Pria di India Bunuh Istri dengan Ular Kobra, Dipenjara Seumur Hidup | theAsianparent Indonesia

  • Whatsapp
Pria di India Bunuh Istri dengan Ular Kobra, Dipenjara Seumur Hidup


Bacaan Lainnya

Baru-baru ini beredar berita viral soal seorang pria bunuh istri dengan ular kobra di Kerala, India. Polisi pun segera bertindak menyelidiki kasus ini. Berdasarkan bukti-bukti yang didapat, pria ini akhirnya mendapat hukuman seumur hidup ganda, sebuah bentuk hukuman yang langka.
Simak fakta-fakta kasus pria bunuh istri dengan ular di bawah ini.
Artikel Terkait:10 Alasan Dibalik Perilaku Anak yang Terlihat Nakal
Pria Bunuh Istri dengan Ular, Dapat Hukuman Langka

Kejadian yang menggemparkan India ini melibatkan seorang pria bernama Sooraj Kumar dan istrinya Uthra. Sooraj, pada 13 September 2021 mendapat hukuman langka, yaitu hukuman seumur hidup berturut-turut atau dua kali hukuman seumur hidup.
Sooraj ditangkap polisi tahun lalu setelah istrinya meninggal karena gigitan ular kobra berbisa. Pengadilan di distrik Kollam Kerala menyatakan Kumar bersalah atas pembunuhan dan meracuni istrinya
Hakim M Manoj memvonis terpidana pada hari Rabu, 13 September 2021 dengan dua hukuman seumur hidup berturut-turut. Hakim tidak tidak menerima tuntutan jaksa untuk hukuman mati mengingat usia dan kesempatannya untuk berubah, demikian disarikan dari Aljazeera.
Fakta Pria Bunuh Istri dengan Ular: Sudah Lakukan Percobaan Dua Kali

Ternyata, Sooraj, si pria bunuh istri dengan ular ini sudah melakukan percobaan pembunuhan sebanyak dua kali. Oleh karena itu, Sooraj mendapat hukuman seumur hidup ganda. Sooraj terbukti pernah melakukan percobaan pembunuhan pada istrinya dengan menggunakan ular berbisa Russell.
Uthra, seorang ibu berusia 25 tahun itu ditemukan tewas di rumahnya pada Mei tahun lalu. Keluarganya curiga kematian Uthra tidak wajar, karena Uthra digigit oleh ular berbisa Russell hanya beberapa minggu sebelum ia meninggal.
Karena gigitan ular itu, Uthra terpaksa dilarikan ke rumah sakit dan dirawat selama hampir dua bulan. Uthra pulih dari gigitan ular pertama.
Artikel terkait:Tips dari Pakar: 3 Rahasia Pernikahan Awet dan Harmonis
Sooraj Terbukti Lakukan Pembunuhan Berencana
Polisi mengatakan penyelidikan mereka menunjukkan Sooraj berada di balik kedua upaya pembunuhan tersebut. Mereka juga menangkap seorang pria yang telah membantu Sooraj mendapatkan ular. Pria ini kemudian menjadi “pemberi persetujuan” dan membantu polisi menyelesaikan kasus tersebut.
Polisi mulai menyelidiki setelah keluarga Uthra menyatakan kematian putri mereka tidak wajar dan bahwa Sooraj sudah lama dicurigai mengincar harta istrinya. Orang tua Uthra mengatakamn, Sooraj juga mencoba mengambil alih properti Uthra setelah kematian istrinya.
Uthra berasal dari keluarga kaya tetapi suaminya, seorang pekerja bank, tidak mempunyai hidup yang berkecukupan. Pernikahan mereka melibatkan mas kawin yang besar termasuk mobil baru dan uang 500.000 rupee (sekitar Rp94 juta).
Menurut laporan media, keluarga Sooraj didakwa dengan konspirasi setelah beberapa emas Uthra ditemukan terkubur di dekat rumah Sooraj beberapa hari setelah pembunuhan.
Pengadilan pun memutuskan Sooraj bersalah karena melepaskan seekor kobra ke tempat tidur saat Uthra tidur.
Awalnya Sooraj Mengaku Tak Bersalah
Sooraj awalnya mengaku tidak bersalah tetapi polisi mengatakan catatan teleponnya menunjukkan dia pernah berkontak dengan pawang ular dan telah menonton video ular di internet sebelum pembunuhan.
Cara eksekusi dan rencana jahat terdakwa pembunuhan Uthra, istrinya yang terbaring di tempat tidur, membuat kasus ini masuk dalam kategori paling langka, kata jaksa penuntut umum yang menuntut hukuman mati.
Pawang ular Vava Suresh mengatakan ada kemungkinan bahwa Sooraj telah menimbulkan rasa sakit pada ular untuk memancingnya menggigit.
Artikel terkait:Dua anak balita jadi korban penusukan saat tidur, apa modusnya?
Pria Bunuh Istri dengan Ular Dinyatakan Sebagai Kasus Langka

Menurut LiveLaw, sebuah situs hukum India, tuntutan yang dibacakan polisi mencapai 1.000 halaman dan merinci konspirasi rumit yang direncanakan dan dilaksanakan oleh Sooraj. Penuntut berargumen bahwa ini adalah “kasus yang paling langka” dan menuntut hukuman mati bagi terdakwa.
Hakim setuju bahwa itu adalah kasus yang jarang terjadi dan memberikan hukuman seumur hidup ganda kepada Sooraj dan juga memerintahkannya untuk membayar denda 500.000 rupee (Rp94 juta).
 
Baca juga:
id.theasianparent.com/kasus-pembunuhan-anak
id.theasianparent.com/pembunuhan-istri
id.theasianparent.com/pembunuhan-sekeluarga
 
Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

Source link



Source link

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *