Penyakit Ain pada Anak dan Bayi: Gejala, Bahaya, Mengobatinya

  • Whatsapp


Percaya atau tidak, tak semua penyakit yang diderita seseorang dapat terdeteksi secara medis, salah satunya adalah penyakit ain. Penting bagi Parents mengetahui apa itu penyakit ain pada anak dan bayi, serta bagaimana pencegahannya agar tidak menimpa buah hati Anda.

Bacaan Lainnya

Apa Itu Penyakit Ain?

‘Ain adalah penyakit atau gangguan yang disebabkan pandangan mata akibat rasa hasad atau dengki yang tanpa sadar orang lain tujukan kepada kita. Hal ini seperti dijelaskan oleh Al Lajnah Ad Daimah:

مأخوذة من عان يَعين إذا أصابه بعينه ، وأصلها : من إعجاب العائن بالشيء ، ثم تَتبعه كيفية نفْسه الخبيثة ، ثم تستعين على تنفيذ سمها بنظرها إلى المَعِين

Artinya: “‘Ain dari kata ‘aana – ya’iinu yang artinya: terkena sesuatu hal dari mata. Asalnya dari kekaguman orang yang melihat sesuatu, lalu diikuti oleh respons jiwa yang negatif, lalu jiwa tersebut menggunakan media pandangan mata untuk menyalurkan racunnya kepada yang dipandang tersebut,” (Fatawa Al Lajnah Ad Daimah, 1/271).

Artikel terkait: 5 Bacaan Doa agar Terhindar dari Utang, Yuk Dibaca dan Diamalkan!

penyakit ain pada anak

Gangguan dari ‘ain bisa berupa penyakit, kerusakan, atau bahkan kematian. Kendati kelak tak dipercaya sebagian orang, faktanya penyakit ini disebutkan dalam sebuah hadis yang shahih yang menyatakan keberadaannya. Seperti diriwayatkan dalam hadis Muslim, di mana Rasulullah SAW bersabda:

العين حق، ولو كان شيء سابق القدر سبقته العين

Artinya: “Ain itu benar-benar ada! Andaikan ada sesuatu yang bisa mendahului takdir, sungguh ain itu yang bisa.” (HR. Muslim)

Dengan kata lain, seseorang yang terkena penyakit ini biasanya disebabkan rasa kagum namun sekaligus iri dan dengki. Setan kemudian memanfaatkan peluang ini untuk mengirimkan panah hasad kepada orang yang dikagumi atau dibenci tersebut sehingga mengakibatkan sakit.

Gejala atau Ciri-Ciri Penyakit Ain pada Anak

ciri ciri penyakit ain pada anak dan bayi

Siapa sangka, penyakit ini nyatanya dapat mengganggu anak-anak. Saat mendera anak, orang tua tentunya akan panik dan mendatangi deretan dokter untuk langkah penyembuhan. Padahal, obat yang nantinya diberikan tak berpengaruh karena memang penyakit ini termasuk golongan nonmedis.

Pada bayi, gejala awal biasanya ia akan menangis terus-menerus tanpa henti. Selanjutnya, si kecil mendadak tidak berniat menyusui tanpa penyebab yang jelas. Jika ini berkelanjutan, tentunya akan berpengaruh terhadap kebutuhan gizi anak secara signifikan.

Dan, tak kalah penting untuk diketahui bahwa penyakit Ain bisa muncul kendati mata pelakunya tidak berniat membahayakannya, dengan kata lain hanya sebatas mengagumi saja. 

Ibnul Qayyim Rahimahullah menjelaskan, “Jiwa orang yang menjadi penyebab ‘ain bisa saja menimbulkan penyakit ‘ain tanpa harus dengan melihat.

Bahkan terkadang ada orang buta, kemudian diceritakan tentang sesuatu kepadanya, jiwanya bisa menimbulkan penyakit ‘ain, meskipun dia tidak melihatnya. Ada banyak penyebab ‘ain yang bisa menjadi sebab terjadinya ‘ain, hanya dengan cerita saja tanpa melihat langsung,” (Zadul Ma’ad 4/149).

Artikel terkait: Bacaan Doa Saat Sakit yang Diajarkan Rasulullah agar Diberi Kesembuhan

Kenali Gejala Penyakit Ain pada Anak, Pastikan Parents Rutin Bacakan Doa Ini

Mengutip buku berjudul ‘Thibbun Nabawi: Tinjauan Syari’at dan Medis’ yang terbit pada 2020, salah satu hal yang dianjurkan ketika si kecil lahir adalah orangtua senantiasa berdoa kepada Allah SWT agar senantiasa diberikan perlindungan dari gangguan dan penyakit yang bisa saja menimpa anak-anak.

Sebagaimana doa istri Imran tatkala melahirkan Maryam. Allah SWT berfirman:

فَلَمَّا وَضَعَتْهَا قَالَتْ رَبِّ إِنِّي وَضَعْتُهَا أُنْثَىٰ وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا وَضَعَتْ وَلَيْسَ الذَّكَرُ كَالْأُنْثَىٰ ۖ وَإِنِّي سَمَّيْتُهَا مَرْيَمَ وَإِنِّي أُعِيذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

Fa lamma wada’at-ha qalat rabbi inni waḍa’tuha unsa, wallahu a’lamu bima wada’at, wa laisaz-zakaru kal-unaa, wa inni sammaituha maryama wa inni u’izuha bika wa zurriyyataha minasy-syaitanir-rajim

Artinya: “Maka tatkala istri ‘Imran melahirkan anaknya, dia pun berkata: Ya Tuhanku, sesungguhnya aku melahirkannya seorang anak perempuan; dan Allah lebih mengetahui apa yang dilahirkannya itu; dan anak laki-laki tidaklah seperti anak perempuan. Sesungguhnya aku telah menamai dia Maryam dan aku mohon perlindungan untuknya serta anak-anak keturunannya kepada (pemeliharaan) Engkau daripada syaitan yang terkutuk.”

Cara Mengobati Penyakit Ain pada Bayi

penyakit ain pada anak

Dalam buku ‘Thibbun Nabawi’, penting bagi orang tua untuk melakukan terapi pengobatan rukiah dengan membaca doa-doa shahih serta ayat Al-Quran agar lepas dari penyakit ini. Dalam sebuah hadis riwayat Muslim disebutkan bahwa Rasulullah SAW membacakan doa kepada Hasan dan Husain.

بِسْمِ اللهِ أَرْقِيْكَ، مِنْ كُلِّ شَيْئٍ يُؤْذِيْكَ، مِنْ شَرِّ كُلِّ نَفْسٍ أَوْ عَيْنٍ حَاسِدٍ، اللهُ يَشْفِيْكَ، بِسْمِ اللهِ أَرْقِيْكَ.

Artinya: “Dengan nama Allah, saya meruqyahmu dari segala sesuatu yang menyakitimu, dari kejahatan setiap jiwa atau setiap mata yang dengki, semoga Allah menyembuhkanmu, dengan nama Allah saya meruqyahmu,” (HR. Muslim).

Selain itu, obat untuk mengobati segala penyakit termasuk penyakit ain adalah dengan cara bertawakal kepada Allah SWT. Sebab, hanya Allah SWT yang dapat menyembuhkan semua penyakit dalam tubuh. Seperti termaktub dalam Al-Quran surat At-Tagabun ayat 11, Allah SWT berfirman:

مَآ اَصَابَ مِنْ مُّصِيْبَةٍ اِلَّا بِاِذْنِ اللّٰهِ ۗوَمَنْ يُّؤْمِنْۢ بِاللّٰهِ يَهْدِ قَلْبَهٗ ۗوَاللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ

Ma asaba mim musibatin illa bi`iznillah, wa may yu`mim billahi yahdi qalbah, wallahu bikulli syai`in ‘alim

Artinya: “Tidak ada sesuatu musibah yang menimpa (seseorang), kecuali dengan izin Allah; dan barang siapa beriman kepada Allah, niscaya Allah akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”

Artikel terkait: 10 Doa Mustajab agar Keinginan Dapat Dikabulkan Allah SWT

Cara Mencegah dan Doa Dijauhkan Penyakit Ain pada Anak

Bagaimanapun, mencegah lebih baik daripada mengobati. Sesama umat Muslim harus saling mendoakan keberkahan. Jika buah hati sudah berusia agak besar, ajarkan mereka untuk saling mendoakan teman atau saudaranya.

Di samping itu, alangkah lebih baik untuk selau menjaga tali silaturahmi untuk mencegah datangnya rasa dengki sesuai dengan sabda Rasulullah SAW, yang berbunyi:

لا تَباغضوا ، و لا تَقاطعوا ، و لا تَدابَروا ، و لا تَحاسَدُوا ، و كونوا عبادَ اللهِ إخوانًا

Artinya: “Janganlah kalian saling membenci, saling memutus hubungan, saling menjauh, saling hasad. Jadilah kalian sebagai hamba Allah yang bersaudara,” (HR Bukari dan Muslim).

penyakit ain pada bayi

Bunda dan Ayah perlahan dapat mengajarkan anak yang lebih besar membaca surat pendek untuk menghindari penyakit ain seperti Surat Al Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas atau surat lainnya setelah salat Subuh atau Magrib. Bila bayi baru lahir, selalu sempatkan waktu untuk Parents membacakan doa berikut dalam keseharian.

Untuk bayi Laki-Laki

أُعِيْذُكَ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ، مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ، وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ

U’iidzuka bikalimaatillaahit-taammah, min kulli syaithoonin wa haammah, wa min kulli ‘ainin laammah

Untuk bayi Perempuan

أُعِيْذُكِ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ، مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ، وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ

U’iidzuki bikalimaatillaahit-taammah, min kulli syaithoonin wa haammah, wa min kulli ‘ainin laammah

Artinya: “Aku memohon perlindunganmu dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna, dari segala gangguan setan, binatang penggangu, dan dari pandangan mata yang buruk.”

Di samping itu, lakukan kiat berikut untuk mencegah penyakit ain datang menghampiri keluarga Anda.

  • Menghindari sikap suka pamer dan berhias diri dengan sifat tawadhu‘. Berlakulah sewajarnya sesuai kadarnya.
  • Hindari menyebut kekayaan, kesuksesan usaha, kebahagiaan keluarga, juga memamerkan foto diri, foto istri/suami, foto anak, dan hal-hal lain yang bisa menimbulkan iri-dengki dari orang yang melihatnya. Seperti telah dijelaskan sebelumnya, kita tak selalu bisa mengetahui maksud dan niat orang lain.
  • Menjaga dan memelihara semua kewajiban, kemudian menjauhi segala larangan, taubat dari segala macam kesalahan dan dosa, juga membentengi diri dengan beberapa dzikir doa, dan ta’awudz (doa perlindungan) yang disyariatkan.
  • Rutinkan dzikir-dzikir pagi dan sore, serta dzikir-dzikir harian seperti dzikir keluar/masuk rumah, rumah, dzikir keluar/masuk kamar mandi, dzikir hendak tidur atau bangun tidur, dzikir keluar rumah, dzikir naik kendaraan, dzikir ketika akan makan, dzikir setelah shalat, dan lainnya.

Semoga informasi seputar penyakit ain pada anak dan bayi ini bermanfaat, semoga kita sekeluarga bisa selalu sehat, ya.

Baca juga:

id.theasianparent.com/doa-terhindar-dari-virus-corona

id.theasianparent.com/doa-anak-tidur-nyenyak

id.theasianparent.com/doa-untuk-melembutkan-hati-anak

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.



Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *