PPKM Yogyakarta Diperpanjang Lagi, Pertunjukan Seni Budaya Sudah Bisa Digelar

  • Whatsapp
PPKM Yogyakarta Diperpanjang Lagi, Pertunjukan Seni Budaya Sudah Bisa Digelar


Suara-Pembaruan.com.Indo – Pemda DIY memastikan Pemberlakuan Pengetatan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro atau PPKM mikro di DIY yang sebelumnya berlaku pada 9-22 Maret 2021 akan kembali diperpanjang hingga 5 April mendatang.

Bacaan Lainnya

Keputusan ini berdasarkan hasil rapat koordinasi (rakor) virtual tentang evaluasi PPKM mikro di Jawa-Bali, Kamis (18/3/2021). Salah satu pertimbangan PPKM mikro diperpanjang karena kebijakan ini dianggap efektif menekan jumlah kasus Covid-19.

“Karena PPKM dirasa dan dipandang bisa menekan angka konfirmasi, sehingga dilanjutkan,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) DIY Kadarmanta Baskara Aji kepada wartawan di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Kamis (18/3/2021) sore.

Aji menjelaskan dalam perpanjangan kali ini terdapat aturan baru, yaitu diperbolehkannya kegiatan belajar tatap muka untuk tingkat perguruan tinggi.

Pertunjukan seni budaya juga boleh digelar dengan tetap menerapkan protokol kesehatan dan pembatasan jumlah penonton maksimal 25 persen dari kapasitas tempat.

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menargetkan sektor pariwisata di Sleman harus mulai bangkit tahun ini. Menurut dia, sektor pariwisata menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar 25 persen. Namun adanya pandemi Covid-19 ini sektor pariwisata juga merasakan imbasnya.

Hal ini terbukti dari penurunan jumlah kunjungan wisatawan di Kabupaten Sleman. Pada 2018, jumlah kunjungan sebanyak 8 juta wisatawan, pada 2019 sebanyak 10 juta wisatawan dan pada 2020 lalu kunjungan menurun menjadi 4 juta wisatawan.

“Kami akan berdiskusi terkait pariwisata di Kabupaten Sleman untuk dipersiapkan sebaik mungkin,” kata Purnomo.

Menurut dia, diperlukan inovasi untuk lebih mengangkat pariwisata di Kabupaten Sleman. Ia juga berharap sektor pariwisata terus berkolaborasi dengan sektor lainnya guna menggali potensi untuk dikembangkan ke depan.

Pelaksana tugas Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Suci Iriani mengatakan bahwa kebangkitan sektor pariwisata dapat membantu mengangkat subsektor lainnya seperti UKM, bidang jasa dan lainnya. Menurut dia, saat ini Sleman sedang mengembangkan Sport Tourism.

Event yang telah berjalan, yaitu Sleman Temple Run dan Tour de Prambanan. “Kami berharap event Sleman Temple Run pada tahun ini tetap bisa dilaksanakan untuk menarik minat wisatawan datang ke Sleman,” kata Suci.

Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi juga mengantisipasi agar pertumbuhan ekonomi tahun ini tak jeblok lagi seperti 2020 gara gara geliat sektor wisata hancur akibat merebaknya Covid-19. Pandemi telah jadi pukulan telak bagi Yogyakarta yang denyut nadi ekonominya sangat bergantung dengan aktivitas pariwisata.

.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *