Prioritas Huawei Untuk Indonesia, Kawal Transformasi Digital ke Arah Green Technology

  • Whatsapp


Jakarta, Selular.ID – Huawei menegaskan komitmennya untuk terus mendukung berbagai sektor di Indonesia mengantisipasi tantangan serta peluang baru melalui penyediaan solusi Teknologi, Informasi dan Komunikasi (TIK).

Bacaan Lainnya

CEO Huawei Indonesia Jacky Chen menyampaikan bahwa sejak Huawei hadir di Indonesia lebih dari 21 tahun lalu, komitmennya untuk turut berkontribusi dalam kemajuan Indonesia terus diperkuat.

Menurutnya, kini transformasi digital di Indonesia yang makin terakselerasi, kebutuhan akan konektivitas jaringan broadband yang merata semakin mendesak.

“Meningkatnya adopsi teknologi-teknologi terdepan seperti AI, Big Data dan Cloud, serta telah dimulainya komersialisasi layanan 5G, mendorong pihaknya untuk terus menggiatkan sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan, pemerintah, industri, dunia pendidikan, komunitas, serta media dalam melakukan transfer pengetahuan dan teknologi,” ungkap Jacky, Kamis (25/11).

Seiring dengan hal itu, kebijakan global yang lebih luas juga menjadi salah satu prioritas Huawei untuk Indonesia yaitu melalui penyediaan technology for green planet.

“Menyediakan teknologi untuk bumi Indonesia yang hijau juga menjadi keseriusan kami untuk membantu seluruh sektor di Indonesia. Menjawab isu mendesak tersebut yaitu perubahan iklim dan target netral karbon pada 2060, kami menghadirkan unit bisnis baru Huawei Digital Power. Kehadiran unit bisnis ini akan makin melengkapi solusi TIK yang kami hadirkan yang selaras dengan komitmen ‘I DO’ untuk Indonesia,” lanjut Jacky.

Menyambung pernyataan Jacky, CEO Digital Power Huawei Indonesia Andy Liu menambahkan, bahwa pihaknya kini  sangat serius dalam mengembangkan solusi TIK yang mampu menjawab tantangan terkait emisi karbon dan perubahan iklim.

“Huawei Digital Power mengintegrasikan teknologi digital dan energi terbarukan, serta menyediakan produk dan solusi yang ramah energi listrik  seperti transportasi listrik, infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi yang hijau, dan energi berbasis teknologi secara terintegrasi. Huawei tidak saja menjadi pemain terdepan di bidang ICT, namun juga di bidang digital power,” tambahnya.

Secara teknis Huawei Digital Power menghadirkan inovasi dan produk berteknologi canggih dalam pengembangan energi terbarukan, terutama solar PV sebagai bentuk kontribusi Huawei atas inisiatif global menuju energi ramah lingkungan untuk mewujudkan bebas emisi karbon.

Digital Power juga akan meningkatkan investasi untuk riset dan pengembangan (R&D) serta operasi pasar berdasarkan kebutuhan pelanggan, mengembangkan model operasi yang sesuai dengan karakteristik industri di sektor energi dan memperluas bisnis energi dengan cepat.

Huawei Digital Power memiliki sekitar 6.000 karyawan dan sekitar 60% diantaranya fokus terhadap R&D untuk melayani sepertiga populasi dunia di lebih dari 170 negara di dunia. Di sektor ketenagalistrikan dan energi terbarukan, Huawei terus sukses mempertahankan pangsa pasar global nomor satu untuk inverter dan solusi Solar PV.

“Di area transmisi, Huawei memanfaatkan teknologi ICT untuk meningkatkan kemampuan grid menjadi smart grid. Sedangkan di area konsumsi, Huawei menyediakan komponen utama dalam kendaraan listrik dan untuk stasiun pengisian. Selama evolusi energi terbarukan, teknologi digital tidak boleh dilewatkan, tetapi harus dirangkul dan dimanfaatkan sebaik mungkin untuk mewujudkan bebas emisi karbon. Inilah nilai unik yang dapat diberikan Huawei bagi industri ini,” papar Andy.

Sementara itu, Executive Director Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa menyambut baik langkah Huawei yang menyoroti besarnya potensi pembangkit energi tenaga surya sebagai energi baru terbarukan bagi Indonesia.

Menurutnya tidak hanya menghadirkan potensi energi tenaga surya sebesar 34.000 megawatt, dari setiap instalasi pembangkit energi tenaga surya sebesar 1 Gigawatt juga akan menciptakan 30.000 pekerjaan.

“Apresiasi atas komitmen Huawei dalam terus berinovasi mengembangkan portofolionya yang dapat diandalkan oleh berbagai sektor dalam melakukan transisi ke penggunaan energi baru terbarukan,” tandasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *