Viral Video dan Foto Kemacetan di Jalan Tikus Saat Mudik, Asli atau Palsu?

  • Whatsapp
Viral Video dan Foto Kemacetan di Jalan Tikus Saat Mudik, Asli atau Palsu?


Tak semua masyarakat bisa tinggal diam di rumah dengan adanya larangan mudik Lebaran tahun 2021 ini 6-17 Mei 2021. Beberapa orang ada yang tetap nekat dengan tidak mengindahkan peraturan tersebut dan melakukan beberapa trik agar bisa sampai ke kampung halaman. Salah satunya dengan melalui jalan tikus saat mudik seperti banyak terekam dari beberapa video dan foto yang beredar di WhatsApp Group juga platform media sosial lainnya beberapa hari ini.

Bacaan Lainnya

Viral Video dan Foto di Jalan Tikus Saat Mudik, Asli atau Palsu?

Dampak dari Aglomerasi Wilayah

Sebulan lalu India mengalami ledakan COVID-19 setelah pemerintah pusatnya membuka pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di negara tersebut. Kebijakan ini dilatarbelakangi desakan penganut agama Hindu di sana yang menginginkan bisa merayakan hari raya suci Kambh Mela di Sungai Gangga.

Akan tetapi, keputusan itu justru berdampak 10 kali lipat lebih parah dari kondisi India sebelumnya. Lebih dari 20 juta warga India dinyatakan terinfeksi COVID-19, dan lebih dari 300 ribu orang meninggal dunia hanya dalam hitungan hari.

Demi hal yang sama tidak terjadi pada masyarakat Indonesia, Presiden RI Joko Widodo mengeluarkan kebijakan dengan mengatur perjalanan mudik hanya di wilayah aglomerasi selama masa cuti Hari Raya Idul Fitri, yakni mulai 6 Mei hingga 17 Mei 2021 mendatang.

Wilayah aglomerasi merupakan wilayah yang diizinkan melakukan pergerakan karena lingkup wilayah kabupaten/kotanya berdekatan atau saling menyangga. Misalnya, Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi (Jabodetabek). Dalam Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 13 Tahun 2021, disebutkan ada 8 wilayah aglomerasi yang dapat melakukan perjalanan selama larangan mudik.

Artikel terkait: Berlaku 6 Mei 2021, Ini Larangan Mudik Lebaran di 3 Mode Transportasi

Jalan Tikus Saat Mudik Macet Parah

jalan tikus saat mudik

Ada sebagian orang yang tidak bisa menerima kebijakan ini dan menganggap bahwa pemerintah sudah berlebihan. Namun meski tidak setuju, ada juga yang tetap berada di rumah, sedangkan sebagian lagi memutuskan untuk tetap nekat pulang kampung. Seperti yang terlihat pada berita-berita mengenai kondisi jalan di perbatasan wilayah kabupaten/provinsi.

Akhirnya demi menghindari penyetopan dan arahan putar balik dari polisi, banyak yang berpikir untuk menggunakan jalan tikus saat mudik ke kampung halamannya. Seperti video dan foto yang beberapa hari ini banyak beredar di ruang percakapan kelompok WhatsApp, TikTok, dan juga media sosial lain.

Pada salah satu video yang sempat viral di TikTok, menunjukkan ratusan antrean kendaraan bermotor dua di jalan-jalan kecil pada suatu daerah yang terlihat seperti perbukitan. Kondisi jalan tersebut macet parah karena volume kendaraan yang terlalu banyak. “JLN (jalan) TIKUS MACET,” demikian penjelasan yang tertulis pada video.

Artikel terkait: Berlaku 6 Mei 2021, Ini Larangan Mudik Lebaran di 3 Mode Transportasi

Diperkirakan di Daerah Puncak, Jawa Barat

jalan tikus saat mudik

Banyak yang memperkirakan jalan tersebut berada di salah satu wilayah di perkebunan teh Puncak, Jawa Barat. Dan juga mengira, orang-orang yang mengantre menggunakan jalan tikut itu merupakan warga sekitar yang ingin menuju kampung halamannya demi menghindari hadangan polisi di jalan-jalan utama.

Hingga detik terakhir, tidak ada keterangan sama sekali mengenai lokasi pengambilan gambar pada video tersebut. Dan hingga beberapa hari, banyak masyarakat yang percaya bahwa lokasi kemacetan pada jalan berbukit itu memang benar berada di Puncak, Jawa Barat.  

Hal ini bisa terlihat dari berbagai komentar yang masuk dalam setiap unggahan video yang sama di TikTok maupun media sosial lainnya. Di mana rata-rata komentar menyimpulkan lokasi tersebut memang benar berada di sana.

Terkecoh Video Mudik Hoax

jalan tikus saat mudik

Ternyata, video yang diklaim sebagai jalan tikus saat mudik mengalami kemacetan akibat larangan mudik Idul Fitri 2021 adalah hoax. Mengutip dari Antara, Jumat (7/5/2021), video tersebut tidak ada kaitannya sama sekali dengan cuti Lebaran 2021. Dan barisan antrean pengendara motor tersebut juga bukan kemacetan yang diakibatkan penyekatan wilayah aglomerasi.

Dijelaskan oleh Antara, video di perbukitan itu merupakan video lama yang terjadi pada 2020 lalu. Orang yang pertama kali mengunggah video tersebut adalah pemilik akun TikTok @arexarikristyanto9. Ia memberi penjelasan pada unggahannya bahwa peristiwa kemacetan tersebut merupakan bagian dari kegiatan Trabas Ngetrail dan bakti sosial yang dilakukan di Jawa Tengah pada tahun 2020 silam.

Artikel terkait: 8 Fakta dan Hoax Vaksin COVID-19, Jangan Sampai Salah Informasi!

Video Kemacetan di Tengah Sawah

Viral Video dan Foto Kemacetan di Jalan Tikus Saat Mudik, Asli atau Palsu?

Melipir ke Liputan6.com, ada juga oknum yang mengklaim dirinya sedang terjebak di jalan tikus yang tergeletak di tengah sawah. Pada foto tersebut terdapat pesan, “Nekat mudik sih, lewat jalan tikus lagi. Nah kalau begini bagaimana ? Selamat menikmati keindahan persawahan, nah bagaimana dengan toiletnya kalau mules ?Kami doakan kiranya diberikan ketabahan. Amin.

Tim Liputan6.com menelusuri kebenaran foto menggunakan aplikasi Yandex. Dari sana diketahuilah bahwa foto berasal dari situs bernama Behance.net. Foto ternyata diambil di Swedia saat musim panas 2019. Dengan demikian, sahlah bahwa foto tersebut bukan foto kemacetan yang ada di wilayah Indonesia.

Wah, padahal sudah banyak juga masyarakat yang terkecoh dan menganggap video tersebut benar adanya, loh. Mudah-mudahan Parents nggak ikut terkecoh juga, ya, dengan potret kemacetan jalan tikus saat mudik tersebut.

Baca juga:

Cahaya Matahari Melemahkan Covid-19, Fakta atau Hoax? Cek di Sini!

Mitos atau Fakta: Kulit Melinjo Obat Asam Urat yang Mujarab

Benarkah Deodoran Pemicu Kanker? Ini Kata Para Ahli!

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *