Peran Media dalam Pendidikan Daring Anak – MAJALAH EKSEKUTIF # terbit sejak 1979 – – Tempo

  • Whatsapp
banner 468x60


Eksekutif.comDalam dunia pendidikan, terjadi perubahan sebelum pandemi dan saat pandemi. Saat ini siswa sudah tidak datang ke sekolah lagi, tetapi duduk di depan layar komputer untuk mendapatkan pelajaran.

Queena Fredlina, Relawan TIK Bali, Dosen STIMIK Bali, menyampaikan orang tua sebagai pendidik berperan dalam pembelajaran online di masa pandemi.

Bacaan Lainnya
banner 300250

Kita juga harus melek teknologi agar dapat mengajak anak-anak untuk tetap semangat belajar. Caranya, dapat dilakukan dengan memanfaatkan media pembelajaran untuk mengoptimalkan multiliterasi pada anak-anak.

Ia menjelaskan, multiliterasi adalah aktivitas yang dilaksanakan dengan mengoptimalkan kemampuan berbagai literasi. Meliputi mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis yang dikolaborasikan dengan keterampilan menguasai media informasi dan teknologi.

Dengan media pembelajarannya, yaitu seluruh alat yang membantu dalam proses belajar. Media pembelajaran juga dapat dikatakan sebagai media perantara untuk mencapai tujuan tertentu.

“Peran media dapat dikatakan sebagai perangsang anak agar termotivasi untuk belajar. Bagaimana kita meningkatkan minat mereka agar tidak bosan dan jenuh mengikuti pembelajaran yang ada,”  ujar Queena dalam Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Kamis (22/7/2021).

Karena, “Seperti yang kita tahu anak-anak cenderung lebih senang berinteraksi dengan teman-temannya. Untuk menanggulangi itu, media memiliki peran menarik dan meningkatkan motivasi anak.”

Kita harus membuat media dengan semenarik mungkin. Langkah awal kita dapat mencari tahu lebih dulu minal anak-anak. Contohnya, dengan games, video animasi, dan sebagainya. Jadi, minatnya diarahkan sebagai media pembelajaran.

“Penggunaannya pun harus tepat. Sebaiknya, media yang dibuat mendukung anak untuk berpikir kritis dan kreatif. Mungkin mengajak anak untuk menyelesaikan atau memecahkan masalah dari kasus-kasus yang kita berikan,” tambahnya.

Ia menyarankan, software atau aplikasi yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran anak di antaranya, Microsoft Power Point, PowToon, Prezi, Canva, dan Sparkol videoscribe. Dengan software ini anak bisa mendapat pembelajaran yang menarik.

Kemudian, prinsip pembelajaran multimedia ini membutuhkan interaksi dua arah, gunanya untuk memastikan apakah anak sudah memahami atau belum terkait materi yang diberikan.

Jangan lupa memberikan umpan balik terkait perkembangan mereka pada pembelajaran multimedia. Kuis dapat menjadi format pembelajaran untuk mengetahui bagian mana yang dipahami dan yang tidak.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi.

Webinar wilayah Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Kamis (22/7/2021) juga menghadirkan pembicara, Leviane Jackelin H. Lotulung (Kaprodi Ilmu Komunikasi Universitas Sam Ratulangi Manado, Anggota Japelidi), Muhammad Ayip Faturrohman (Relawan TIK Jawa Barat), Leili Kurnia Gustini (Sekretaris Umum ASPIKOM Jawa Barat), dan Yohana Djong sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

 

 124 kali dilihat,  20 kali dilihat hari ini



Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *