Setelah BlackBerry OS, Sekarang Tizen Yang Disuntik Mati

  • Whatsapp


Selular.ID – Setelah masuk sepekan dari perangkat BlackBerry OS yang telah mengakhiri masa pakainya. Sekarang Tizen app Store juga di suntik mati oleh Samsung.

Bacaan Lainnya

Selama memasuki 2022, Tizen dan BlackBerry sudah menjadi platform mati, dengan mendapatkan  pukulan mematikan yang membuat pengguna sistem operasi tersebut tidak mungkin bisa menggunakan sebagai alternatif dari Android.

Mengutip dari GSMArena, bahwa Samsung sudah resmi menutup toko aplikasi Tizen untuk ponsel cerdas mulai 31 Desember 2021. Sebenarnya toko aplikasi itu sudah dibatasi untuk pengguna sejak Juni 2021, dan sekarang sudah ditutup secara total yang berarti konsumen yang sudah harus mencari di toko aplikasi lain .

Pada 2017 adalah masa kejayaan terakhir dari Tizen karena di tahun tersebut sangat kompatibel di smartphone yang populer dengan ukuran apa pun, seperti seri Samsung Galaxy Z. Jadi tidak mengejutkan melihat Samsung mengambil langkah ini, tetapi sebagai tanda bahwa akhir era Tizen benar-benar berakhir.

Platform toko aplikasi ini sebenarnya melihat lebih banyak kesuksesan di sektor jam tangan pintar, tetapi pabrikan Korea sekarang lebih sukses dengan menggunakan OS terbaru yaitu  Wear OS 3.

Sedangkan pada minggu lalu telah terjadi l pukulan lain bagi pengguna yang bergantung pada smartphone dengan platform alternatif, karena perangkat BlackBerry OS mencapai status akhir masa pakai.

BlackBerry mengumumkan bahwa, mulai 4 Januari 2022, layanan lama untuk BlackBerry OS 7.1 dan sebelumnya, BlackBerry 10, dan PlayBook OS tidak akan tersedia lagi. Layanan lawas ini mencakup data, panggilan telepon, panggilan darurat, dan SMS.

Jadi saat ini Tizen dan BlackBerry 10 bergabung dari rival Android lainnya seperti BadaOS, Windows Phone, MeeGo, dan WebOS sebagai OS yang sudah resmi beristirahat dengan tenang.

Sekarang satu-satunya alternatif Android terkenal yang masih ada selain iOS  adalah platform Sailfish OS based on linux. Tetapi sistem operasi  ini hanya tersedia di beberapa ponsel dan mengharuskan Anda menghabiskan 57 USD atau sekitar Rp 800 ribu untuk mendapatkan akses ke dukungan aplikasi Android dan pembaruan firmware.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *