnisnya





Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.