Perlambatan Ekonomi Beberapa Kali, Siapkah Indonesia Resesi?


Diskursus mengenai proyeksi resesi terus bergulir di masyarakat, khususnya ekonom dan pelaku bisnis. Muncul ketakutan, padahal sebenarnya Indonesia pernah beberapa kali alami perlambatan ekonomi. Kapan saja?

Pembahasan mengenai resesi sudah muncul sejak pertengahan tahun 2022. Kian lama kian ramai seiring dengan kegagalan ekonomi yang dialami negara-negara lain.

Apalagi nilai tukar rupiah terhadap dollar AS yang semakin turun membuat proyeksi akan datangnya resesi semakin menguat. Banyak orang yang mencurahkan gagasannya.

Banyak diskursus yang terjalin, banyak juga gagasan yang sifatnya fear mongering, atau kampanye menjual ketakutan. Akhirnya masyarakat panik, takut, bingung, dan kalut.

Ditengah gegernya masyarakat akan proyeksi resesi, muncul gagasan Mantan Menteri Keuangan Indonesia, M. Chatib Basriyang sedikit meredam ketakutan masyarakat akan resesi.

Dalam tulisannya Ia mengatakan bahwa yang akan dialami Indonesia mendatang bukan resesi, namun lebih tepatnya perlambatan ekonomi.

Indonesia memang akan tetap mengalami situasi sulit dalam hal keuangan, namun dalam proyeksinya tidak seburuk resesi apalagi seperti tahun 1998.

 

Perlambatan Ekonomi Indonesia

Membicarakan soal perlambatan ekonomi, Indonesia pernah mengalaminya beberapa kali. Tidak separah krisis moneter tahun 1998, namun cukup membuat sulit keuangan negara.

Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Mulai Pulih Sejak Mall Beroperasi Normal

 

1. 2006

Pada tahun 2006 hingga 2007, terjadi gejolak ekonomi global yang berpengaruh ke perekonomian negara-negara di dunia, termasuk Indonesia.

Di tahun itu juga ada lonjakan harga minyak bumi di pasar internasional yang sempat menembus US$ 90 per barrel khususnya untuk Ninex dan Brent, dilansir dari Laporan Perekonomian Indonesia 2006 yang diterbitkan Badan Pusat Statistik.

Pertumbuhan konsumsi rumah tangga melambat dari 3,95 persen pada tahun 2005 menjadi 3,17 persen pada tahun 2006. Tingkat inflasi indeks harga konsumen (IHK) pada awal 2006 sangat tinggi mencapai 17,03 persen (y-o-y).

 

2. 2009

Stabilitas moneter dan sistem keuangan pada triwulan I 2009 masih mengalami tekanan berat akibat krisis ekonomi global, sementara pertumbuhan ekonomi juga dalam tren menurun akibat kontraksi ekspor barang dan jasa yang cukup dalam.

Meskipun melambat dibandingkan dengan tahun 2008, pertumbuhan ekonomi tahun 2009 dapat mencapai 4,5%,  tertinggi ketiga di dunia setelah China dan India.

 

3. 2014-2015

Indonesia juga mengalami perlambatan pertumbuhan ekonomi tahun 2014-2015. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia 2015 sebesar 4,79 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), di mana angka ini lebih kecil dibandingkan capaian tahun sebelumnya sebesar 5,02 persen.

Pertumbuhan konsumsi masyarakat juga dilaporkan BPS mengalami penurunan. Penurunan pertumbuhan terjadi dari 5,16 persen secara yoy pada 2014 ke angka 4,96 persen di 2015.

Mengacu catatan Badan Pusat Statistik (BPS),  pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2015 sebesar 4,79 persen merupakan yang terendah enam tahun terakhir.

Baca Juga: Ekonomi Indonesia Tumbuh, Ini Pemicunya

 

4. 2019-2020

Tahun pemilu, 2019, Indonesia mencatatkan pertumbuhan ekonomi 5,02 persen. Perang dagang AS-China, tensi geopolitik Timur Tengah, dan harga komoditas yang fluktuatif dituding sebagai penyebab penurunan kinerja ekonomi ini dibanding capaian pada 2018.

Kemudian di penghujung tahun 2019 dunia diguncang oleh pandemi COVID-19 yang menyebabkan aktivitas keuangan terhenti di banyak negara.

Bahkan Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi RI 2020 minus 2,07 persen. Realisasi Produk Domestik Bruto (PDB) ini anjlok dibandingkan 2019 lalu yang tumbuh 5,02 persen, sekaligus merupakan yang terburuk sejak krisis 1998 yang tumbuh minus 13,16 persen.

Setelah melewati perlambatan ekonomi beberapa kali dari kurun waktu resesi 1998 hingga kini diproyeksikan akan resesi kembali, akankah masyarakat percaya diri Indonesia bisa melewatinya lagi kali ini?

Mau tulisanmu dimuat juga di Suara-Pembaruan.com? Kamu juga bisa tulis pengalamanmu terkait investasi, wirausaha, keuangan, hingga lifestyle di Suara-Pembaruan.com dengan klik “Mulai Menulis”.

Submit artikelnya, kumpulkan poinnya, dan dapatkan hadiahnya!

Gabung juga yuk di komunitas Telegram kami! Klik di sini untuk bergabung.





Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *