Saham  

Saham Apple, Amazon, Microsoft Terjun Bebas, Kenapa?


Saham perusahaan teknologi Apple, Amazon, dan Microsoft mengalami penurunan di penghujung tahun ini. Apa yang menyebabkan saham Apple, Amazon, dan Microsoft anjlok?

Menjelang akhir tahun 2022 perusahaan teknologi menjadi lesu. Beberapa perusahaan teknologi melakukan layoff sebagai strategi pengelolaan keuangan.

Ada juga perusahaan teknologi yang mengalami penurunan profit. Lesunya industri teknologi membuat muncul istilah musim dingin teknologi.

Perusahaan teknologi terkenal dengan serapan tenaga kerja yang tinggi dan sering melakukan rekrutmen. Namun akhir 2022 ini perusahaan teknologi melakukan pembekuan perekrutan atau berhenti merekrut karyawan baru.

Padahal perusahaan teknologi sering dilihat sebagai perusahaan yang stabil dan produknya selalu dibutuhkan. Lesunya perusahaan teknologi membuat masyarakat bertanya-tanya apakah sebegitu buruknya ekonomi global hingga mempengaruhi perusahaan-perusahaan ini.

Lesunya perusahaan teknologi juga dapat dilihat dari sahamnya. Beberapa saham perusahaan teknologi juga mengalami penurunan.

Baca Juga: Apple dan Amazon Balik ke Twitter, Ada Apa?

Saham Perusahaan Teknologi Turun

Mengumpulkan si bodoh beraneka ragam, saham Apple (AAPL) turun -4,68 persen, Amazon (AMZN) turun -3,42 persen, Microsoft (MSFT) turun -3,19 persen.

Semuanya meluncur pagi (15/12) karena investor memproses kenaikan suku bunga Federal Reserve terbaru dan karena investor khawatir bahwa Fed berpotensi membawa perekonomian ke dalam resesi.

Lebih buruk lagi hari ini, data terbaru menunjukkan bahwa penjualan ritel melambat. Akibatnya, Apple anjlok 3,4 persen, Amazon anjlok 4 persen, dan Microsoft anjlok 3,1 persen pada pukul 11:31 waktu AS.

The Fed menaikkan suku bunga dengan tambahan 50 basis poin, ini menjadikan suku bunga naik ke level tertinggi dalam 15 tahun dan menjadi fokus utama para investor teknologi.

Semua itu menyebabkan investor Apple, Amazon, dan Microsoft khawatir bahwa Fed akan terus mengambil pendekatan agresif untuk menjinakkan inflasi dan pada akhirnya dapat mendorong ekonomi ke dalam resesi.

Data Departemen Perdagangan AS menunjukan penjualan ritel yang turun 0,6 persen di bulan November memperparah saham-saham ini. Penurunan itu merupakan yang terbesar dalam hampir satu tahun.

Apple, Amazon, dan Microsoft semuanya bergantung pada penjualan konsumen untuk setidaknya beberapa segmen bisnis mereka secara keseluruhan, sehingga data yang menunjukkan perlambatan ritel membuat investor khawatir.

Selain itu, data Departemen Perdagangan juga menunjukkan bahwa penjualan online turun 0,9% di bulan November, tren lain yang mengganggu bagi perusahaan-perusahaan tersebut.

Baca Juga: Giliran Amazon Layoff Ribuan Karyawan, Ada Apa?

Mau tulisanmu dimuat juga di Suara-Pembaruan.com? Kamu juga bisa tulis pengalamanmu terkait investasi, wirausaha, keuangan, hingga lifestyle di Suara-Pembaruan.com dengan klik “Mulai Menulis”.

Submit artikelnya, kumpulkan poinnya, dan dapatkan hadiahnya!

Gabung juga yuk di komunitas Telegram kami! Klik di sini untuk bergabung.





Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *