Sri Mulyani sebut Program Vaksinasi Indonesia Peringkat 11 Global

  • Whatsapp
Sri Mulyani sebut Program Vaksinasi Indonesia Peringkat 11 Global


Suara-Pembaruan.com – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan program vaksinasi yang dilakukan di Indonesia masuk peringkat ke-11 global dengan 24,84 juta dosis yang telah disuntikkan kepada masyarakat. Pencapaian ini harus terus dijaga, terutama saat pasokan vaksin dunia sedang mengalami disrupsi akibat kenaikan kasus COVID-19 yang sangat tinggi di India.

Bacaan Lainnya

Hal ini diungkapkan oleh Menkeu Sri Mulyani dalam Konferensi Pers APBN KiTA secara daring di Jakarta, Selasa, 25 Mei 2021.

“Indonesia termasuk ranking ke-11 dengan 24,84 juta vaksinasi yang sudah diberikan kepada masyarakat,” katanya.

Ia menuturkan peningkatan kasus COVID-19 di India membuat negara tersebut memutuskan untuk tidak mengekspor vaksin hasil produksinya ke semua negara.

Sementara untuk Indonesia, menurut dia, pemerintah telah mampu menahan penyebaran kasus COVID-19 melalui berbagai kebijakan seperti PPKM Mikro dan pelarangan mudik Lebaran.

“Indonesia tetap bisa menjaga semenjak kita mengalami kenaikan kasus pada Januari hingga awal Februari yang kemudian menghasilkan pengetatan mobilitas,“ ujar Sri Mulyani.

Ia berharap kasus COVID-19 di Indonesia dapat terus terkendali melalui langkah-langkah yang dilakukan pemerintah demi menjaga mobilitas masyarakat seperti penerapan 3T dan 3M.

Sri Mulyani juga memastikan program vaksinasi di dalam negeri akan terus ditingkatkan setelah sempat terjadi penurunan selama periode puasa.

“Vaksinasi sesudah kita dalam kondisi puasa kemarin agak menurun. Sekarang sudah mulai ditingkatkan lagi di atas 300 ribu per hari,” ujar Menkeu Sri Mulyani.

Di mana sebelumnya Sri Mulyani Indrawati menekankan pentingnya untuk terus membangun solidaritas global agar pemulihan dari dampak COVID-19 dapat berjalan secara lebih seimbang.

Sri Mulyani menyebutkan salah satu bentuk solidaritas global tersebut adalah mengenai kepastian tersedianya akses vaksin yang merata bagi seluruh negara di dunia.

Ia menyatakan selama ini negara-negara dengan akses dan kemampuan vaksinasi yang mumpuni serta memiliki sumber daya besar untuk memberikan stimulus dapat pulih lebih cepat.

Tak hanya itu, kata dia, memadainya vaksin bagi seluruh negara juga semakin mampu mendukung terjadinya pemulihan yang saat ini beberapa indikator ekonomi telah menggambarkan perbaikan. (red/pen)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *