Ekonomi

TikTok Bahas Kemitraan dengan Perusahaan-perusahaan E-commerce Indonesia

94
×

TikTok Bahas Kemitraan dengan Perusahaan-perusahaan E-commerce Indonesia

Sebarkan artikel ini

[ad_1]

TikTok telah mengadakan pembicaraan dengan perusahaan-perusahaan e-commerce di Tanah Air tentang kemungkinan kemitraan. Ini terjadi sebulan setelah Indonesia melarang belanja online di platform media sosial tersebut.

TikTok telah berbicara dengan lima perusahaan e-commerce, termasuk Tokopedia, Bukalapak dan Blibli, kata Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Teten Masduki, Senin (13/11). “Beberapa perusahaan e-commerce di Indonesia telah berbicara dengan TikTok,” katanya dalam sebuah wawancara, mengutip apa yang dikatakan oleh para eksekutif perusahaan tersebut kepadanya.

Kementerian Perdagangan Indonesia menerapkan larangan tersebut pada bulan lalu, untuk melindungi pedagang kecil dan memastikan perlindungan data pengguna. Ini merupakan pukulan telak bagi TikTok yang terpaksa menutup layanan e-commerce TikTok Shop. TikTok memiliki 125 juta pengguna di Indonesia.

Juru bicara TikTok Indonesia tidak bersedia memberi komentar.

Monica Amadea (tengah), pemilik saluran penjualan TikTok bernama Monomolly, dan karyawannya menawarkan merchandise melalui streaming langsung TikTok di Jakarta. (Foto: AFP)

Monica Amadea (tengah), pemilik saluran penjualan TikTok bernama Monomolly, dan karyawannya menawarkan merchandise melalui streaming langsung TikTok di Jakarta. (Foto: AFP)

Tokopedia menolak berkomentar. Perwakilan Bukalapak mengatakan perusahaannya tidak mengetahui pembicaraan tersebut. Blibli tidak segera menanggapi permintaan komentar.

TikTok dan YouTube sedang mempertimbangkan untuk bergabung dengan Meta dalam mengajukan izin e-commerce di Indonesia setelah negara dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara itu melarang belanja online di platform media sosial, kata orang-orang yang mengetahui diskusi tersebut. Aplikasi tersebut, yang dimiliki oleh raksasa teknologi China, Bytedance, juga sedang melakukan pembicaraan dengan sejumlah pemain e-commerce lokal, tambah mereka.

Teten, salah satu kritikus paling gigih terhadap TikTok Shop sebelum larangan tersebut diberlakukan, mengatakan bahwa ia ditugaskan oleh Presiden Joko Widodo untuk merumuskan aturan mengenai e-commerce. Ia berencana bertemu dengan Chief Executive TikTok Shou Zi Chew akhir bulan ini. “Saya ingin mereka berkomitmen untuk memiliki bisnis berkelanjutan yang tidak merugikan produk UKM dalam negeri,” ujarnya. Teten juga mengatakan, dirinya telah mengusulkan pengaturan lebih lanjut mengenai arus barang impor ke dalam negeri, namun tidak merinci lebih lanjut.

Sebelum menghentikan operasinya, TikTok Shop mengirim sekitar 3 juta paket setiap hari di Indonesia, kata sejumlah sumber.

Pasar e-commerce Indonesia diperkirakan tumbuh sekitar $160 miliar pada tahun 2030 dari $62 miliar pada tahun ini, menurut laporan ekonomi internet Asia Tenggara yang diterbitkan bersama oleh Google, Singapura Temasek Holdings, dan perusahaan konsultan Bain & Co.

Pemain e-commerce besar lainnya di Indonesia mencakup Shopee dan Lazada. [ab/ka]

[ad_2]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *