Sebelum Mulai, Kenali Dulu Bedanya Investasi dengan Trading



Kamu tahu enggak sih? Sebenarnya jual beli dan investasi itu beda, lho!

Meski sama-sama bertujuan untuk mendapatkan keuntungan lewat sejumlah aset seperti saham dan kripto, ternyata ada sejumlah faktor yang membedakan antara jual beli dan investasi yang harus kamu ketahui nih.

Apa saja perbedaannya?

 

1. Jangka Waktu

Kamu ingin meraih keuntungan dalam waktu cepat dan jangka panjang?

Nah, jangka waktu jadi penentu seseorang akan menjalani jual beli atau investasi, lho!

Jangka Waktu Ilustrasi Suara-Pembaruan.com – Image: Canva

Soalnya, orang yang memutuskan untuk jual beli adalah orang yang menginginkan keuntungan dalam waktu singkat. Bisa dalam kurun waktu harian, atau bahkan mingguan.

Sedangkan orang yang berinvestasi cenderung bertujuan untuk mengambil keuntungan dalam jangka waktu panjang. Mulai dari 3 bulan, hingga tahunan.

Baca Juga: Ngobrol Asyik: Perkembangan Investasi Jangka Waktu Dua Tahun, Seberapa Cuan Sih?

 

2. Keuntungan

Pastinya, para pedagang dan investor sama-sama menginginkan keuntungan. Namun, ternyata sumber keuntungan yang didapatkan cukup berbeda nih.

Saat jual belikamu akan mendapatkan keuntungan dari fluktuasi pergerakan harga yang terjadi di bursa. Makanya, para pedagang umumnya akan memasang target kenaikan dan penurunan harga atas suatu aset.

Keuntungan Ilustrasi Suara-Pembaruan.com - Image: Canva

Keuntungan Ilustrasi Suara-Pembaruan.com – Image: Canva

Jadi, kalau harganya sudah sesuai target yang ditentukan, pedagang bisa langsung memutuskan untuk menjual atau membeli suatu aset secepat mungkin untuk bisa cuan.

Sementara itu, investor enggak hanya cuan dari penjualan aset yang mengalami kenaikan dari harga belinya. Kalau kamu investasi saham, kamu akan mendapatkan cuan dari dividen yang dibagikan oleh emiten dari saham yang kamu beli nih.

 

3. Strategi Cuan

Pedagang dan investor juga punya jurus atau strategi yang berbeda untuk meraih cuan. Misalnya saja dalam investasi saham, seperti yang kita ketahui, ada analisis teknikal dan fundamental yang bisa digunakan sebagai indikator saham layak untuk dikoleksi atau tidak.

Strategi Cuan Ilustrasi Suara-Pembaruan.com - Image: Canva

Strategi Cuan Ilustrasi Suara-Pembaruan.com – Image: Canva

Nah, biasanya nih, para pedagang cenderung mengandalkan analisis teknikal untuk mengetahui aset mana yang pergerakan harganya bisa menghasilkan cuan. Adapun, analisis teknikal ini akan mengacu pada pola-pola atau pola suatu aset.

Baca Juga: Apa Itu Candlestick Pattern, Bentuk, Jenis, dan Manfaatnya dalam Trading?

Lain dengan investor, selain analisis teknikal, para investor akan mengandalkan analisis fundamental nih. Jadi, faktor seperti kinerja emiten/perusahaan pun jadi pertimbangan untuk membeli atau mempertahankan aset investasinya.

Di satu sisi, faktor eksternal seperti keadaan ekonomi, politik, hingga pendemi juga bisa jadi pertimbangan pedagang dan investor untuk memilih aset investasi yang tepat guna meraih keuntungan.

Jadi, kamu tim jual beli atau investasi nih?

Tulis di kolom komentar ya!

Kamu juga bisa tulis pengalamanmu terkait investasi, wirausaha, keuangan, hingga lifestyle di Suara-Pembaruan.com dengan klik “Mulai Menulis”.

Submit artikelnya, kumpulkan poinnya, dan dapatkan hadiahnya!

Gabung juga yuk di komunitas Telegram kami! Klik di sini untuk bergabung.





Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.