ArtHeadline

Pj Bupati Bangkalan Tampak Bahas Serius Dengan Sahli Kemenparekraf, Bicara Apa?

232
×

Pj Bupati Bangkalan Tampak Bahas Serius Dengan Sahli Kemenparekraf, Bicara Apa?

Sebarkan artikel ini

Suara-Pembaruan.com — Arief Edie, PJ Bangkalan mengaku bahagia karena Kemenparekraf  memberikan semacam pendampingan, dalam menciptakan multiplier effect yang positif.

Dalam semangat pelestarian dan promosi kekayaan budaya, seni, dan sejarah yang dimiliki oleh Kabupaten Bangkalan, Pemerintah Kabupaten Bangkalan dengan bangga mengumumkan persiapan untuk “Kegiatan Malam Terak Bulan.”

Acara makan malam tanpa listrik, menjadi demikian istimewa, karena sinar terangnya dari cahaya rembulan.

Selain menikmati makanan khas dan UKM juga diadakan pagelaran busana batik Bangkalan bersama kacong jebbing.

Momen bersama dengan kuliner lokal yang akan dilakukan di alun-alun kota Bangkalan, bertujuan untuk memperkenalkan kecantikan alam, budaya, dan sejarah Bangkalan kepada masyarakat, baik lokal maupun internasional.

Penjabat Bupati Bangkalan, Arief M Edie, menggarisbawahi pentingnya wisata berbasis seni dan budaya dalam menjaga nilai-nilai budaya tradisional di daerah ini.

Tim penggerak PKK Kabupaten Bangkalan mengupayakan yang terbaik agar para pelaku UKM usaha kreatif dan makanan khas Bangkalan diuntungkan dengan adanya tradisi makan malam. Rencananya akan berlangsung 24 November 2023 ini.

“Terak Bulan” merayakan tradisi bersantap malam di bawah cahaya bulan, tanpa bantuan listrik. Acara ini memberikan dampak positif pada pemerintah daerah dan pelaku kuliner lokal, serta diadakan di lokasi Alun-Alun Bangkalan.

Staf Ahli bidang Inovasi dan Kreativitas Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Restog Krisna Kusuma mengaku senang dengan langkah Pj Bupati Bangkalan.

Restog menjelaskan, “Keberadaan wisata berbasis seni dan budaya ini memberikan banyak manfaat bagi masyarakat.”

Di era digitalisasi saat ini, banyak generasi muda mulai melupakan tradisi dan budaya mereka. Oleh karena itu, “Inisiatif ini menjadi strategi penting dalam melestarikan warisan budaya kita.”

Arief Edie, PJ Bangkalan mengaku bahagia karena Kemenparekraf  memberikan semacam pendampingan, dalam menciptakan multiplier effect yang positif.

Masih dalam penjelasan Arief, selain pariwisata berbasis seni dan budaya, Bangkalan juga menawarkan pariwisata berbasis sejarah yang kaya. Beberapa destinasi wisata yang dapat Anda kunjungi di Bangkalan antara lain:

Pantai Tanjung Bumi: Pantai dengan pasir putih dan air laut yang jernih, ideal untuk bersantai dan menikmati matahari terbenam.

Pulau Gili Labak: Surga tersembunyi dengan pantai berpasir putih dan terumbu karang yang menakjubkan, cocok untuk snorkeling dan diving.

Museum Trunojoyo: Destinasi sejarah yang komprehensif, dengan koleksi artefak bersejarah dan cerita perjuangan Pangeran Trunojoyo.

Makam Trunojoyo: Tempat bersejarah yang penting, dikelilingi oleh taman yang indah, tempat pengunjung dapat menghormati jasa-jasa pahlawan.

Wisata Budaya: Kunjungi desa-desa tradisional seperti Desa Baru, Desa Ponjok, dan Desa Kamal, untuk menyaksikan pertunjukan tari tradisional dan seni khas Bangkalan.

Kuliner Bangkalan: Nikmati hidangan khas seperti sate kerang, lontong kupang, bebek sinjay, dan makanan laut segar di warung-warung lokal.

Wisata Religi: Jelajahi masjid bersejarah seperti Masjid Agung Bangkalan dan Masjid Al-Huda, menghargai arsitektur dan ketenangan tempat-tempat suci ini.

Wisata di Bangkalan menggabungkan harmoni alam, sejarah, budaya, dan kuliner yang mengesankan. Para pelaksanaan parade seni dan kegiatan terkait telah terbukti meningkatkan pariwisata dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.

Jadi, jangan lewatkan kesempatan untuk menjelajahi keindahan Pulau Madura di Bangkalan, Indonesia.

Restog Krisna Kusuma Sahli Kemenparekraf dan Pj Bupati Bangkalan Arief M Edie Lakukan Salam Komando

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *