Repeater kuantum meningkatkan keamanan data – Majalah Time.com

  • Whatsapp


Komunikasi yang aman sangat penting dalam masyarakat kita yang sangat terkait silang. Perlindungan terhadap penyadap terus meningkat. Komunikasi kuantum menawarkan solusi yang elegan, namun terbatas pada jarak beberapa ratus kilometer karena hilangnya sinyal optik pada jarak yang jauh.

Bacaan Lainnya

Berbeda dari komunikasi optik klasik, tidak mungkin hanya menggunakan amplifier untuk mengkompensasi kerugian optik ini. Sebaliknya, yang disebut repeater kuantum diperlukan untuk jarak di atas 100 km dengan menghubungkan bagian-bagian kecil dari jaringan kuantum serat optik. Dasar untuk repeater kuantum ini disebut foton terjerat, yang misalnya dapat menggunakan polarisasi optik cahaya. Perlindungan terhadap penyadap dijamin oleh hukum fisika kuantum.

Penelitian, pengembangan, dan realisasi repeater kuantum tersebut untuk jaringan serat optik adalah tujuan utama dari cluster penelitian QR.X. Dipimpin oleh para peneliti di University of Saarland di Saarbrücken, 43 mitra dari sains dan industri berkolaborasi dalam cluster ini. Untuk pertama kalinya, penelitian akan melampaui eksperimen laboratorium dengan elemen repeater kuantum individu. Sebaliknya, mereka akan menyatukan elemen-elemen di luar lab dalam jaringan serat optik dunia nyata. Konsep lanjutan seperti multiplexing, koreksi kesalahan kuantum, dan pemurnian keadaan kuantum akan diselidiki.

Proyek di Stuttgart berjumlah 6,9 juta EUR

Para fisikawan di Universitas Stuttgart adalah pemain kunci ketika membentuk tujuan klaster penelitian dan memperoleh dana sebesar 6,9 Mio EUR. Penelitian ini terhubung dengan kerangka kerja IQST (International Quantum Science and Technology Center) di Stuttgart dan Ulm.

Kelompok Jörg Wrachtrup di Institut Fisika ke-3 akan menyelidiki simpul repeater kuantum yang terdiri dari dua pusat warna berlian dalam demonstran yang kompatibel dengan lapangan. Proyek ini bertujuan untuk skalabilitas sistem tersebut dari komunikasi kuantum jarak jauh. Kelompok Peter Michler di Institut Optik Semikonduktor akan menyelidiki dan mengembangkan sumber cahaya kuantum ultra terang pada panjang gelombang emisi di pita-C telekomunikasi pada panjang gelombang 1,55 m. Foton terjerat dari sumber-sumber ini mengangkut informasi kuantum yang rapuh antara node yang berbeda dari repeater kuantum.

Penelitian Harald Giessen bertujuan untuk menggabungkan cahaya kuantum dengan kerugian rendah dan sangat efisien menjadi serat optik telekomunikasi mode tunggal menggunakan elemen mikrooptik cetak 3D. Tugas-tugas ini merupakan langkah yang sangat diperlukan menuju aplikasi komunikasi kuantum praktis, karena setiap foton diperhitungkan saat membawa teknologi canggih ini dari lab ke dunia nyata.

Sumber: Universitas Stuttgart



Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *