Wapres: Pelaku Ekonomi Kreatif Harus Lebih Adaptif dan Inovatif

  • Whatsapp
Wapres: Pelaku Ekonomi Kreatif Harus Lebih Adaptif dan Inovatif


SuaraPemerintah.id – Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin tidak hentinya untuk mengimbau agar para pelaku ekonomi kreatif dan usaha mikro kecil menengah (UMKM) dapat lebih adaptif dan inovatif.

Bacaan Lainnya

Wapres menyebut dua hal tersebut sangat penting karena produk yang dihasilkan akan sesuai selera dan kebutuhan pasar.

Selain itu ia juga mendorong pelaku UMKM agar memasarkan produknya secara daring.

“Dalam era digital ini, UMKM juga harus memanfaatkan platform digital termasuk media sosial untuk mendukung perkembangan usahanya, serta mempermudah akses pada pembiayaan, distribusi dan pemasaran produknya,” kata Ma’ruf saat membuka Kilau Digital Permata Flobamora secara virtual, Jumat (18/6/2021).

Kegiatan tersebut digelar sebagai wujud upaya pemerintah mendorong penguatan branding pariwisata di Nusa Tenggara Timur (NTT). Flobamora merupakan akronim dari dari kumpulan pulau besar di NTT, yakni Flores, Sumba, Alor, Rote dan Timor. Ma’ruf berharap kegiatan ini dapat memberikan hasil yang nyata guna mendukung pemulihan ekonomi nasional pasca pandemi.

“Kemudian mendukung pemulihan pariwisata nasional, khususnya destinasi super prioritas Labuan Bajo, NTT,” ucap Wapres Ma’ruf.

Wapres menyampaikan bahwa Puncak Waringin yang menjadi venue kegiatan ini, merupakan creative hub di destinasi super prioritas Labuan Bajo. Ma’ruf menilai wilayah tersebut akan menjadi pusat kegiatan bagi para pelaku ekonomi kreatif dan UMKM, khususnya di NTT.

Sementara itu, Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi mengimbau kepada para pelaku UMKM agar dapat memanfaatkan platform digital untuk memasarkan dan menjual karya atau kreasinya secara daring. Dengan begitu, jangkauan konsumen lebih luas.

“Inilah era kebangkitan untuk kita bisa keluar dari keterpurukan yang disebabkan oleh Covid-19, kita bangkit bersama digitalisasi. Hari ini Pemerintah Provinsi NTT meluncurkan aplikasi Go NTT sebagai marketplace bagi produk-produk lokal NTT,” kata Endi.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *