Teknologi baru dapat mendeteksi dan membalikkan overdosis opioid – Majalah Time.com

  • Whatsapp


Toksisitas opioid dapat dibalikkan ketika overdosis penangkal nalokson diberikan tepat waktu. Para peneliti di Universitas Washington, didanai oleh Yayasan Sains Nasional AS, mengembangkan perangkat wearable yang dapat mendeteksi dan membalikkan overdosis opioid. Teknologi ini dapat memainkan peran transformatif dalam mengatasi krisis kesehatan masyarakat nasional akibat overdosis opioid, kata para ilmuwan.

Bacaan Lainnya

Tim peneliti menggabungkan sistem auto-injector subkutan dan sensor yang dilengkapi dengan algoritme untuk mendeteksi pola pernapasan yang mengancam jiwa yang terjadi selama overdosis opioid. Perangkat yang dapat dipakai merasakan ketika pengguna berhenti bernapas dan bergerak dan memberikan nalokson.

“Epidemi opioid telah menjadi lebih buruk selama pandemi dan terus menjadi krisis kesehatan masyarakat yang besar,” kata penulis utama Justin Chan. “Kami telah membuat algoritme yang berjalan pada injektor yang dapat dipakai untuk mendeteksi ketika pemakainya berhenti bernapas dan secara otomatis menyuntikkan nalokson.”

Auto-injector yang dapat dipakai “mungkin memiliki potensi untuk mengurangi kematian karena overdosis opioid,” kata rekan penulis Shyam Gollakota. “Kami berharap ini dapat memiliki dampak nyata pada sumber penderitaan yang besar di negara ini.”

Perangkat diuji dalam studi klinis dengan sukarelawan di fasilitas yang diawasi dan berhasil diintervensi ketika peserta menunjukkan tanda-tanda overdosis opioid. Data menunjukkan bahwa perangkat tersebut dapat membantu orang-orang pada berbagai tahap overdosis opioid menghindari kematian yang tidak disengaja. Studi lebih lanjut tentang desain perangkat, kesesuaiannya untuk penggunaan jangka panjang atau tanpa pengawasan, dan pengguna opioid non-medis diperlukan.

Sumber: NSF



Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *