Sukses Membesut Indosat Ooredoo, Ahmad Al-Neama Diganjar CEO Group

  • Whatsapp


Selular.ID – Merger antara Indosat Ooredoo dengan Hutchison 3 Indonesia (H3I) menghasilkan operator baru bernama Indosat Ooredoo Hutchison (IOH).

Bacaan Lainnya

Pasca dinilai memenuhi seluruh persyaratan yangvditetapkan pemerintah, termasuk rencaca pembangunan sejumlah site BTS dan pengembalian sebagian frekwensi, IOH pun resmi beroperasi pada 4 Januari 2022.

Dalam jajaran direksi IOH, sejumlah nama bermunculan, yaitu Armand Hermawan (Director Chief Strategy Execution Officer), Nicky Lee Chi Hung (Director Chief Financial Officer), Irsyad Sahroni (Director Chief Human Resources Officer).

Baca juga: Merger Indosat Hutchison: Simak Lagi Sejarah Konsolidasi Operator Selular di Indonesia

Selain itu terselip nama Danny Buldansyah. Kita ketahui, sebelumnya Danny adalah Wakil Direktur Utama H3I. Kini sosok veteran di industri selular Indonesia itu, diserahi tanggung jawab sebagai Director & Chief Regulatory Officer.

Pengalaman Danny yang panjang di industry telekomunikasi, akan berpadu dengan sosok muda Vikram Sinha yang naik kelas menjadi CEO/President Director.

Vikram sebelumnya adalah Direktur Chief Operating Officer di Indosat Ooredoo. Bagaimana dengan Ahmad Al-Neama, CEO/President Director Indosat Ooredoo sebelumnya?

Dinilai memiliki andil yang besar dalam kesuksesan merger IOH, Ahmad Al-Neama telah ditunjuk sebagai CEO regional grup.

Di bawah tugas barunya, Al-Neama akan mengawasi bisnis perusahaan di Aljazair, Tunisia, Palestina, Myanmar, Maladewa dan kepentingannya dalam usaha patungan Indonesia. Pria homuris itu ditugasi menetapkan prioritas untuk mendorong pertumbuhan berkelanjutan" di seluruh pasar di kawasan ini.

Selain memiliki peran sentral dalam proses merger IOH, Ahmad Al-Neama juga terbilang sukses saat memimpin Indosat Ooredoo. Ia mampu mengembalikan kinerja Indosat Ooredoo dalam jalur pertumbuhan. Ditangan Ahmad, Indosat menujukkan peningkatan signifikan sepanjang tiga tahun terakhir, yaitu 2019, 2020 dan 2021. Padahal pada 2018, perusahaan masih menanggung kerugian sebesar 2,4 triliun rupiah.

Tengok saja sepanjang kuartal III-2021, anak perusahaan Qatar Telecom itu meraup laba bersih Rp5,8 triliun.

Indosat juga berhasil meningkatkan jumlah pelanggan sebesar 3,2 persen menjadi 62,3 juta. Keberhasilan meraih laba berujung pada pemberian dividen kepada investor sebesar lebih dari Rp 9,4 triliun atau 1.748 per lembar saham.

Baca juga: Geliat Merger dan Akuisisi Perusahaan Telekomunikasi yang Curi Perhatian Sepanjang 2021

Ini adalah kali pertama Indosat kembali membagikan dividen. Tercatat terakhir kali Indosat membagikan dividen kepada para pemegang saham pada 2017.

Pencapaian lain yang patut diapresiasi di era Ahmad adalah peluncuran layanan 5G pada Juni 2021. Membuat Indosat sejajar dengan Telkomsel dan XL Axiata yang juga sudah memperkenalkan layanan 5G ke masyarakat.

Melalui teknologi 5G, Indosat dapat menawarkan konsumen dan pelanggan bisnis, akses internet broadband selular yang lebih cepat. Sekaligus berbagai solusi bisnis yang dapat mendorong efisiensi dan produktifitas.

Dengan berbagai keberhasilan yang telah ditorehkan, wajar jika dalam ajang Selular Award ke-18 pada 2021,Ahmad Al-Neama, Dirut Indosat Ooredoo dinobatkan sebagai “CEO of The Year”.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *