Sebentar Lagi Siaran TV Digital Resmi Mengudara, Ketahui 6 Faktanya!

  • Whatsapp


Jakarta, Selular.ID – Migrasi siaran TV analog ke digital atau Analog Switch Off (ASO) sebentar akan segera terlaksana, itu artinya pula refarming frekuensi 700MHz untuk kepentingan mengembangkan internet berkecepatan tinggi pun semakin di depan mata.

Bacaan Lainnya

Jadwal terdekat atau tahap I akan berlangsung pada 30 April 2022, dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dalam hal ini menegaskan jika persiapan penghentian siaran TV analog tahap I sudah 100%, atau bisa dibilang TV digital telah siap mengudara di Indonesia.

Untuk lebih jelasnya, berikut tim Selular rangkum fakta terbaru ASO yang perlu Anda ketahui, berikut 6 diantaranya:

Infrastruktur multipleksing tahap I siap

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate mengungkapkan ASO Tahap 1, persentase kesiapan infrastruktur multipleksing sudah 100% dan siap dilaksanakan.

Lalu daerah-daerah pada ASO Tahap 2 dan Tahap 3 pembangun infrastruktur ditargetkan selesai dua bulan sebelum masa ASO masing-masing.

Baca juga: Migrasi ‘Analog Switch Off’ Tahap Pertama Diharapkan Mundur     

Kominfo menegaskan penyesuaian tahapan dan jadwal ASO yang baru dilakukan dengan tanpa melampaui tanggal yang diamanatkan oleh ketentuan perundang-undangan.

Ada 6,7 juta Set top box gratis

Kominfo melaporkan telah menyiapkan sebanyak 6,7 juta Set Top Box (STB) gratis bagi warga kurang mampu. Dan STB itu menurut menteri Kominfo, Johnny G. Plate dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi I DPR R, STB tersebut akan tersedia pada waktunya sesuai dengan tahapan ASO paling lambat tanggal 2 November 2022.

Kemudian mekanisme pelaksanaan pembagian STB gratis pun Sedang disiapkan. Hasil penghitungan sementara dengan mengacu pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial dari Kementerian Sosial. Terdapat sebanyak 6,7 juta rumah tangga miskin yang berdomisili di daerah yang akan dilaksanakan migrasi siaran analog ke siaran TV digital

Baca juga: Ketersediaan Set Top Box Bayangi Implementasi ASO Tahap Awal?  

Alokasi dana STB melalui APBN 2022

Pemerintah akan mendistribusikan STB secara gratis kepada 6,7 juta calon penerima bantuan STB.

Adapun, STB berasal dari komitmen penyelenggara multipleksing sebagaimana diatur oleh peraturan perundang-undangan. Sebanyak 4 juta unit STB telah terkumpul dari penyelenggara multipleksing. Kekurangannya sebanyak 3 juta unit STB akan disediakan oleh pemerintah melalui pembiayaan APBN TA 2022, namun hanya 1 juta unit yang baru dialokasikan karena keterbatasan fiskal.

Frekuensi 700Mhz untuk alokasi 5G

Tak dipungkiri  arah program ASO ialah untuk menata ulang frekuensi 700MHz yang merupakan salah satu kandidat terkuat untuk menghadirkan jaringan berkecepatan tinggi atau 5G.

Muhammad Ridwan Effendi, Sekjen Pusat Kajian Kebijakan dan Regulasi Telekomunikasi Institut Teknologi Bandung (ITB) pita frekuensi 700 MHz dari sisi ekosistem merupakan yang paling matang karena pita tersebut sudah lama menjadi alokasi 4G dan 5G.

Baca juga: Sah! Layanan 5G Indosat Ooredoo Sambangi Kota Makassar

Hanya saja memang gelaranya di Indonesia terlambat, karena proses politik yang panjang untuk ASO, terhitung sejak zaman Kementrian Telekomunikasi dan Informatika (Kominfo) dipimpin Tifatul Sembiring pada periode 2009–2014.

Proses lelang 700Mhz ideal dimenangkan satu operator

Jika dilihat dari karakteristik frekuensi 700 MHz ini bakal menjadi andalan untuk coverage atau cakupan yang luas, namun lebar pintanya hanya 2×45 MHz Frequency Division Duplexing (FDD)

Sehingga menurut Ridwan, yang juga dosen ITB ini jika mau mengejar user experience idealnya pada lelang nanti hanya 1 pemenang saja, tapi kalau mau sedikit berbagi bisa dibuat untuk 2 pemenang, tapi kecepatan yang dihasilakan nanti  tidak begitu optimal.

Hadirkan manfaat ekonomi

Berdasarkan laporan Global System for Mobile Communications Association (GSMA) penataan ulang 700Mhz ini memberikan manfaat ekonomi yang cukup potensial, yaitu diperkirakan sebesar USD11 miliar (Rp161 triliun) untuk perekonomian Indonesia selama periode 2020–2030, atau setara dengan tambahan Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 1%.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *