Peringati Soal Resesi, Jeff Bezos Sarankan Bijak dalam Keuangan


Isu resesi yang akan datang di tahun depan terus dijadikan pembicaraan publik. Kali ini salah satu orang terkaya, Jeff Bezos, yang angkat suara atas isu resesi.

Dilansir dari Bisnis.comResesi adalah dimana kondisi ekonomi negara sedang memburuk.

Hal itu terlihat dari Produk Domestik Bruto (PDB) negative, pengangguran meningkat, hingga pertumbuhan ekonomi riil bernilai negatif selama dua kuartal berturut-turut.

Resesi terjadi saat aktivitas ekonomi mengalami penurunan yang signifikan dalam waktu stagnan dan lama, mulai dari berbulan-bulan hingga bertahun-tahun.

Isu Resesi Global 2023

Banyak pihak yang telah mewanti-wanti adanya resesi global di tahun 2023. Hal ini dikemukakan dari analisis maupun studi jangka panjang yang telah dilakukan.
Ditambah kebijakan-kebijakan serempak dari Bank Dunia maupun negara-negara berpengaruh besar. Seperti kebijakan menaikan suku bunga dan kondisi geopolitik yang memanas.

Baca Juga: Resmi, Rusia Resesi! Winter is Coming?

Mengutip dari Bisnis.comDirektur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mengingatkan secara global indikasi resesi seperti dekade 1970an.

Hal ini ditunjukkan oleh eskalasi perang, gangguan pada sisi pasokan, inflasi tinggi, dan pelambatan ekonomi di negara maju serta kenaikan suku bunga yang agresif.

Semua indikasi tersebut terbaca jelas saat ini dalam kondisi ekonomi global.

Jeff Bezos Angkat Suara Soal Resesi

Isu resesi juga menjadi kekhawatiran bagi tokoh-tokoh penting dunia, terutama para pengusaha. Jeff Bezos adalah salah satu yang memiliki kekhawatiran tinggi.

Dia menyuarakan keresahan dan imbauan kepada masyarakat dalam sebuah wawancara dengan media AS, seperti yang dikutip Zaman Ekonomi.

Guna mengantisipasi penurunan ekonomi, Jeff Bezos, pendiri Amazon, menyarankan masyarakat dan pebisnis untuk menunda pembelian dalam jumlah besar selama musim liburan.

Bezos menyarankan konsumen untuk menjaga keamanan uang mereka dan menghindari pengeluaran yang tidak perlu.

Ketakutan akan resesi membuatnya menyarankan masyarakat untuk menghindari membeli barang-barang mahal seperti mobil, televisi, dan barang konsumtif lainnya.

Baca Juga: Perlambatan Ekonomi Beberapa Kali, Siapkah Indonesia Resesi?

“Ambil risiko lebih kecil dapat membuat perbedaan untuk bisnis, apalagi jika kita benar-benar mengalami masalah ekonomi global yang serius. Kita perlu memainkan probabilitas,” kata Bezos.

“Jika Anda seorang individu yang mempertimbangkan untuk membeli TV layar lebar dengan harga mahal, Anda mungkin ingin menunggu, menyimpan uang Anda, dan melihat apa yang terjadi. Hal yang sama berlaku untuk mobil baru, lemari es, atau apa pun,” tambahnya.

Dalam wawancara yang sama, pendiri Amazon mengatakan dia akan menyumbangkan sebagian besar kekayaan bersihnya sebesar US$124 miliar untuk amal guna memerangi perubahan iklim dan untuk mendukung orang-orang yang dapat mempersatukan umat manusia.

Mau tulisanmu dimuat juga di Suara-Pembaruan.com? Kamu juga bisa tulis pengalamanmu terkait investasi, wirausaha, keuangan, hingga lifestyle di Suara-Pembaruan.com dengan klik “Mulai Menulis”.

Submit artikelnya, kumpulkan poinnya, dan dapatkan hadiahnya!

Gabung juga yuk di komunitas Telegram kami! Klik di sini untuk bergabung.





Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *